Showing posts with label Name In A Book Challenge 2012. Show all posts
Showing posts with label Name In A Book Challenge 2012. Show all posts

Wednesday, 19 December 2012

Wrap Up Post: Name In A Book Challenge 2012



Hari ini aku resmi menuntaskan Name In A Book Challenge 2012.  Kalau liat dari postingan awal, ternyata masih ada beberapa buku yang belum kubaca. Anehnya malah baca buku di luar list. Beneran lupa kalau udah nentuin judul-judulnya. Parah!. Buku-buku yang belum aku lahap, bakal kumasukan ke Challenge 2013.

Untuk challenge ini aku berhasil baca 24 buku yang sebelumnya kujadwalkan hanya 20. YAY. Sedihnya, hanya empat yang berhasil aku review.

 Berikut listnya:

  1. Isabella: Girl on the Go - Jennifer Fosberry
  2. Alice-Miranda at School - Jacqueline Harvey
  3. Tuck Everlasting -
  4. Clara's Medal - Feby Indirani
  5. Buku Harian Lottie -
  6. Emil dari Lonneberga - Astrid Lindgren
  7. Pippi di Negeri Taka-Tuka - Astrid Lindgren
  8. Pippi Hendak Berlayar - Astrid Lindgren
  9. Kisah Tracy Beaker -
  10. The Invention of Hugo Cabret -
  11. Alice-Miranda on Holiday -
  12. Ronya Anak Penyamun -
  13. Madicken dan Lisabet -
  14. Pope Joan -
  15. Esperanza Rising -
  16. Koleksi Kasus Sherlock Holmes - Conan Arthur Doyle
  17. Hetty Feather - Jacqueline Wilson
  18. Libri di Luca - Mikkel Birkegaard,
  19. Harriet Si Mata-Mata - Louise Fitzhugh
  20. Laika -  Nick Abadzis
  21. Sekar - Maria A. Sardjono
  22. Dear John -  Nicholas Sparks
  23. Hafalan Shalat Delisa - Tere Liye
  24. Ai - Winna Effendi
Yang jelas senang banget bisa ngelahap habis buku-buku Astrid Lindgren. Buku-buku yang dah numpuk lama banget. Makasih untuk mbak Fanda yang dah buat challenge ini. Kalau nggak, mungkin tetap di tumpukan tuh. XD

Tahun depan pengen ikut lagi. Soalnya masih ada yang blom aku baca. Semoga nggak abai lagi. Yang paling penting semoga tahun depan, bisa baca sesuai list. Trus bisa nulis semua reviewnya.Aamiin

Thursday, 26 January 2012

Book Review: Alice-Miranda At School - Jacqueline Harvey





“Dadah, Mama. Tolong kuatkan hati Mama.” Ibunya menanggapi dengan isak tangis keras. “Selamat bermain golf, Papa. Kita bertemu di liburan akhir semester.” Ayahnya membuang ingus ke saputangannya.

Sebelum kedua orangtuanya sempat mengucapkan selamat tinggal, Alice-Miranda sudah berjingkrak-jingkrak menyusuri jalan setapak yang diapit pagar tanaman, menuju rumah barunya.

Akademi Winchesterfield-Downsfordvale, itulah rumah baru Alice-Miranda. Dan sejak kedatangan Alice-Miranda, tempat itu berubah drastis. Semua terasa lebih hidup dan menyenangkan. Namun, tidak semua orang senang dengan perubahan itu. Termasuk kepala sekolah, Miss Grim, dan kepala prefeknya, Alethea.

Gadis 7 tahun itu diberi berbagai tantangan seperti tes tulis semua pelajaran, lomba berlayar melawan Alethea dan kawan-kawannya, sampai harus berkemah di hutan sendirian selama beberapa hari. Akankah Alice-Miranda mampu melewati semua tantangan itu? Juga, bisakah dia membuat Miss Grim keluar menemui para muridnya setelah 10 tahun mengurung diri dalam kantor? (Goodreads)


~~~


Karakter yang diciptakan dengan banyak kelebihan hingga nyaris sempurna sering kali membuat dahi berkerut. Gambaran betapa istimewa dan beruntungnya mereka kerap kali membuat saya tidak dapat menikmati kisah yang tertuang dalam buku tersebut. Bukannya iri tapi lebih karena keberadaan mereka terlalu indah untuk menjadi kenyaatan. Bahkan di buku sekalipun. Namun pengecualian untuk Alice-Miranda At School. Buku yang bercerita tentang anak perempuan yang berusia tujuh tahun di Sekolah Akademi Winchesterfield-Downsfordvale Untuk Perempuan Muda Baik-Baik bisa saya lahap dengan mudah, tanpa sekali pun memutar mata karena kesempurnaan yang dimilikinya.

Namun kalau dipikir-pikir lagi, sempurna bukan kata yang tepat.Semua sikap dan kebiasaan Alice- Miranda cenderung masuk kekategori janggal untuk anak sesuainya. Lihat saja bagaimana keputusan Alice-Miranda untuk memulai kehidupannya di sekolah berasrama di usianya yang belum genap delapan tahun. Belum lagi sikap mandiri dan rasa optimis yang dimilikinya. Anak perempuan yang menghabiskan liburan bersama orang tuanya di banyak tempat terkenal ini tidak mengenal kata egois. Ia tak sekalipun merasa terganggu ketika mendapat reaksi yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang baru dikenalnya ketika ia mencoba bersikap ramah. Alice-Miranda juga tidak sekalipun menyimpan dendam untuk semua perlakuan yang tidak pantas.

Berbicara masalah kecerdasan, jangan menganggapnya sepele. Di usinya yang baru tujuh seperempat tahun ,ia dengan mudah menglafalkan keenak nama istri Raja Henry VIII dan mengerjakan pembagian yang panjang dan rumit. Bahkan diceritakan ia paham Sejarah Romawi dan Mesir Kuno bahkan Perang Dunia Kedua sekalipun. Mengertikan mengapa saya menyebutnya sempurna? Namun seperti yang saya sebut sebelumnya, kesempurnaan anak perempuan yang tidak mengenal kata menyerah, tidak menjadi penghalang untuk menikmati kisah yang ditulis sangat ringan. Setidaknya konflik di buku ini masih membuat saya penasaran. Alice-Miranda sepertinya memang punya magnet, sehingga semua hal itu tidak menjadi masalah besar. Magnet itu juga yang mungkin menjadikan tokoh-tokoh lain menyukainya. Kecuali Miss Grimm dan Alethea tentunya.

Masih seputar karakter di buku ini,terkecuali Alice-Miranda, Jacqueline Harvey menciptakan katakter-karakter lain dengan sangat baik. Semua karakter punya ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan yang lain. Sebut saja Miss Higgins sang Sekretaris sekolah, Jacinta-tukang ngamuk terhebat nomor dua sesekolah, Millie-teman sekamarnya Alice-Miranda, Mr Charles si tukang kebun, Mrs Oliver ataupun Mrs Smith yang menjadi juru masak. Alethea dan Miss Grimm yang menjadi tokoh antagonis pun masuk hitungan. Mereka berdua memainkan peran dengan sangat baik.

Beralih ke hal-hal yang sedikit menganggu sehingga buku ini hanya saya beri empat bintang. Pertama, pemilihan nama untuk Alice-Miranda. Mengapa harus menyandingkan dua nama dan menjadikannya panggilan untuk sang karakter utama? Mengapa tidak memilih satu nama saja? Memanggilnya dengan Alice menurut saya cukup. Kedua, mengenai tes menjelajahi alam bebas, yang selanjutnya disebut hutan, selama lima hari lamanya. Semua juga tahu hutan bukan tempat yang aman untuk anak-anak. Terlebih lagi tanpa pengawasan orang dewasa. Bahkan ketika kawasan hutan itu terletak disekitar asrama. Anehnya tidak ada protes dari ayah dan ibu Alice-Miranda yang dari awal terlihat sangat memanjakan anaknya.

Namun terlepas dari semua keanehan itu, saya memutuskan untuk tetap membaca kelanjutan seri Alice-Miranda. Saya juga merekomendasikan buku ini sebagai bacaan untuk anak-anak usia sekolah dasar ataupun pendidikan menengah. Alice-Miranda dicetak dengan font yang cukup besar rasanya cocok untuk pembaca pemula.

Cover dan Ilustrasi
Tidak ada perbedaan besar antara cover asli dan cover terbitan Little K. Alice-Miranda terlihat lucu di sampul depan. Untuk ilistrasi yang ada di dalam buku, menurut saya kurang banyak. Apalagi jika buku ini ditujukan sebagai bacaan Middle-Grade.


4/5

Alice-Miranda At School
Penulis: Jacqueline Harvey
Penerjemah: Reni Indardini
Editor: Herlina Sitorus
Penerbit: Little K
Cetakan: I, Juni 2011

Reading Challenge: Name in a Book Challenge

ang

Saturday, 21 January 2012

Reading Challenge: Name In A Book Challenge 2012


Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama tahun 2011 kemarin, saya harus lebih selektif untuk milih Reading Challenge. Kalau sejenak menoleh ke belakang awalnya sih emang semangat, tapi begitu masuk pertengahan tahun semuanya berantakan. Menjelang akhir tahun hanya tiga Reading Challenge yang kelar. Yang lainnya, gagal!

Kapok? tentu saja tidak. Reading Challenge masih  seru. Tapi kali ini harus lebih selektif. Semua Reading Challenge 2012 tujuannya untuk mengurangi tumpukan yang makin menggila. Nah, bukan kebetulan Reading Challenge yang diselenggarakan ma mba Fanda ternyata sangat membantu misi menghabiskan tumpukan buku yang sangat mulia ini. 

Jadi apa tantangan di Name in A Book Challenge 2012? 
Di blog postnya, Fanda menulis: 
"Tantangannya adalah membaca buku-buku fiksi yang mengandung nama orang di judulnya"
Dari tumpukan, terpilih buku-buku berikut:
1. Jonathan Strange & Mr. Norrell
2. The Lives of Christoper Chant
3. Therese Raquin
4. Harriet Si Mata-Mata
5. Howl's Moving Castle
6. Madicken dan Lisabet
7. Fatima's Good Fortune
8. Angel's Cake
9. Lee Raven Boy Thief
10. Enrique's Journey
11. The Lottie Project
12. Ronya
13. The Story of Tracy Beaker
14. Emil dari Lonneberga
15. Pippi Hendak Berlayar
16. Lola Rose
17. Harry and the Treasure of Eddie Carver
18. Ezperanza Rising
19. Alice-Miranda At School
20. Pope Joan


Doh!!!. Banyak banget. Semoga semuanya bisa kulahap habis. Amiin.

Mau ikutan? Cek aja langsung ke blog post
Baca Buku Fanda.

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...