Sunday, January 6, 2008

Review: Enchanted Inc. - Shanna Swendson

Katie Chandler selalu mendengar bahwa New York adalah kota yang ajaib, tapi cewek kota kecil ini tak pernah menyangka sampai ia tinggal di sana. Ke mana pun matanya memandang, ia melihat sesuatu yang ganjil, dan Katie takut ia jadi gila.

Tahu-tahu, Katie mendapat tawaran pekerjaan dari Magic, Spells, and Illusions, Inc., perusahaan yang memproduksi mantra untuk dunia sihir. Barulah Katie tahu bahwa dunia sihir memang nyata. Dari atasannya yang monster sungguhan, peri bersayap, kepala departemen yang superganteng, sampai cowok-cowok yang disihir menjadi kodok.

Semua nyata.

No such thing like magic.

Kalimat itu sepertinya yang terus diucapkan Kathleen Chandler berulang ulang setiap kali melihat hal-hal ganjil saat berada di luar. Ia tak pernah memberikan reaksi berlebihan ketika seorang wanita bersayap seperti peri ataupun pria dengan telinga lancip milik elf melintas di depannya. Walau ia mengakui sedikit kaget ketika melihat gargoyle tersenyum kepadanya. Tak satupun hal – hal aneh itu yang diceritakan kepada teman – temannya, karena Katie tidak ingin dianggap gila. Lagipula ia tak punya banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Tugasnya sebagai asisten Mimi, boss yang dianggapnya berkepribadian ganda itu, sudah cukup membuatnya pusing. Bukan sekali dua kali ia berpikir untuk mengundurkan diri, namun ia belum menemukan pekerjaan lain.

Sampai suatu hari ada dua orang pria, yang memperkenalkan diri sebagai Rod dan Owen, menawarinya pekerjaan di Magic, Spell and Illusions, Inc, sebuah perusahaan yang memproduksi mantra dan memasarkannya di toko-toko sihir. Selama ini ternyata mereka mengetahui bahwa Katie kebal terhadap sihir dan merasa Katie adalah orang yang akan sangat membantu kelancaran bisnis mereka. Tak ada alasan lain bagi Katie untuk menolak , apalagi melihat tingkah Mimi yang semakin keterlaluan.

Hari pertama kerja di MSI membuat Katie sadar bahwa ia harus terbiasa dengan peri, gnome, elf dan berbagai mahluk sihir lainnya, berkomunikasi dengan bola kristal dan hal-hal lain yang berhubungan dengan sihir. Hari berikutnya Katie baru mengetahui CEO MSI adalah Merlin yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku. Dari autobiografi yang dibacanya ia akhirnya tahu bahwa satu-satunya alasan mengapa Merlin kembali ke MSI adalah karena perusahaan ini menghadapi masalah serius.

Saya mau kerja di MSI. Setidaknya para tenaga para muggle juga dibutuhkan di perusahaan ini. Sayangnya tidak punya kemampuan seperti Katie dan beberapa orang yang kerja di bagian verifikasi. Hiks...yah, yang dibilang ma pamannya Harry Potter memang benar, no such thing like magic. Tapi membayangkan jadi bagian dari dunia sihir sangat menyenangkan. Setidaknya itu yang saya rasakan setiap kali membaca buku yang berkaitan dengan sihir. 
Walau setiap buku menciptakan dunia penyihir yang berbeda beda dan kadang tak berhubungan sama sekali namun tetap saya akui bahwa sihir memiliki daya tarik tersendiri. Saya percaya kalau Shanna Swendson, sang pengarang juga merasakan hal yang sama.
Berbicara mengenai cerita ini sendiri, bab – bab pertama menarik banget tapi begitu masuk pertengahan saya jadi nggak begitu semangat bacanya. Rasanya ada hal yang tiba – tiba menghilang. Sayangnya lagi tidak ada satupun spell yang dituliskan padahal ada adegan yang memperlihatkan kebolehan para penyihir. Tapi untuk tahu nambah referensi tentang dunia sihir di kota New York buku ini tetap layak untuk dibaca. Setidaknya buku ini tetap membuat saya ingin menjadi bagian dunia sihir. Hihihi..

Enchanted Inc.
Penulis: Shanna Swendson
Alih Bahasa : Pepi Smith
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, September 2007

Tebal : 408 hlm