Friday, September 28, 2007

Review: How to Speak Dragonese - Cressida Cowell



Di tengah laut, Hiccup Horrendous Haddock III dan teman-teman sekelasnya mengikuti Program Pelatihan Bajak Laut dengan pelajaran terbaru dari Gobber. Mereka berlatih mendarat di perahu musuh. Perahu musuh yang dimaksud adalah perahu nelayan dari Negeri Damai. Tugas mereka adalah menakuti para nelayan dan mencuri sebuah helm mereka sebagai bukti mereka telah menyelesaikan latihan tersebut.

Di atas Hopeful Puffin, Hiccup bersama Fishlegs dan kedua naga meraka yang sedang tidur berjuang untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Gobber. Perahu yang dibuat Hiccup sangatlah menyedihkan. Setiap beberapa menit mereka harus mengeluarkan air yang masuk melalui lubang dari badan perahu. Tidak berhenti disitu, mereka juga harus berhati hati agar tidak bertemu dengan Naga Hiu Cacing, salah satu jenis naga predator yang terkenal sangat berbahaya.

Setelah berusaha mati-matian dalam kabut yang tebal, akhirnya Fishlegs yakin bahwa mereka telah menemukan perahu para nelayan Negeri Damai, dengan cepat ia segera melemparkan jangkar yang dengan sempurna menjangkau pinggiran kapal. Sayangnya bukannya kapal para nelayan yang penakut yang mereka dapati melainkan Kapal Romawi yang sangat besar. Tak hanya itu, kapal itu dilengkapi dengan ratusan orang serdadu. Untunglah saat itu hanya Fishlegs yang tertangkap tangan. Hiccup sendiri berusaha bersembunyi sambil melihat keadaan sekeliling. Dari hasil pengamatannya, ternyata petinggi bangsa Romawi mempunyai rencana untuk mengadu domba antara Bangsa Hooligan dan Bog-Burglar. Semua itu dimaksudkan untuk mendapatkan semua naga yang ada. Petinggi romawi itu ternyata sangat gemar menyantap daging Naga.

Walaupun separuh buku How To Speak Dragoneseyang ditulisnya dan Toothless, naga miliknya, ditawan oleh pasukan Romawi, untunglah Hiccup bisa menyelamatkan Fishlegs dan sebuah naga Nano bernama Ziggerastica. Sayangnya tak satu pun yang mempercayai cerita Hiccup tentang rencana bangsa Romawi yang diketahuinya. Termasuk ayahnya sendiri. Tak ada satupun tindakan yang diambil oleh ayahnya sebagai kepala suku bangsa Hooligan. Sampai akhirnya orang Romawi datang dan menyamar sebagai utusan dari bangsa Bog-Burglar. Dengan mudah fishlegs dan Hiccup mengenali mereka namun tidak demikian dengan Gobber dan teman teman sekelasnya. Bukan kebetulan Fishlegs dan Hiccuplah yang merea tawan.

Dengan mudah, kedua anak itu dibawa ke benteng Seram milik bangsa Romawi. Di maras besar pasukan romawi inilah, Hiccup mengetahui bahwa orang romawi yang memiliki kedudukan sebagai prefek itu taklain adala Alvin, pria licik yang pernah ditemuinya beberapa bulan yang lalu (baca : How to be a Puirate). Di tempat ini pula ia dipertemukan kembali dengan Toothless. Mereka dikurung bersama Camicazi, ahli waris takhta Suku Bog-Burglars. Walau sempat berselisih, akhirnya mereka sepakat untuk bersama sama mencari jalan keluar. Camicazi sangat optimis dapat melarikan dari benteng yang dijaga dengan ketat ini, sayangnya setiap usahanya untuk kabur tak membuahkan hasil.

Mau tak mau Hiccup harus berpikir keras untuk meninggalkan tempat menyeramkan ini. Terlebih ketika tahu bahwa dirinya akan diikutsertakan dalam Saturn Saturday- Sabtu Saturnus. Hari itu, akan diadakan pertandingan antara gladiator. Ditengah kegalauannya Hiccup teringat Ziggerastica, naga Nano yang berjanji akan membantunya. Rencana pun disusun dengan matang. Sampai hari Saturday Saturn tiba. Di luar perkiraan, lawan mereka saat itu adalah kumpulan predator yang sangat berbahaya dan selalu meraka hindari, Naga Hiu Cacing. Untuk bisa lolos dari benteng Seram itu, mereka harus mengalahkan kumpulan naga yang tak hanya gesit di air. Rencana untuk lolos dari Bentang Seram berubah menjadi rencan untuk bertahan hidup.
***

Akhirnya tuntas juga buku ini. Padahal dah aku incar sejak tahun 2006 silam. 

Dari ketiga buku Hiccup yang sudah terbit ini buku yang menurutku paling lucu. Tak lain karena bahasa naga yang kalau dilihat secara seksama ternyata ga jauh dari arti aslinya. Pas baca list bahasa naga yang ditulis ma Hiccup saya sempat tertawa lepas. Sampai lembaran buku ini selesai saya semakin penasaran bagaimana bahasa naga versi English-nya. Yang jelas salut deh ma Penerjemahnya. 

Toothless, naga kecil pemalas dan selalu dalam keadaan lapar, di seri ketiga ini tetap menggemaskan. Terutama saat dirinya tengah bertengkar dengan dengan Hiccup. Jadi pengen kucubit saking gemasnya. Tepatnya sih dipites. Hehehehe…pasti seru membaca petualangan Hiccup yang terbaru. Ada nggak ya?

How to Speak Dragonese
Judul Indonesia: Bagaimana Caranya Bicara Bahasa Naga
Penulis: Cressida Cowell
Penerjemah : Mutia Dharma
Penerbit :Little K
Cetakan: I, November 2006

Tuesday, September 25, 2007

Review: Sabine - Tim Kennemore

Sejak Caludio ,sahabatnya pindah ke Itali, Josh tak lagi menemukan sesuatu yang menarik di sekolah. Josh ingin cepat cepat pindah ke sekolahnya yang baru. Lepas dari cengkraman Shane Walters dan berandalan lain. Semua itu yang ada dibenak Josh sebelum ia mengenal seekor bayi naga.

Bayi naga itu berasal dari Technopolis. Pusat Hewan Peliharaan Maya di internet. Bayi naga tidak hanya hidup di dalam dunia maya, namun muncul didalam kehidupan nyata. Semua itu berkat mouse Technopolis pemberian teman kelasnya dan tentu saja nomor pemilik yang dimiliki Josh, 6.666.666.

Awalnya Josh tak menyangka bayi naga itu ada. Sampai adik perempuannya, Molly, menemukannya saat mereka melakukan permainan mencari telur. Josh tidak hanya merasa aneh namun juga begitu kaget ketika mengetahui bahwa telur itu hidup. Bahkan ketika telur itu menetas.

Josh berusaha agar tak satupun yang mengetahui keberadaan naga kecil itu sampai suatu saat Molly mendengar suara yang dikeluarkan oleh naga tersebut. Josh tak punya pilihan lain ketika Molly mulai memindahkan naga kecil itu ke kamarnya bahkan menamainya Sabine. Josh membiarkannya karena dikamar Molly terdapat Rumah Boneka yang pantas untuk Sabine beristirahat, bukan kotak es krim seperti yang diberikan Josh.

Bersama Molly, Josh pun mulai memahami binatang peliharaan mereka yang tidak biasa ini. Dengan 500 Technickels, mereka mulai membeli makanan, minuman bahkan mainan untuk sabine. Seiring bertumbuhnya Sabine, makanan dan minumannya juga berubah. Bahkan untuk meningkatkan kecerdasaannnya, mainan yang dimiliki Sabine juga perlu ditambah. Josh dan Molly. Untunglah ada Minerva, yang juga memelihara hewan di Technopolis, memberitahu cara memperoleh uang bahkan sampai 1000 technickels. Sayangnya tak semudah yang dibayangkan Josh dan Molly. Mereka harus memenangkan permaina tebak gambar yang memerlukan ingatan yang kuat dan Master Mind yang memerlukan kecerdasaan logika yang tinggi.

Dari permainan awal, Josh hanya berhasil mendapatkan beberapa technikels dan itu belum cukup untuk membeli kebutuhan Sabine.Josh menjadi pusing dibuatnya. Belum selesai memikirkan masalah Sabine, Josh harus berhadapan dengan masalah ibunya yang senewen karena tangisan adiknya tak pernah berhenti kecuali berada diluar rumah.

Akhirnya jalan keluar ditemukan Josh. Untuk menguasai salah satu permainan itu, ia membutuhkan seorang yang bisa mengajarinya. Orang itu tak lain adalah Wiliam Beresford, anak baru di kelasnya. Begitu meminta, Wiliam langsung menyambutnya dengan hangat. Setelah beberapa hari belajar bagaimana menyelesaikan permainan Master Mind akhirnya, Josh berhasil menguasai triknya dan tentu saja mampu menghasilkan lebih banyak Technikels yang dibelanjakannya untuk keperluan Sabine. Tak hanya itu, mempelajari Master Mind membuatnya menjadi lebih akrab dengan William. Bahkan anak laki laki cerdas itu mengajaknya untuk bergabung di Klub Permainan.

Setiba di rumah, Josh dan Molly dikagetkan dengan pengumuman yang diberitahukan oleh ayahnya. Nenek Helen akan tinggal di rumah mereka beberapa hari untuk membantu ibu mereka mengurus rumah yang tampak tak terawatt semenjak tangisan Luke taak pernah berhenti. Hal itu membuat mereka kalang kabut. Nenek Helen terkenal dengan kegemarannya memeriksa dan memindakan barang orang lain seenaknya.Tak ada tempat untuk menyembunyikan Sabine sekarang. Dan astu satunya jalan keluar adalah membawa Sabine ke sekolah.

Ternyata di sekolah pun bukan tempat yang aman untuk menyembunyikan Sabine. Setelah efek obat tidur yang diberikan Josh habis, Sabine membuat gerakan aneh. Yang membuat para berandalan menjadi penasaran apa benda yang berada di dalam tas Josh. Perkelahian pun tak dapat dielakkan. Shane Walters dan teman-temannya mulai memukuli Josh bahkan ketika Molly yang hendak membantu kakaknya, tangannya malah dipelintir oleh Shane. Karena tak ingin Molly disakiti lebih jauh, ia pun mengambil kotak es krim itu untuk memperlihatkan naga kecil itu kepada para berandalan. Tak disangka, Sabine mengeluarkan semburan api yang panas dan menghantam dahi Shane. Seakan Sabine ingin membalas semua perbuatan mereka terhadap Josh dan Molly

Kejadian di sekolah membuat Josh berpikir, bawa mereka tak bisa lebih lama memelihara Sabine. Terlebih ketika mengetahui bahwa suara Sabine yang menyebabkan Luke tak berhenti menangis. Namun untuk melepaskan dan membiarkan seseorang mengadopsi Sabine adalah hal yang berat bagi Josh.

***

Ngga kebayang kalau naga itu benar-benar ada. Binatang yang satu itu memang benar benar keren. Bahkan waktu masih asyik dengan Hiccup Horrendous Haddock III, jenis naga tuh bermacam macam. Bahkan ada Naga yang cengeng. Sampai saya heboh nyari di internet. Dari hasil pencarian, ternyata setiap negara punya cerita sendiri tentang naga. Tapi negara yang paling identik dengan Naga sih China. Tapi sayangnya sampai sekarang saya tidak pernah baca cerita tentang naga dari negeri yang satu ini.


SABINE
Tim Kennemore
Penerjemah: Elvien S
Penerbit : C-Publishing
Cetakan
: 1, Juni 2007
Tebal: 332 Hal

Thursday, September 20, 2007

Review: The Land Of The Dead - Mary Pope Osborne





Lepas dari tangan raksasa bermata satu membuat Odesius dan anak buahnya bisa bernafas lega. Namun mereka tetap saja terombang – ambing di laut. Kutukan Polifemus ternyata terus mengikutinya. Kutukan itu membuat Odesius dan anak buahnya tak pernah mendapat jalur untuk pulang ke Ithaca.


Setelah mendarat di pulau dimana dewa angin, Aeolus tinggal bersama keenam putra dan keenam putrinya, pulau selanjutnya tak lebih buruk dari tempat Cyclops dulu. Pulau itu dihuni oleh raksasa – raksasa yang haus darah. Untung saja mereka dapat mendayung dengan cepat sebelum menjadi santapan.


Dipulau berikutnya, Odesius kembali menyuruh tiga anak buanya untuk menyelidiki keadaan pulau tersebut. Sayangnya ketakutan menyelimuti mereka. Akhirnya Odesius memutuskan untuk membagi seluruh pasukan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diimpin langsung oleh dirinya sedangkan yang kedua dipimpin oleh Erilokus. Berdasarkan hasil undian, pasukan yang dipimpin oleh Erikolus harus menjelajahi pulau.


Setelah berjam jam berlalu, Erilokus kembali dengan tubuh gemertar. Bahkan untuk menjawab pertanyaan Odesius pun ia tak sanggup. Ternyata di pulau itu tinggal seorang wanita yang sangat rupawan. Namun sayang wanita itulah yang menyihir pasukan Erilokus menjadi babi. Semua aanak buah yang tersisa mendesak Odesius untuk meninggalkan pulau sebelum mereka juga disihir. Namun Odesisu bertekad tidak akan meninggalkan tempat tersebut sebelum menyelamatkan anak buahnya dan bermaksud menemui wanita penyihir tersebut


Ditengah perjalanan, Odesius bertemu Pria asing yang selanjutnya diketahui sebagai Hermes, Dewa Pembawa Pesan Dari Gunung Olimpus . Dari Hermes pulalah ia mengetahui bahwa wanita penyihir itu bernama Circe dan membekalinya dengan Moly yang berkhasiat untuk menangkal segala pengaruh sihir Circe baik lewat makanan maupun minuman. Terbukti ketika meneguk minuman yang diberikan oleh Circe, Odesius tak berubah seperti yang diharapkan oleh sang penyihir. Akhirnya Circe menagku kal dan akhirnya menawarkan istananya sebagai tempat untuk Odesius dan anak buahnya beristirahat dan berjanji akan membantu Odesius menemukan jalan pulang


Setelah hampir setahun menetap, akhirnya Odesius memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan menagih janji Circe. Wanita pun memberitahu Odesius untuk Tiresias, peramal buta dari Thebes, satu satunya orang yang dapat melihat masa depan dan membantu Odesius menemukan cara untuk pulang. Tiresias telah meninggal hal itu berarti Odesius harus menemuinya di Negeri Orang Mati.


The Land Of The Dead
(Kisah-Kisah Odisei: Negeri Orang Mati)
Mary Pope Osborne
Artwork: Troy Howell
Penerjemah: Santi Paramitha
Cetakan: I, Oktober 2006
Little Serambi

Review: The One-Eyed Giant - Mary Pope Osborne


The One-Eyed Giant

Odiseus adala seorang Raja di Pulau Itacha. Bersama orang tua, istrinya Penelope dan Putranya, Telemakus, Ia menjalani kehidupan yang sederhana. Odesius juga seorang pengrajin dan tukang kayu

Pada suatu hari seseorang membawa pesan dari Raja Agamemnon yang memanggil seluruh Raja dan pangeran dari seluruh Yunani untuk melawan Troya. Seorang pangeran Troya telah menculik Helen, ratu Yunani. Odesisu tak punya pilihan lain. Dengan berat hati ia meninggalkan pun keluarganya

Tak terasa 10 tahun berlalu sejak perang dimulai. Tak ada tanda tanda perang antara Troya dan Yunani akan berakhir, sampai suatu hare seorang wanita muncul di hadapan Odesius yang mengenakan helm berkilau serta tombak dan perisau. Ia tak lain adalah Putri Zeus, Athena. Dewi Perang dan Kebijakan ini pun memberi tahu cara untuk mengalahkan Troya, yaitu dengan membuat sebuah kuda kayu raksasa. Tak lupa ia memerintahkan agar beberapa anak buah Odesius bersembunyi didalamnya. Rencana pun disusun. Dan tak perlu menunggu waktu lama untuk merebut kembali Helen. Setelah semua sisi kota Troya dilahap api, Pasukan Yunani pun memutuskan untuk kembali ke Yunani

Sayangnya dalam perjalanan mereka kembali ke Yunani,. Tiba tiba langit menjadi gelap, kilat dan berpetir bergantian bersahut-sahutan. Angin bertiup dengan kencanganya. Bahkan ombak bertambah tinggi. Ternyata sebelum meninggalkan Troya, beberapa pasukan Yunani menyerang Kuil Athena. Tak heran jika para dewa menampakkan kemarahannya. Odesius dan pasukannya harus berjuang menghadapi amukan badai. Akhirnya setelah 10 hari, keadaan laut menjadi tenang. Odesius memutuskan untuk berlayar disebuah teluk yang terlihat sangat subur. Ketika sampai mereka disambut oleh penduduk yang memberikan mereka bunga dari poon teratai untuk dimakan. Ternyata bunga itu membuat orang yang memakannya melupakan berbagai hal. Mengetahui hal tersebut, odesius mengajak semua anak buahnya meninggalkan pulau tersebut. Odesius lebih memilih kelaparan dibandingkan kehilangan ingatan akan tempat kelahirannya

Perjalanan pun berlanjut. Mereka mendekati sebuah pulau berbukit –bukit yang ditumbuhi pepohonan. Terdengar ratusan kambing liar yang mengembik dari balik semak – semak. Karena sangat keparan mereka pun mengambil anak panah dan tomak untuk membunuh kambing –kambing itu dan mulai menyantapnya. Tak pernah mereka duga ternyata pengembala sekaligus penghuni pulau adalah Cyclops., raksasa bermata satu bernama Polifemus

Tak ada sambutan hangat dari Cyclops. Yang ada adalah teror yang menakukatkan. Polifemus ini tak segan untuk memakan pasukan Odesius. Tak ingin hidupnya berakhir ditangan Cyclops, Odesius harus berpikir keras dengan nyawanya sendiri sebagai taruhannya.

The One-Eyed Giant
(Kisah –kisah Odisei: Raksasa bermata satu)
Mary Pope Osborne
Penerjemah : Santi Paramita
Cetakan: I, Oktober 2006
Penerbit: Little Serambi 

Review: Molly Moon Stops The World - Georgia Byng



Molly sangat menikmati kehidupannya yang baru bersama Mrs Trinklebury, Nockman, Rocky, Petula dan 9 anak lainnya di Happiness House, Panti Asuhan yang dulu bernama Hardwick House. Semuanya berubah setelah Molly dan Rocky kembali dari New York, setelah Molly menyadari hal yang dilakukannya untuk mencari ketenaran dengan kekuatan hipnotis yang dimiliknya hanya membawa masalah besar. Molly berjanji tak kan lagi menggunakan kemampuan hipnotisnya.

Beberapa bulan setelah kejadianya yang menghebohkan warga kota New York itu, tiba tiba melalui surat Molly dihubungi oleh Lucy Logan, cicit dari penulis Buku Hipnotisme. Padahal beberapa bulan lalu ia menghilang secara misterius. Lucy meminta Molly untuk menemuinya secepatnya.

Betapa kagetnya Molly ketika melihat keadaan lucy yang berantakan. Tubuhnya dibalut oleh perban. Lucy menceritakan semuanya. Semua luka yang dideritana adalah karena perbuatan Primo Cell, Jutawan Amerika. Tak hanya itu, dari lucy, Molly tahu bahwa Davina Nuttell yang diculik sekarang berada disuatu tempat yang hanya diketahui oleh promo cell dan anak buahnya. Tidak hanya itu, beberapa artis, Politisi dan tokoh tokoh berepngaruh lainnya telah dihipnotis Primo untuk menambah nilai kekayaannya, dan yang paling para adalah untuk membantunya mewujudkan mimpinya menjadi Presiden Amerika Serikat. Karena itulah, Lucy meminta Molly untuk membantunya menghentikan tingkah gila Primo Cell.

Rencana pun disusun. Molly tentu saja mengajak Rocky dan Petula, anjing pugnya.. Untuk menyamarkan kedatangan mereka , Mrs Trinklebury, Nockman, Gemma, Gerry, dan Roger ikut serta dalam perjalanan mereka menuju Los Angeles, kota dimana Primo Cell melaksanakan aksinya Tentu saja Molly harus menggunakan ilmu hipnotisnya dari bandara hingga mansion tempat mereka menginap.

Tidak susah menemukan markas besar milik Primo Cell. Dengan mudah Molly ditemani Rocky, Petula dan Nockman berhasil masuk. Tentu saja dengan menghipnotis penjaganya. Dari penyusupan itu, mereka mengetahui daftar artis yang berada dibawa pengaruh Primo Cell. Mengetahui semua file tersebut, Molly dan Rocky kembali menyusun rencana berikutnya. Merea bermaksud untuk membebaskan semua orang orang terkenal itu dengan ikut serta dalam Academy Award yang berlangsung dalam waktu dekat.

Sayanganya semua tak segampang yang dipikirkan Molly. Walaupun berhasil menghipnotis beberapa aktris, sutradara, produser dan orang penting lainnya dan memperoleh beberapa informasi, namun tak satupun yang berhasil ia bebaskan dari pengaruh Primo Cell. Rockypun mengalami nasib yang sama. Nampaknya Molly tak dapat memandang Cell sebelah mata. Kemampuan hipnotisnya sangat kuat. Bahkan jauh lebih hebat dibandingkan Molly.

Diluar dugaan, Primo Cell ternyata mengenali Molly. Walau hanya sesaat, ternyata tak mudah melupakan aksi panggung Molly di New York. Primo Cell bahkan mengundangnya turut serta dalam pesta setelah Academty Award selesai. Kesempatan ini tak dibuang oleh Molly dan Rocky. Mereka mulai melakukan penjelajahan baru di rumah mewah milik Primo Cell. Pencarian mereka membuahkan hasil. Buku – buku hipnotis milik Primo Cell berhasil mereka temukan.

Keesokan harinya Molly dan Rocky kembali ke rumah mewah itu. Sayangnya kali ini Molly tertangkap tangan. Dan tak ada hukuman yang pantas bagi orang yang mengetahui rahasia Primo Cell selain kematian.

**

Buku kedua Molly Moon ini menurut saya jauh lebih Seru. kejutan. Masa lalu Molly juga terungkap di sini. Ternyata Ilmu Hipnotis benar benar gelap. Pantasan saja semua orang termasuk saya takut jika suatu hari betemu orang yang menggunakan ilmu hipnotis untuk melakukan hal yang tidak tidak. Inginrasanya mengetahui caa untuk menghindar dari pengaruhnya.

Tidak  sabar rasanya menunggu buku ketiganya. Semoga saja warna sampul yang dipilih berikutnya warna hijau. Ngga masalah deh agak sedikit menyilaukan mata. Sepeti sampul sampul sebelumnya, Pink Dan orange yang menyala. 

Saya sempat bertanya-tanya, apakah itu salah satu cara untuk menghipnotis para pembaca. Mungkin saja.

Molly Moon Stops The World
(Molly Moon Menghentikan Dunia)
Georgia Byng
Alih Bahasa : Poppy Damayanti
Cetakan I, April 2007
Tebal : 384 hal

Wednesday, September 19, 2007

Review: Alice In April by Phyllis Reynolds Naylor


Alice in April
(Capeknya Jadi Nona Rumah)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa:Vina Damajanti
Cetakan: I,Juli 2007
Tebal:160 hl
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Nona rumah, dua kata yang selalu terngiang di telinga Alice. Sejak Aunt Sally menulis surat untuknya di bulan maret hanya untuk mengingatkan bahwa sekarang saatnya dia yang menjaga dan merawat ayah serta abangnya, Lester. Semua urusan rumah tangga, dari membersihkan rumah, memasak, sampai menjahit bagian baju yang berlubang atau sobek menjadi tanggung jawab Alice. Tentu saja semua hal yang dikatakan Aunt Sally membuat Alice kerepotan karena selama ini semua tanggung jawab itu sepenuhnya dilakukan oleh ayahnya.

Alice berupaya keras menambal pakaian, beberes, menata rumah, membuat jadwal, mendukung kisah cinta ayah dan abangnya. Namun yang ada Alice hanya mengacaukan. Lester dan ayahnya mengeluh mengenai bagian bagian yang ikut terjahit ketika Alice bermaksud untuk menjahit lubang.

Belum selesai dengan masalah “Nona Rumah”, Alice kembali dirisaukan dengan masalah julukan yang diberikan oleh anak anak cowok kelas tujuh yang menyebalkan,. Mereka menamai semuaanak perempuan dengan nama negara bagian Amerika berdasarkan ukuran dadanya!. Kalau Elizabeth mendapatkan julukan Illinois, dan akhirnya Pamela mendapatkan Wyoming , dirinya sendiri belum mendapatkan julukan apapun. Bahkan setelah berusaha untuk membujuk Patrick agar mempengaruhi anak anak cowok agar memberi nama seperti yang diinginkannya, ternyata tak kunjung membawa hasil.

Tak berhenti di situ, Alice dihadapkan dengan tugas yang diberikan oleh Mr. Hensley untuk menulis surat untuk dirinya sendiri dan memilih 10 benda yang akan dimasukkan ke dalam kapsul waktu yang akan dibuka 40 tahun kemudian.

Belum lagi mengenai hubungan Ayahnya dengan Miss Summers yang tampaknya telah diketahui oleh teman-teman kelasnya.

Masalah terakhir yang dipikirkan Alice adalah pesta ulang tahun ayahnya ke 50. Ia dan abangnya sepakat untuk membuat kejutan. Alice berusaha memberikan yang terbaik dengan mengundang orang-orang terdekat, memberikan hadiah kejutan sampai memasak sendiri makanan favorit ayahnya. Ternyata semua tak semudah yang ia pikirkan. Banyak kekacauan yang terjadi di sana sini. Menjadi Nona Rumah ternyata tak semudah yang ada di benaknya. Semua itu membuat Alice sadar betapa ia membutuhkan kehadiran seorang Ibu

**

Buku ke empat dari 5 buku serial Alice yang sudah terbit. Walau Anastasia Krupnik masih berada diurutan teratas namun setiap bab yang ada di dalam buku ini tak jarang membuat saya tertawa. Apalagi bab yang berisi percakapan antara Alice dan abangnya, Lester. Di buku ini juga ada bab yang membuat saya menitikkan air mata. Dan membuat saya semakin yakin kalau bunuh diri tak akan pernah menjadi jalan keluar yang baik

Dan tentang surat yang dibuat Alice dan teman-temannya dan dimasukkan ke kapsul waktu membuat saya berpikir untuk melakukan hal yang sama. Kemarin sih sempat buat. Tapi jangka waktunya hanya satu tahun. Itu juga tak banyak perubahan yang terjadi. Hehehe…semoga saja situsnya masih ada.

~~

Buy the English copy of Alice in April at Amazon

Tuesday, September 18, 2007

Review: Alice in Between - Phyllis Reynolds Naylor

Alice in-Between
(Remaja Tanggung)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa : Vina Damajanti
Cetakan I,Juli 2007
Tebal 152 hlm
PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun ini Alice merayakan ulang tahunnya yang ke tiga belas. Setelah selesai dengan masalah nona rumah, kini Alice mengeluhkan maalah posisnya sebagai remaja tanggung. Ia merasa bahwa dirinya bukan lagi anak anak. Tapi bukan ia juga belum merasa mejadi seorang wanita. Baik dari bentuk tubuh maupun ukuran tubuhnya. Semua hal itu membuatnya cukup senewen.

Banyak hal yang terjadi di ulang tahun kali ini. Patrick memberinya hadiah berupa gelang, yang ternyata adalah warisan dari neneknya. Sehingga terpaksa dikembalikan Alice. Sebagai gantinya ia mendapat Bedak talk Old English Lavender, yang menurut Pamela baunya mirip dengan bau neneknya. Dari ayahnya, Alice mendapat gift voucher dari Woodward & Lothrop. Lester, abangnya, bahkan memberi hadiah yang tak terduga. Makan malam di Watergate, nonton drama di Kennedt Center dan berdansa. Walau semua itu sebagai tebusan karena Lester nyaris melupakan hari ulang tahun Alice.

Di usianya yang ke tiga belas ini, Alice berhasil menyelamatkan tiga orang. Bersama abangnya, Alice berhasil menyelamatkan Crystal, mantan pacar Lester, dari cengkraman pria yang menyebalkan. Berikutnya adalah menyelamatkan Lester dari Loretta yang akan mengajaknya camping ke suatu tempat. Dan terakhir menyelamatkan Pamela, sahabatnya, dari tangan pria hidung belang. Dalam perjalanan mereka menuju Chicago dengan kereta api.

Mengenai masalah Pamela sebenarnya semua berawal dari peringai Pamela yang berpura-pura menjadi wanita dewasa. Pamela awalnya sangat menikmati perannya. Bahkan meminta Alice dan Elizabeth untuk turut serta dalam drama yang disusunnya. Penampilan Pamela memang meyakinkan. Terlebih karena rambut Pamela yang dipotong pendek karena ulah iseng mark dan Brian. Sayangnya semua berakhir dengan hal yang membuat Pamela sesegukan. Saat itu, Alice yakin Pamela harus diselamatkan. Untung saja, mereka bisa lepas dari gangguan pria itu dan sampai di rumah Aunt Sally dengan selamat.

Kejutan yang dialami Alice datang silih berganti. Bahkan ketika ia datang ke rumah Patrick untuk menyerahkan hadiah ulang tahun. Awalnya ia hanya bermaksud untuk memberi Patrick kepiting yang dibelinya bersama Carol di Chicago. Tak di duga ibu Patrick mengajaknya makan malam bersama. Sayangnya Alice merasa tak nyaman. Untungnya semua itu terobati dengan permainan drum Patrick. Kejutan tak berhenti sampai di situ.

**

Buku Alice yang membuat saya teringat dengan kakak beradik Touya dan Sakura di Sakura The Card Captor. Walau Lester tidak dapat disejajarkan dengan Touya, di buku ini terlihat bagaimana Lester menyayangi Alice seperti Touya menyayangi Sakura, walau ditunjukkan dengan sikap yang aneh. Jadi pengen punya kakak laki laki seperti Alice dan Sakura. *Sighed*

~~~

Buy the English copy of Alice In-Between at Amazon

Monday, September 17, 2007

Review: The Curse Bearer 4: Saving Kobato - Kenji Nojima


The Curse Bearer 4 : Saving Kobato

Sejak kecil Kobato telah memelihara lima guna guna di setiap jari. Guna guna yang telah membutnya menjadi buta terhadap beberapa rasa itu digunakan untuk melindungi keluarga Mizuhoshi dari gangguan guna guna lain yang biasanya adaalah kiriman dari orang-orang yang membenci keluarga ini. Semua itu sudah menjadi keputusan kepala keluarga Mizuhoshi yang tak lain adalah kakek Kobato, Sadakuni, yang terkenal sebagai pria yang tak memiliki rasa kasihan . Termasuk kepada seluruh anggota keluarganya sendiri.

Hari itu Kobato harus menjalani sesi hukuman karena dianggap ceroboh. Ketika hendak memusnahkan guna-guna yang masuk ke rumah, tak sengaja ia mematahkan pohon di taman. Ia harus mendekam di sebuah gudang yang gelap, dingin dan berdebu.

Yamato, satu satunya kakak laki laki yang simpati terhadapnya, yang mampu membuat Kobato bertahan lebih lama. Yamato berjanji akan membantu Kobato menghancurkan semua guna-guna yang bersemayam di tangan kanannya. Yuka, seorang pelayan, dipilihkan secara khusus oleh Yamato untuk membantu sekaligus melindungi Kobato. Kalau-kalau dirinya tak berada di dekat Kobato saat gadis itu membutuhkannya.
Bersama Yuka, pelayan yang sangat menyukai lagu Enka dan mengecat rambutnya dengan 3 warna yang berbeda, membawa perubahan yang sangat besar terhdaa dunia Kobato. Yukalah yang mebuat Kobato menyadari bahwa dunia luar yang selama ini ditinggalkannya ternyata tak buruk. Kebun binatang menjadi tujuan mereka yang pertama. Sayangnya semua binatang-binatang itu bereaksi terhadap guna-guna yang dimiliki Kobato. 

Akhirnya toko buku menjadi tempat pilihan bagi Yuka untuk menghibur hati Kobato. Di sana Kobato memilih buku berjudul Cinderella Liberty, yang berisi foto-foto yang memperlihatkan pemndangan musim semi yang sangat indah. Sayangnya kebahagian Kobato tak berlangsung lama, Sadakuni segera mengetahui keberadaan Cinderella Liberty dan karena dianggap menggangu konsentrasi Kobato sebagai pelindung keluarga akhirnya secara paksa buku itu direbutnya bahkan merobek setiap lembarannya. Dunia Kobato kembali menjadi abu-abu.

Semua itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Sekarang beban yang dirasakan Kobato kini lebih ringan. Dua guna guna, Zanju dan Kanju, yang selama ini bersarang di jari terlunjuk dan kelingkingnya telah hilang. Kini tinggal tiga guna guna yang tersisa. Semua itu berkat usaha Yamato yakin bahwa guna guna yang dimiliki Kobato hanya akan membawa kesengsaraan kepada diri adiknya. Tentunya tak lepas dari bantuan Shiro dan Konomi.

Hari ini, Shiro dan Konomi akan datang ke rumahnya. Kobato menunggu waktu yang telah disepaki untuk menjemput mereka di stasiun. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Yuka. Tak diduga, gais pelayan yang gaya nyentriknya tak berubah itu memberinya kejutan. Seekor anak anjing berwarna hitam keunguan dihadiahkan untuknya. Anak anjing yang baru berusia dua bulan itu ternyata tidak bereaksi seperti semua penghuni kebun binatang. Hal itu mungkin disebabkan karena dua Guna – guna ditangan kanan Kobato telah hilang. Untuk pertama kalinya, Kobato berhasil menyentuh binatang yang oleh Yuka diberi nama Nihonkai, yang berarti Laut Jepang.

Berita kehadiran Nihonkai segera diketahui oleh dua kakak beradik, Shiro dan Konomi. Mereka pun segera membantu mengatasi masalah yang timbul ketika rasa gembira Kobato meluap. Haju, salah satu guna-guna yang masih tersisa akan keluar secara tiba tiba.

Sayangnya kegembiraan yang dirasakan oleh Kobato harus berakhir ketika Sadakuni mengetahui bahwa dua guna guna ditangan kanannya menghilang. Sadakuni berjanji akan mengatur waktu yang tepat untuk menanamkan guna – guna baru. Seperti yang telah dilakukan pada buku Cinderella Liberty, kini giliran Nihonkai yang dilukai oleh Sadakuni. Kobato tak punya pilihan lain.

Pada hari upacara penanaman guna-guna dimulai, Kobato memakai baju Miko yang lengkap. Dia bersama seorang perantara guna-guna yang mengenakan jubah hitam.Ahli guna guna mengikat pergelangan tangan Kobato yang merupakan tanda bahwa upacara segera dimulai

Karena tak rela melihat Kobato menderita laig karena guna-guna, Yuka tak tinggal diam. Ia segera menghubungi Shiro dan Konomi untuk membatalkan upacara. Bahkan ia mengajak ibu Mito, yang tak lain ternyata kakaknya. Namun rencana untuk menggagalkan upacara tersebut tidaklah mudah. Sadakuni telah menyiapkan pasukan khusus untuk melindungi upacara tersebut. Bahkan berpesan untuk menyingkirkan para pengganggu. Shiro, Yuka, Konomi dan Ibu Mito harus berjuang keras untuk menyelamatkan Kobato.

The Curse Bearer 4 : Saving Kobato
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 4)
Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo