Wednesday, May 28, 2008

Review: Heretic - Sarah Singleton


Selalu menjadi hal yang menarik perhatian saya ketiak sebuah buku diangkat dengan latar belakang sejarah. Walau cerita didalamnya hanya pengembangan fakta di masa lalu, namun memberi nilai tersendiri pada setiap babnya. apalagi yang menjanjikan petualangan yang menegangkan . Seperti yang ditulis oleh Sarah Singleton dalam buku yang satu ini. Dengan sampul berwarna coklat dengan gam,bar yang cukup suram seperti menjadi gambaran bagaimana cerita yang ada di dalamnya.
Tahun 1527, pemasalahan antara Gereja dan kerajaan Inggris mencuat ke permukaan. Hal ini disebabkan karena permintaan Raja Henry VIII pada Paus, pemimpin Gereja Katolik Roma, mengabulkan permintaan cerainya kepada istirinya karena tidak bisa memberinya putra, ditolak. Sejak saat itu, Raja Henry memutuskan dengan Gereja Katolik. Bahkan menutup delapan ratus biara. Bertahun tahun setelah itu pergolakan terus terjadi. Di masa pemerintahan berikutnya, sekitar dua ratus pastor dan umat Katolik dieksekusi.
Elizabeth, anak perempuan yang besar dikeluarga yang memeluk agama yang bertentangan dengan kerajaan tentu tak bisa bernafas dengan lega. Ayah memutuskan untuk meninggalkan rumah demi kepentinagn bisnis dan kakaknya Robert belajar di Universitas. Otomatis kehidupan keluarganya tidak berjalan seperti bagaimana mestinya. Terlebih karena mereka harus membayar denda pada kerajaan. Mau tak mau mereka harus menghemat untuk dapat terus hidup. Elizabeth pun memutuskan untuk membantu keluarganya bekerja di sebuah rumah bangsawan
Beruntung Lady Catherine, wanita bangsawan sekaligus majikan di tempat Elizabeth bekerja, menyukainya. Tugas yang dilakukan Elizabeth tidaklah seberat pelayan umumnya. Terkadang yang perlu dilakukannya hanyalah mengobrol dengan sang Lady.
Setiap hari Elizabeth berjalan setengah kilometer untuk sampai di bukit Spirit, rumah bangsawan itu berada. Suatu hari dalam perjalanan pulang ia menemukan makhluk berkulit hijau di hutan. Tak disangka ternyata ia adalah seorang gadis yang seumuran dengannya. Gadis itu mengenalkan diri sebagai Isabella.
Dari cerita Isabella, Elizabeth tahu bahwa gadis itu bersembunyi dari kejaran orang- orang yang menuduhnya sebagai penyihir. Banyak hal yang mengejutkan dari cerita Isabella. Seperti halnya gadis misterius ini, Elizabeth juga sebenarnya memiliki satu rahasia besar yang jika terbongkar akan berakibat fatal bagi keselamatan ibu dan adiknya. Tentu saja dirinya sendiri. Bersama Isabella, Elizabeth pun mencari cara untuk menyelamatkan diri.
Setelah The Century, ini buku kedua Sarah Singleton yang saya baca. Tak berbeda dengan buku sebelumnya, cerita kali ini pun sangat gelap. Bakan dari sampul depan buku hal tersebut tergambar denga jelas. Sayangnya warna sampul yang tidak jauh berbeda dengan buku sebelumnya. Seakan tidak ada variasi di dalamnya. entah apakan ingin memberi tahu kepada para pembaca bahwa cerita yang ada di kedua buku sama – sama memberikan al yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Seperti halnya The Century, terdapat beberapa bagia dalam buku ini yang menceritakan sesuatu yang cukup mengerikan untuk divisualisasikan. Sehingga tentunya saja klimaks dari buku juga bergenre fantasi ini tetap menjadi hal yang menarik untuk dituntaskan.

HERETIC
Penulis: Sarah Singleton
Alih Bahasa: Poppy Damayanti Chusfani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Oktober 2007
Tebal: 328 Hal