Thursday, August 28, 2008

A Father’s Affair


A Father’s Affair
Judul Indonesia: Anakkukah Kau, Anakku?
Penulis: Karel Glastra Van Loon
Penerjemah: Jugiarie Soegiarto
Penerbit: PT Serambi Ilmu Utama
Cetakan: I, April 2006
Tebal: 366 hlm

Dari judul indonesia yang terdapat di sampul depan, saya langsung tersenyum simpul. Anakkukah Kau, Anakku? Pertanyaan yang sungguh absurb. Namun bukan hal yang mustahil dikemukakan oleh seseorang. Bermacam dugaan timbul dari pertanyaan tersebut. Tentunya semua hanya bisa terjawab ketika melahap habis buku ini hingga halaman terakhir.

Adalah Armin, seorang pria yang yang hidup bersama anaknya Bo.Istrinya, Monika, telah lama meninggal. Saat itu Bo masih berusia 3 tahun. Walau sempat terpuruk karen kehilangan wanita yang sangat dicintainya, Armin tahu bahwa ia harus terus melanjutkan hidup. Setidaknya untuk Bo, anak yang kini berusia 13 tahun.

Bertahun – tahun setelah kepergian Monika, kehidupan Armin besama Bo dilengkapi dengan kehadiran Ellen, sahabat Monika sekaligus kekasih baru Armin. Hari – hari bahagia pun akhirnya kembali. Sampai kunjungan Armin dan Ellen ke dokter yang menyatakan bahwa Armin mandul. Tak perlu bertanya bagamaina perasaan Armin saat mengetahui kenyataan itu. Karena bukan hanya tak dapat mewujudkan mimpinya bersama Ellen untuk memiliki anak, namun juga karena ia kini tahu bahwa ia bukanlah ayah dari Bo, anak laki –laki yang sangat disayanginya. Yang tak kalah menyakitkan adalah pengkhianatan Monika.

Rasa terpukul yang dirasakan Armin juga menyeretnya pada rasa ingin tahu siapakah sebenarnya ayah biologis Bo. Bukan hal yang mudah. Tidak hanya karena tidak mungkin bertanya pada Monika sebagai satu – satunya kunci dari beribu pertanyaannya dibenaknya dan tak ada cara lain kecuali menulusuri masa lalu yang penuh liku.

Kali ini judul yang aneh ternyata mengiring saya pada cerita yang aneh pula. Bahkan akhirnya membuat saya benci dengan setiap tokoh di dalamnya. di dunia mereka, kata cinta seperti tak berarti. Ikatan pernikahan tak menghalangi mereka untuk memulai hubungan dengan pria ataupun wanita lain. Bahkan semuanya terjadi dengan begitu mudahnya. Atau mungkin memang seperti itulah gambaran yang terjadi di luar sana? Entahlah.

Yang jelas keanehan ternyata tak berhenti. Dari lembaran terakhir, buku ini ternyata mendapat beberapa penghargan. Salah satunya adalah The Generale Bank Literature Prize. Bahkan buku ini telah di terjemahkan dalam 31 bahasa termasuk bahasa indonesia dan dijual di 35 negara. Tak heran jika akhirnya buku ini di film di tahun 2003. Sayangnya tak ada berita lebih lanjut apakah film adaptasi tersebut mengikuti kesuksesan bukunya.