Tuesday, January 27, 2009

Review: Cosmo and The Magic Sneeze - Gwyneth Rees




Satu lagi buku yang bercerita tentang kucing. Kali ini sedikit istimewa karena kucing kali ini adalah kucing penyihir. Kucing penyihir yang tidak hanya mendampingi para penyihir saat naik di sapu terbang, tapi kucing yang membantu mereka menyiapkan ramuan ajaib. Ramuan yang dibuat para penyihir kwbanyakan membuukan bersin kucing untuk membuatnya berkhasiat. Sayangnya tidak semua kucing memiliki darah penyihir didalam tubuhnya. Untuk mengetahuinya, ia harus dites terlebih dahulu

Adalah Cosmo, anak kucing yang berusia enam bulan, menjadi sangat gugup karenanya. Ya, hari itu Cosmo akan menjalani satu tes yang menentukan apakah dirinya adalah seekor kucing penyihir seperti ayahnya,Mephisto. Sebenarnya ia tidak perlu serisau itu jika ibunya adalah seorang penyihir. Sayangnya India, ibu Cosmo, hanyalah seekor kucing putih biasa, yang saat itu juga merasakan kekhawatiran yang sama dengan anaknya. Ia tidak ingin mengecewakan suaminya.

Beruntung, ketika tes dilakukan oleh Sybil, penyihir yang selama ini menjual ramuan dengan bantuan Mephisto, menunjukan bahwa Cosmo adalah kucing penyihir dengan persentase delapan puluh persen. Tidak hanya Cosmo dan India, Mephisto pun ega mengetahui hasilnya. Terlebih lagi Sybil, ia bakan bersorak gembira. Karena kini ia tidak hanya punya satu kucing tapi dua kucing penyihiri sekaligus.

Walau telah resmi menjadi kucing yang akan membantu Sybil dengan bersinnya, namun Cosmo tidak merasakan rasa nyaman ketika berada di dekat wanita yang penampilannya memang mengerikan. Setidaknya ia ingin bisa bekerja seperti ayahnya yang dengan tenangnya mengerjakan semua yang diinginkan Sybil.

Sebenarnya, yang dirasakan oleh Cosmo ada benarnya. Karena Sybil memang bukan penyihir yang baik. Sebaliknya Sybil adalah penyihir yang jahat, kejam, culas dan licik. Tidak jarang, ramuan yang dibuatnya digunakan untuk menipu para pelanggannya. Beruntung ada para penyihir pengawas yang selalu memperhatikan tindak tanduk Sybil sehingga semua kecurangannya bisa ditekan.

Suatu hari kekhawatiran Cosmo semakin besar, ketika ia mengetahui bahwa Sybil sedang membuat ramuan rahasia berdasarkan petunjuk yang didapatkan dari ibunya, Euphemia, penyihir yang jauh lebih jahat. Cosmo dibantu oleh ibunya dan sahabatnya Mia mencoba menyelidiki apa yang hendak dibuat oleh Sybil. Semuanya benar- benar membuatnya bingung sampai suatu hari ia melihat kardus yang berisi banyak anak kucing.

Pertanyaan demi pertanyaan Cosmo kini terjawab. Sybil ternyata akan menggunakan anak kucing dalam ramuan rahasianya. Bahkan Sybil pun dengan lantang mengatakan tidak akan segan – segan menggunakan Cosmo. Anak kucing kecil itu mulai panik. Bagaiman amungkin Sybil berkata demikian, padahal semua orang tahu bahwa para penyihir tidak diperbolehkan menyakiti kucing penyihir, jika tidak ingin lenyap menjadi asap.

Walau bukan buku pertama yang menuliskan tentang kucing penyihir, namun ini pertama kalinya sang kucing penyihir dijadikan karakter utama. Ilustrasinya juga lucu. Melihat ilustrasi itu, saya dibuatnya rindu untuk mengelus kucing lagi. Punya kucing memang menyenangkan, walau mereka bukan kucing penyihir sekalipun. Di buku ini ternyata untuk memahami bahasa kucing, penyihir juga harus belajar. Tidak seperti Sabrina, The Teenage Witch, yang sejak pertama kali sadar bahwa ia penyihir bisa langsung mengerti bahasa kucing. Apa karena kucingnya yang pintar sampai ia bisa bicara bahasa manusia? Entahlah. Yang jelas kucing – kucing penyihir di buku ini jauh lebih pintar dari kucing ungu milik Hermione, Crookhanks. Yang hanya diam seribu bahasa. Hihihi...
Rasanya tidak sabar memiliki buku – buku yang bercerita tentang kucing lagi. 

Cosmo and The Magic Sneeze
Judul Indonesia: Cosmo dan Bersin Ajaib
Penulis: Gwyneth Rees
Penerjemah: Dini Pandia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, September 2008
Tebal: 192 hlm