Wednesday, February 4, 2009

Namaku, Grace Aja!


Namaku, Grace Aja!

Judul Asli: Just Grace

Penulis: Charise Mericle Harper

Penerjemah: Maria Masniati Lubis

Penerbit: Atria

Cetakan: II, Agustus 2008

Tebal: 112 hlm


Tahun ajaran baru tiba. Sekarang Grace duduk di kelas tiga. Hal yang menyenangkan adalah bisa sekelas dengan Mimi, saabatnya sejak kecil. Yang menyebalkan, ia harus menerima panggilan paling konyol selama setahun atau bahkan selamanya. Semua itu dikarenakan ada tiga anak perempuan lainnya yang juga memiliki nama depan yang sama. Jika yang lain akan dipanggil dengan Grace W, Grace L, Grace F, ia akan dipanggil “Grace Aja”. Bukannya “Grace” aja seperti yang diinginkannya. Grace sangat sedih karenanya.


Cerita meyedihkan ini pun akhirnya diceritakan pada Augustine Dupre, seorang wanita Perancis yang tinggal di basement rumahnya. Grace sangat menyukai wanita yang bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan ini. Karena Augustine Dupre bukan hanya pendengar yang baik, ia juga selalu mampu membuat orang lain merasa lebih baik.


Setelah selesai bercerita mengenai insiden di kelas, sebagai gantinya Augustine Dupre menceritakan satu cerita sedih pada Grace. Menurutnya, terkadang mendengarkan suatu cerita yang sangat sedih, membuat kisah sedih kita sendiri terasa tidak terlalu menyedihkan.


Cerita sedih Augustine Dupre ternyata berkaitan dengan Mrs Luther, tetangga sebelah rumah Grace, yang baru – baru ini jatuh dari tangga sehingga kakinya patah dan harus menggenakan gips. Parahnya lagi, ia kini harus kehilangan kucingnya, Crinkles. Karena saat jatuh, ia nyaris menimpa Crinkles, yang sekarang takut padanya. Selain itu, Crinkles juga tak menyukai gips berwarna jingga yang dipilih Mrs Luther.


Mengetahui cerita sedih mengenai Mrs Luther, mendadak kesedihannya akibat kejadian Grace Aja disekolah menjadi tak berarti apa – apa. Kini Grace mulai memikirkan bagaimana menolong Mrs Luther dan membuat Crinkles kembali padanya. Rencana demi rencana pun disusunnya. Bersama Mimi, Grace pun mulai menjalankan misi rahasiannya.


Sampai suatu hari, Crinkles menghilang. Mrs Luther menjadi panik karenanya. Bukannya dianggap sebagai pahlawan, Grace dianggap sebagai penculik kucing.Kini ia harus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Namun yang pertama, ia harus menemukan di mana keberadaan Crinkles yang menghilang begitu saja.


Satu lagi buku anak – anak dengan tokoh anak perempuan yang tidak biasa. Bukan hanya dari tingkah laku, namun dari cara berpikirnya yang unik. Kenapa unik dan tidak biasa? Karena diusianya yang semuda itu, Grace telah memikirkan hal – hal yang jarang dipikirkan oleh anak – anak seusianya.


Tidak hanya itu, satu hal yang menarik dari buku ini adalah penulisan yang tidak juga ditampilkan dengan cara yang tidak biasa. Bahkan ilustrasi – ilustrasi yang nampaknya langsung digambar dengan tangan begitu saja, namun tetap terkesan lucu. Di tambah lagi dengan komposisi warna yang sangat indah di sampul. Untuk bacaan ringan di kala senggang, buku anak – anak ini bisa dijadikan pilihan.