Wednesday, November 26, 2008

Review: Resep Cherry - Primadonna Angela


Resep Cherry
Penulis: Primadonna Angela
Penerbit: PT Gramedia Utama Pustaka
Cetakan: I, Agustus 2008
Tebal: 272 hlm

Bicara tentang masak memasak, saya masih sering mengeluh karenanya. Bukan hanya karena ada rasa yang kurang, baik karena bumbunya ga pas ataupun karena merasa ada yang salah dengan ukuran garamnya. Sehingga kadang semangat untuk masak jadi surut karenanya. Sering akhirnya saya merasa bosan karena harus memasak dengan resep yang itu – itu saja. Tidak heran kalau akhirnya keahlian memasak saya tidak pernah terupgrade

Namun untuk seorang Cinnamon Cherry, masalah seperti itu tak pernah dialaminya. Memasak sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dirinya. Memasak memberikan kesenangan terdiri bagi Cherry. Cherry bisa tenggelam dalam waktu yang lama kalau sudah asyik dengan semua bahan. Apalagi kalau sedang berkreasi dengan resep baru. rasanya tak perlu di ragukan. Ayah, ibu, adiknya Lavie, termasuk semua pelanggan di Resep Cheery, toko kue mungil miliknya, mengakui bawa brownies ataupun cup cakes yang dijual di sana memang tak ada duanya. Buktinya pesanan seakan tak berhenti.

Dalam usia semuda Cherry, ia memang termasuk beruntung. Usaha bakery yang dirintisnya didukung penuh oleh ayah dan ibunya. Sehingga tak perlu repot mencari pinjaman modal awal. Walau sebenarnya tak perlu heran, karena kedua orangtuanya sendiri mengolah usaha restokafe. Bakat memasak dan bisnis mungkin sudah diturunkan dan mengalir dalam darah Cherry.

Kalau melihat ke masa lalu, rasa cinta Cherry pada memasak ini tidak dimulainya sejak kecil. Masuk ke dapur dan serius menekuni dunia masak memasak baru dimulainya dua tahun belakangan ini. itu juga karena seorang cowok bernama Basil. Ia bahkan rela ikut adu masak demi Basil. Sampai akirnya satu demi satu kedok jahat Basil terbuka. Sakit hati, tentu saja. Namun akhirnya rasa itu tergantikan dengan rasa cinta yang sangat dalam pada semua makanan yang dimasaknya.

Namun walau tidak bermasalah lagi dengan segala hal yang masalah bahan masakan, bumbu dan sejenisnya, bukan berarti semua dalam hidup Cherry, semua berjalan dengan mulus. Lihat saja masalah yang ditimbulkan adiknya Lavie yang kerap kali membuatnya pusing. sampai terkadang Cherry berharap ia dapat mengaingkan diri agar bisa jauh dari celoteh Lavie.

Ataupun masalah dengan sahabatnya, Eva, yang tiba – tiba berubah drastis sejam memutuskan untuk berpacaran dengan seorang cowok yang memberikan apapun yang diinginkannya. Yang paling parah adalah ketika Eva memutuskan untuk menjauhi Cherry hanya karena Aidan, pacar Eva, menganggapnya hanya memberi pengaruh buruk.

Terakhir yang tidak kalah membuatnya pusing adalah kehadiran pria yang juga tetangga barunya bernama Kenichi Kobayashi. Di awal pertemuan dengan pria yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Kaza ini tidak bisa dibilang menyenangkan. Bahkan bisa dibilang, Cherry membenci sikap Kenichi yang sangat angkuh dan tidak pedulian. Walaupun dibalik amarah yang meluap – luap yang reda dalam waktu tak singkat itu, Cherry masih sempat mengakui bahwa ada sesuatu dalam diri Kenichi yang sangat memesona. Bahkan setelah insiden dengan Aidan, Cherry memastikan bahwa ia jatuh cinta dengan pria beranak satu ini. Sayangnya Cherry harus kembali menelan pil pahit ketika mengetahui bahwa Kenichi hanya menganggapnya Baby Sitter. Ahhh..

Ada sesuatu yang istimewa dengan teenlit kali ini. Bukan hanya karena rasa iri yang muncul pada sang tokoh utama, tapi lebih pada rasa lapar yang timbul setiap kali Cherry mulai mengola satu masakan. Rasanya ingin segera berlari ke dapur dan ikut memasak. Namun langsung kecewa begitu melihat bahan – bahan yang dibutuhkan tak tersedia di kulkas. Sehingga yang tersisa hanya rasa kecewa. Tapi setidaknya dengan kehadiran Cherry keinginan untuk menjadi ratu di dapur seperti wanita-wanita di luar sana kembali ke permukaan. Sambil terus berharap lidah ini tak akan lagi kelu dengan segala macam rasa.