Tuesday, April 17, 2012

Review: Clara's Medal - Feby Indirani



"Saya kira tidak adil, Pak, kalau Bagas tetap bisa ikut Olimpiade," tiba-tiba Meddy dengan lantang angkat bicara.
"Memangnya relevan, ya?" ganti Clara angkat bicara. "Bukannya tim Olimpiade adalah siapa pun yang lulus seleksi? Kalau kasus Bagas dikait-kaitkan dengan FUSI, itu kan media yang melakukannya."
"Sangat relevan, Ra," tukas Meddy menyambung Angga. Nada suaranya agak keras. "Ketika kita semua bekerja keras untuk mewakili negara ini, Bagas malah melakukan tindakan melanggar undang-undang. Itu kan kontradiktif!"

Di tengah panasnya persaingan para peserta pelatihan untuk menjadi anggota tim Olimpiade Fisika, kasus hacking yang dilakukan salah satu peserta pelatihan, Bagas, muncul ke permukaan. Lembaga pelatihan FUSI—Fisika untuk Siswa Indonesia—kini menjadi sorotan.

Para sponsor mulai menarik dananya untuk lembaga tersebut. Keberangkatan tim ke ajang Olimpiade Fisika Internasional pun terancam gagal. Padahal merekalah putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang akan berjuang mengharumkan nama bangsa di ajang internasional itu. Bagi mereka gagal berangkat ke Olimpiade membuat kerja keras mereka selama ini menjadi sia-sia.

Dengan didorong semangat Mestakung, akankah para peserta pelatihan itu mampu mengubah keadaan dan tetap berangkat untuk mengharumkan nama bangsa?(Goodreads)
Olimpiade Fisika. Mengucapkan dua kata tersebut yang terlintas adalah kumpulan soal-soal yang sangat rumit yang penyelesaiannya membutuhkan analisa yang tidak sederhana. Bahkan ketika tidak setaraf olimpiade sekalipun,  menyelesaikan soal-soal fisika bukan perkara yang gampang. Sebuah rumus tidak serta merta digunakan untuk mendapatkan hasil akhir. Setidaknya itu kesimpulan yang saya dapatkan setelah mempelajarinya selama bertahun-tahun.

Namun pemikiran semacam itu tidak berlaku bagi enam belas siswa SMU pilihan yang berhasil masuk  dalam seleksi FUSI – Fisika untuk Siswa Indonesia.  Dari buku ini tergambar dengan jelas bagaimana kecintaan setiap tokoh akan pelajaran Fisika, yang tidak lagi sekedar mata pelajaran biasa di sekolah. Setidaknya terbukti dari berbagai seleksi yang telah mereka lewati yang tentunya terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang tentunya tidak mudah.  Sampai akhirnya kegemaran mereka itu membuka jalan ke sebuah lembaga pelatihan yang menawarkan  tiket emas untuk mengikuti Olimpiade Fisika Internasional. Ditempat itulah hampir sebagaian besar adegan di buku ini terjadi.

Kasus hacking yang dilakukan salah satu peserta  dan menyebabkan nama FUSI tercoreng dan membawa beberapa masalah besar menjadi pembuka yang menarik. Sayangnya insiden yang mempengaruhi mental hampir semua peserta seleksi ini tidak digarap dengan baik. Awalnya memang mengikat rasa penasaran saya untuk terus membaca buku ini sampai akhir. Namun pada akhirnya berakhir dengan begitu saja. Sangat saya sayangkan. Yah, saya memang tidak seharusnya berharap lebih. Karena Clara's Medal ,yang ditulis oleh Feby Indirani,  punya banyak hal lain untuk disajikan kepada para pembacanya. Insiden hacking ini hanyalah sebagai pembuka. Beberapa bagian saya akui disajikan dengan menarik. Seperti bagaimana berdirinya Fusi ataupun masalah-masalah yang dihadapinya. Tidak ketinggalan bab yang khusus membahas cerita pribadi beberapa karakter. Yang menjadi favorit saya adalah semua bagian yang menceritakan tentang Bram Wibisono dan keterkaitannya dengan FUSI.

Sebagian besar cerita di dalam buku ini dikisahkan dari sudut pandang Clara, salah satu peserta asal dari Jakarta. Dari awal, Clara berusaha untuk mengenalkan peserta lain. Walau tetap berusaha untuk membedakan peserta yang satu dengan yang lainnya, hanya sebagian kecil yang dapat dikenali dengan mudah. Pada akhirnya memang hanya beberapa yang ditonjolkan. Sebut saja Angga, Sandhy, Krisna, ataupun George. Sangat disayangkan dari semua nama-nama itu, tidak satupun yang meninggalkan kesan mendalam. Sebenarnya tidak ada masalah besar dengan karakter yang coba dihidupkan sang penulis. Saya menikmati beberapa bab yang menceritakan percakapan dan senda gurau mereka. Namun serasa masih ada penghalang yang membuat saya sulit untuk menyukai mereka.

Namun setidaknya dari buku ini saya mendapat gambaran bagaimana pola belajar para peserta olimpiade fisika. Bahkan apa saja yang mereka pelajari. Seperti yang dikatakan beberapa orang, yang mereka pelajari jauh lebih rumit dan kebanyakan dari materinya tidak yang dipelajari di sekolah lanjutan. Misalnya saja Fisika Kuantum, Termodinamika ataupun Fisika Molekuler. Yang jelas bukan masalah bagi mereka yang telah menghabiskan berjam-jam berkutat dengan tumpukan soal-soal Fisika yang kerap muncul  di Olimpiade. Setidaknya terbukti dari prestasi nyata yang diperoleh oleh para pelajar yang tergabung di TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia), yang menjadi inspirasi bagi Feby Indirani untuk menciptakan FUSI dan beserta rangkaian ceritanya.

Cover
Menurutku covernya akan lebih keren dan menarik jika yang ditampilkan tuh sesuatu yang berhubungan dengan fisika.

Clara's Medal
Penulis: Feby Indirani 
Penerbit: Qanita
Tebal: 484 Hal
Cetakan: I, September 2011
Challenge: Name in A Book  Challenge