Friday, June 6, 2008

Little Indiscretions (Rahasia Sang Koki)


Little Indiscretions
Judul Indonesia: Rahasia Sang Koki
Penulis: Carmen Posadas
Penerjemah: Lina Susanti
Cetakan: I,Februari 2007
Penerbit: Bentang
Tebal: 330 + X


Ketika melihat sampul depan buku ini dan membaca judulnya terasa ada yang janggal dan membuat saya bingung dan bertanya- tanya. Apakah hubungan koki dengan sebuah rumah besar nan megah itu serta seorang wanita berambut pirang? Karena dari judulnya, yang saya bayangkan adalah makanan-makanan yang dibuat oleh sang koki yang menjadi bagian dalam setiap bab di dalam buku ini. Deskripsi tentang makanan dalam sebuah buku memang selalu menarik perhatian saya. Apalagi jika sang penulis piawai dalam menggambarkan kelezatannya.

Banyak spekulasi yang saya buat sebelum akhirnya menemukan jawaban dan mengerti alasan pemilihan rumah dan wanita sebagai sampul depan.

Mulberry & Mistletoe adalah nama sebuah katering milik Nestor Cheffano yang juga merangkap sekaligus sebagai sang koki. Semua orang tahu kelezatan pai yang dibuatnya. Tak hanya pai, semua masakan yang dibuatnya membuat setiap orang bertanya – tanya apa rahasia dibalik kelezatan makanan yang baru saja mereka cicipi.

Tak heran ketika Ernesto Teldi dan istrinya Adela memutuskan untuk menggunakan jasa katering milik Nestor untuk pesta yang akan berlangsung di salah satu rumah milik mereka rumah mereka, The Lilies. Pesta ini benar- benar penting bagi keduanya terutama Ernesto. Sehingga tak hanya dari makanan, bahkan setiap sudut di The Lilies harus dibuat sesempurna mungkin. Karena tamu yang akan datang adalah tamu – tamu istimewa.

Dengan bantuan Carlos, Karel dan Chloe, para stafnya, Nestor dengan mudah menyiapkan semua masakan yang seeblumnya telah didiskusikan dengan Adela, sang nyonya rumah. Tak heran jika setiap tamu benar – benar menikmati semua sajian. Masak memasak memang sudah menjadi keahlian Nestor. Semua resep- resep rahasia kelezatan makanan coba dirangkumnya dalam sebuah catatan kecil.

Siapa sangka pagi itu setelah pesta usai, oleh Karel, Nestor ditemukan tak bernyawa di sebuah ruang pendingin. Ruangan yang bertemperatur tiga puluh derajat di bawah nol membuat tubuhnya membeku. Terlihat jelas bahwa Nestort berjuang keras untuk keluar. Sayangnya baru berjam-jam kemudian pintu ruang pendingin itu terbuka.

Pertanyaan yang tersisa, siapakan pelaku yang tega membiarkan kejadian mengerikan ini terjadi pada sang koki yang saat itu memutuskan dan meminta stafnya untuk tetap tinggal di The Lilies sampai keesokan harinya. Ernesto Teldi sang pedagang seni beserta Adela, istrinya, Serafin Tous salah satu tamu Adela yang juga memutuskan untuk menginap, Chloe yang terus menerus mendesak Nestor untuk memperliatkan catatan kecilnya, Carlos yang telah bekerja sekian tahun dengannya ataukah Karel yang menemukannya pertama kali terbaring di ruang pendingin dengan mata terbuka lebar penuh takjub?

Yang jelas beberapa penghuni The Lilies saat itu punya motif untuk membunuh Nestor. Mereka punya alasan kuat untuk menyingkirkan sang koki. Tak hanya karena mereka tahu bahwa Nestor mengetahui beberapa hal dari masa lalu, yang bila terungkap ke publik akan menghancurkan kehidupan yang telah mereka bangun bertahun – tahun lamanya, namun juga hanya karena masalah sepele.

Ternyata tak hanya sampul yang membuat saya sedikit bingung, isi di dalamnya pun tak jarang membuat saya kewalahan. Karena alur dalam buku ini berganti dengan begitu cepat. Catatan kaki untuk beberapa istilah juga sedikit menggangu. Pada dasarnya saya memang tak pernah menyukai catatan kaki. Mengapa penjelasan untuk istilah – istilah tersebut tidak digabungkan menjadi satu dengan kalimat yang lain? Ataukah memang dalam bahasa indonesia tak terdapat padanan kata untuk semua istilah asing tersebut?

Karakter setiap tokoh di dalamnya dipaparkan dengan jelas. Walau ada bagian dari paragraf tersebut yang saya harus baca beberapa kali untuk mengerti maksudnya. Walaupun akhirnya saya mengetahui garis merah yang menghubungkan setiap tokoh. Satu demi satu misteri terungkap. Semua rahasia terungkap yang ternyata secara langsung ataupun tidak mengaitkan Nestor di dalamnya. Konyol rasanya jika harus kehilangan nyawa hanya karenanya.

Di dalam buku ini juga terlihat begitu banyak prasangka yang menuntun setiap tokoh merasakan kegelisahan yang sangat. Mungkin faktor itupula yang menggerakan mereka untuk menyusun rencana menyingkirkan sang koki.

Cerita tragis ini membuat saya teringat dengan serial- serial pendek misteri yang sempat diputar di TV beberapa tahun lalu. Mungkin kalau tema cerita ini dimasukkan dalam serial singkat itu akan menghasilkan cerita yang menarik.