Thursday, July 24, 2008

Review: Tourist Trap - Charles Ogden




Tak banyak yang mengetahui sejarah Nod’s Limbs, kota kecil tempat Edgar dan Ellen tinggal. Bertahun – tahun berlalu ketika seorang lelaki bernama Nod untuk pertama kalinya membangun sebuah pabrik lilin. Puluhan orang berdatangan untuk bekerja di pabrik miliknya. Entah berapa lama yang dibutuhkan sehingga pabrik milik Nod menjadi penyedia lilin tervesar di wilayah tersebut. berita kesuksesannya mendatangkan lebih banyak pendatang. Satu demi satu pekerja memilih tinggal dibanding bolak balik ke daerah asal mereka. Sehingga munculah pemukiman di tepian Sungai Deras yang akhirnya berubah menjadi kota kecil Nod’s Limbs.

Walau dianggap memiliki jasa besar dalam sejarah kota kecil tersebut, tak sedikitpun Mr Nod berniat untuk menjadi mengurus kota tersebut. Karena yang ada dipikirannya hanya satu, bagaimana memperluas dan mengembangkan pabrik lilin miliknya. Sehingga penduduk memutuskan untuk memilih Thadeus Knightleigh, pemiliki kedai yang pintar bergaul sebagai walikotaa., yang nampaknya dijadikan sebagai warisan keluarga. Hingga tak heran jika saat ini walikota yang menjabat masih keturunan Knightleigh, yang juga tak lain adalah Ayah Stephanie, musuh bebuyutan Ellen sejak TK.

Walaupun kecil, Nod’s Limbs memiliki beberapa tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Itu semua karena dari tahun ke tahun para Walikot Knightleigh tidak pernah berhenti mengadakan pembangunan. Tahun ini pun walikota telah merencanakan sesuatu untuk membuat Nod’s Limbs dan tentu saja dirinya dikenal oleh dunia luar.

Sebelum mengumumkan rencananya ke semua wara kota, Walikota Knightleigh bersama kedua anaknya, Stephanie dan Miles, mengunjungi lokasi yang akan diubahnya menjadi tempat yang lebih menarik. Mengejutkan! Tempat yang mereka pilih adalah tempat pembuangan sampah yang berada tak jauh dari kediaman Edgar dan Ellen.

Tentu saja hal ini membuat Edgar dan Ellen menjadi sedikit gusar dan bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan dengan Kuburan Perkakas. Tempat Pembuangan sampah sangat berarti bagi kedua anak kembar. Di sana mereka bisa memperoleh semua perangkat yang mereka butuhkan dalam menjalankan misi Schadenfreude yang berarti “kesenangan datang dari penderitaan orang lain”.

Keesokan harinya, bertepatan dengan berkumpulnya seluruh warga kota di Balai Kota, Edgar dan Ellen menyusup ke dalam kantor Walikota. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan apa yang mereka cari. Lembaran demi lembaran yang berisi rencana sang walikota tak satu pun yang mereka lewatkan. Tempat Pembuangan Sampah atau Kuburan Perkakas mereka akan segera direkonstruksi menjadi Hotel Knightleigh. Beberapa orang – orang penting dari luar juga akan diundang ke Nod’s Limbs. Mereka nantinya akan membantu sang walikota untuk menjalankan rencananya. Parade besar – besaran juga akan diadakan untuk membuat semua orang penting tersebut terkesan. Termasuk mengunjungi tempat – tempat bersejarah Nod’s Limb. Yang diakui kepada seluruh warga kota sebagai usaha untuk memajukan pariwisata Nod’s Limbs

Berang! Itulah yang dirasakan oleh Edgar dan Ellen. Karena tak hanya akan kehilangan Kuburan Perkakas namun mereka juga akan kehilangan Berenice, tanaman pemakan serangga kesayangan Ellen. Sehingga tak ada cara lain kecuali menggagalkan semua rencana sang walikota. Kedua kembar beracun kembali beraksi dengan rencana gila mereka.

Buku kedua dari serial Edgar & Ellen ini tak kalah menarik dengan buku pertama mereka The Rare Beast. Jauh lebih seru malah. Ilustrasi yang keren juga turut melengkapinya membuat saya ingin membaca kisah – kisah mereka berikutnya. Dari buku kedua ini juga makin banyak hal yang baru yang terungkap tentang Edgar dan Ellen.

Yang mengherankan buku ini tetap terdapat beberapa endorsement yang jumlahnya malah bertambah banyak dibandingkan buku pertama. Semua edorsement menurut saya tidak perlu lagi ditampilkan. Karena saya yakin orang – orang yang telah mengetahui keberadaan kembar beracun di buku pertama tidak akan melewatkan seri – seri mereka berikutnya. Kecuali mata mereka memang tak dapat melihat sesuatu yang sangat menarik dari ceritanya. Setidaknya keyakinan saya beralasan. Baik Rare Beast maupun Tourist Trap yang saya dapatkan merupakan buku cetakan ke II. Ya mungkin saja, Penerbit Matahati pasti punya alasan kuat dibalik pencantuman semua endorsement tersebut.

Walau demikian semua endorsement yang mengambil jatah resensi singkat buku itu tidak mengurangi asyiknya buku yang satu ini. bahkan rasanya tak sabar untuk melahap buku berikutnya.

Edgar & Ellen: Tourist Trap
Penulis: Charles Ogden
Penerjemah: Eka Santi Sasoni
Penerbit: Matahati
Cetakan: II, November 2007
Tebal: 208 hlm

1 comment:

Anonymous said...

Kira2 dimana aku bisa beli buku itu? Di gramedia ada gak?