Tuesday, March 4, 2008

Review: James and the Giant Peach - Roald Dahl


 
Dahulu kehidupan James Henry Trotter sangat menyenangkan. Selain tinggal bersama kedua orang tuangnya di pinggir laut, Ia juga memiliki teman yang dapat diajak bermain. Semuanya berubah ejak kecelakaan tragis yang menimpa kedua orang tuanya di London ketika sedang berbelanja. James Henry Trotter harus tinggal bersama kedua bibinya, Bibi Sponge dan Bibi Spiker, di rumah reyot yang aneh di puncak bukit di selatan inggris.

Kehidupan James di puncak bukit ini jauh berbeda saat tinggal di pinggir laut. Bibi Sponge dan Bibi Spiker benar benar kejam. Makhuk kecil menjijikan, anak jorok, bocah menyebalkan adalah panggilan mereka untuk James. Tak jarang mereka memukul bahkan membiarkan James kelaparan. Selama tiga tahun l tinggal bersama mereka, hidup James benar – benar sengsara.

Tak banyak yang berubah dari kehidupan James sampai suatu hari ketika ia bertemu seorang pria tua. Pria itu memberikannya sebuah kantong berisi benda kecil berwarna hijau. Tak lupa ia memberitahu apa yang harus dilakukan James dengan isi kantung yang akan memberikannya keajaiban yang mengubah hidupnya, seakan tahu bahwa selama ini hidup anak laki laki dipenuhi kesengsaraan.
Mendengar semua yang dikatakan sang pria tua, James segera berlari ke arah dapur. Sayangnya di tengah jalan, kakinya tergelincir sehingga semua isi kantong itu jatuh berserakan. James tak sempat menyelamatkan satupun karena dengan cepat benda benda kecil itu menghilang di dalam tanah. Ia tak dapat berbuat banyak. 

Walaupun keajaiban tak terjadi pada dirinya, ia tahu benda hijau itu akan bereaksi pada sesuatu. Tak butuh waktu lama untuk melihat hasilnya. Buah persik di halaman tiba-tiba saja berubah menjadi sangat besar. Tentu saja semua itu tidak luput dari perhatian kedua bibinya. Awalnya Bibi Sponge berencana untuk memakan buah raksasa itu, tapi oleh Bibi Spiker, buah raksasa itu dijadikan sesuatu untuk meraup uang dari penduduk sekitar. Dalam sekejap uang pun mengalir dalam kantung- kantung mereka. Karena buah persik raksasa itu benar benar membut banyak orang penasaran. 

Walau berlimpahan uang, James dibiarkan kelaparan. Bahkan anak laki laki itu diusir keluar karena mereka tak ingin mendapat gangguan saat menghitung hasil yang mereka dapatkan hari itu. 

Di luar rumah, ia dapat melihat buah persik raksasa itu menjulang tinggi melibih segalanya. Seakan memiliki daya sihir, James mulai berjalan perlahan ke arah buah persik. Ketika menempelkan pipinya pada kulit lembut bua persik, saat itulah ia melihat lubang besar pada sisi bawah. Dengan perlahan ia pun masuk ke dalamnya. Ketika sampai dibagian tengah, dengan jelas ia mendengar suara seseorang. tak pernah disangka, suara itu ternyata berasal dari seekor belalang yang ukurannya jauh lebih besar dari ukuran normal. James ssangat terkejut melihat serangga itu tidak sendirian, disamping belalang, ada laba-laba besar, Kepik raksasa, Lipan dan cacing tanah, bahkan ulat sutera. Dan yang membuatnya semakin ketakutan adalah ketika mengetahui bahwa semua binatang itu kelaparan

James and the Giant Peach
(James dan Persik Rasasa)
Penulis: Roald Dahl
Alih Bahasa: Popy Damayanti Chusfani
Penulis: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I: September 2006
Tebal: 192 hlm