Monday, February 4, 2008

Review: A Dog's Life - Ann M. Martin


Sejak ditinggal oleh ibu, Squirrel dan kakaknya, Bone, memutuskan untuk memulai petualangannya sendiri. Mereka pun meninggalkan gudang milik keluarga Merrion.
Mencari makanan untuk mengenyangkan perutnya sampai mencari tempat untuk berlindung ternyata tak semudah yang dipikirkannya. 

Kehidupan di luar ternyata tak cukup ramah menyambut anjing-anjing kecil. Mereka hanya bertahan beberapa hari bersama Marcy dan George sebelum akhirnya dilemparkan dengan kasar ke jalanan. Dua wanita yang melihat kejadian itu segera menghampiri mereka berdua. Sayangnya mereka hanya mengambil Bone. Squirrel berusaha menyusul kedua wanita yang membawa kakaknya, namun kondisi tubuh tak kuat akibat menumbuk aspal dengan keras saat dibuang oleh George tadi. Kini ia benar –benar sendiri. 

Haus dan lapar ternyata jauh lebih besar dari rasa kesunyian dan kesepian yang menghantuinnya. Dengan mengandalkan penciumannya, bunyi yang berasal dari perutnya dapat diredam. Walau itu berarti Squirrel harus mengorek-orek tempat sampah. Penciumannya jugalah yang menentukan kemana kakinya harus melangkah.
Suatu hari ia bertemu dengan seekor anjing bernama Moon. Pertualangan barupun dimulai bersama anjing yang wajah dan bulunya sama seperti Bone, dari mengais-ngais makanan sampai berkelahi dengan sekelompok anjing. 

Sayangnya seperti ibu dan Bone, Moon juga akhirnya meninggalkan 
Squirrel. Sepertinya ia ditakdirkan untuk hidup sendiri. Ia sempat berpikir, keluarga Becker akan menjadi tempat terakhirnya. Sayangnya keluarga ini tak benar – benar memperhatikannya. Tak jarang ia harus mencari makan dan minum sendiri karena nyonya Becker lupa memberinya makan. Ketika musim panas berakhir, ia memutuskan untuk kembali mengembara.
 
Ternyata tak hanya kucing liar yang susah untuk dijinakkan. Hal yang sama juga terjadi pada anjing. Setidaknya itu yang saya ketahui setelah membaca petualangan Squirrel dalam usahanya untuk bertahan hidup. Mungkin juga karena mereka terlalu banyak dikecewakan oleh manusia.

Wajar saja jika saya sudah melupakan bagaimana karakter seekor anjing. Karena dibandingkan dengan kucing, anjing hanya beberapa tahun menjadi peliharaan keluarga saya. Banyak dari mereka yang hilang, kami mencurigai diculik oleh pria-pria yang bersenjatakan karung goni dan pentungan. Saat itu penculikan anjing memang sedang marak. Anjing tetangga juga banyak yang raib. Yang paling menyedihkan adalah salah satu dari mereka mati karena kecelakaan. Sejak kehilangan anjing berwarna coklat itu, tak ada lagi suara guk-guk yang terdengar di rumah. 

Petualangan Squirrel benar – benar menyedihkan. Mungkin seperti itulah hidup anjing-dan kucing liar. Dunia ini memang sangat kejam untuk hewan-hewan seperti mereka. Beruntunglah kucing dan anjing yang bertuan. Karena tak perlu mengais – ngais makanan di tumpukan sampah yang banyak terlihat di jalan-jalan. 

Walaupun mungkin saja anjing dan kucing liar di luar sana tak pernah punya pikiran seperti Squirrel, tapi tetap saja menyedihkan. 

A Dog’s Life
Judul Indonesia: Kisah Seekor Anjing; Autobiografi Anjing Terlantar
Penulis: Ann M. Martin
Penerjemah : Tanti Lesmana
PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, Agustus 2006
Tebal : 216 Hal