Showing posts with label Neil Gaiman. Show all posts
Showing posts with label Neil Gaiman. Show all posts

Thursday, 15 December 2011

Review: The Graveyard Book by Neil Gaiman

After the grisly murder of his entire family, a toddler wanders into a graveyard where the ghosts and other supernatural residents agree to raise him as one of their own.

Nobody Owens, known to his friends as Bod, is a normal boy. He would be completely normal if he didn't live in a sprawling graveyard, being raised and educated by ghosts, with a solitary guardian who belongs to neither the world of the living nor of the dead. There are dangers and adventures in the graveyard for a boy. But if Bod leaves the graveyard, then he will come under attack from the man Jack—who has already killed Bod's family . . .

Beloved master storyteller Neil Gaiman returns with a luminous new novel for the audience that embraced his New York Times bestselling modern classic Coraline. Magical, terrifying, and filled with breathtaking adventures, The Graveyard Book is sure to enthrall readers of all ages. (Goodreads)

~~~
My Thought
The Graveyard Book brought me to Nobody Owens. Yeah, he got a weird name. But no need to wonder why. Graveyard was the place where he grew up and lived since he was toddler. Nobody Owens, Bod, was also raised by the dead. He even had Silas, a guardian. Bod almost had no friend but them. Since he was young, he has been warned for many things, from the ghouls till the world outside. Bod was fined with all the rules. Afterwards, the curiosity inside him was getting bigger. There was nothing that could stop him even his guardian. He would only quit till he got the answer why. Bod did not understand that her foster parents, guardian, and teachers were trying to protect him. He just did not get it till he faced the man Jack, the fiercest man ever.

I was excited and worried in a same time when The Graveyard Book was in my hand. First, I had been waiting this book for so long. Second, I have never read Neil Gaiman's book in English. Some of his books that I have in my shelves had been translated. Reading some of them (The Anansi Boys and Stardust) made me think that Gaiman has his own writing style that was not easy to understand. I was not sure if I could get what he wrote. You have no idea, how relief I was when I found out that all the words were not that confusing as I thought before.

Bod, the main character in this book, would never become my favorite, if the other characters were not there. Let's say Silas, Mr and Mrs Owen, Elizabeth Hempstock, Scarlett, even the villain, the man Jack. All of them have their own way to make Bod become special. From all them, I loved the connection between Bod and Silas. I saw father and son relationship there. The chapter which involved Bod and Elizabeth Hempstock, the witch, was also a part that I adored. This chapter was also published in anthology Wizards: Magical Tales From the Masters of Modern Fantasy. Scarlett, she was also nice. She impressed me. I felt so bad when I found out what happened between Bod and her. I wish something better happened between them.

Every chapter has its own magnet. The development of the story and characters were also written very well. It was nice to see how Bod grew older.  There were mixed up feelings and it started even when I was in first chapter. The ending made me feel little bit lost and sad.  I wish Neil would write another ending for Bod.

The Graveyard Book makes me want to read more of Neil's works. I think I am going to read this book again next year.

Cover and Illustration
I love all the illustration inside. I spent more time to stare and look at them before I turn to the next page.  It is as good as what he put in Coraline. I wish all of Neil Gaiman's books were completed with Dave McKean's scratches. But it seems that they are only for children's books.

4/5

Author: Neil Gaiman
Illustrator: Dave McKean
Reading level: Ages 10 and up
Paperback: 336 pages
Publisher: HarperCollins; Reprint edition (September 28, 2010)
Language: English
ISBN-10: 0060530944
ISBN-13: 978-0060530945
Product Dimensions: 7.6 x 5.3 x 1 inches

Monday, 4 February 2008

Review: Anansi Boys - Neil Gaiman


Dewa sudah mati. Kenalkan, anak-anaknya.

Jika ayah Fat Charlie menamai sesuatu, nama itu pasti melekat. Misalnya julukan "Fat Charlie". Sekarang pun, dua puluh tahun kemudian, Charles Nancy masih tak bisa melepaskan diri dari nama itu, salah satu dari banyak "hadiah" memalukan yang diberikan ayahnya--sebelum ayahnya roboh dan mati di panggung karaoke dan menghancurkan kehidupan Fat Charlie.

Mr. Nancy mewariskan beberapa hal untuk Fat Charlie. Misalnya, pria asing jangkung dan tampan yang muncul di ambang pintu Charlie. Rupanya dia saudara yang belum pernah diketahui Charlie. Saudara yang bertolak belakang dengan Charlie bagai langit dan bumi, saudara yang akan menunjukkan cara bersantai dan bersenang-senang sedikit... persis Ayah Tercinta. Dan tiba-tiba, hidup mulai menjadi sangat menarik bagi Fat Charlie.

Soalnya, ayah Charlie tidak seperti ayah kebanyakan. Dia Anansi, dewa jail, dewa laba-laba. Anansi adalah semangat pemberontakan, mampu menjungkirbalikkan tatanan sosial, menciptakan kekayaan dari ketiadaan, dan membingungkan sang Iblis. Konon dia bahkan mampu mengecoh Maut.

Anansi Boys adalah karya dengan kecerdikan memukau, perjalanan kaleidoskopis jauh ke dalam mitos mencengangkan, mengerikan, menggairahkan, dan sangat lucu--novel yang benar-benar menakjubkan, sampai-sampai Stephen King menjuluki penulisnya "peti harta karun kisah-kisah, dan kita beruntung memiliki dia.

Mendengar kata laba-laba, yang terbersit dalam kepala saya tentu saja sebuah hewan mungil berkaki 8 dengan jaring-jaringnya yang rapuh. Jaring yang bergelantungan di pagar terkadang bercampur dengan embun pagi dan membuat saya tidak tahan untuk menyentuhnya. Dalam sekejap sarang itu tak lagi berbentuk dan sang pemilik segera menyingkir. 

Beberapa tahun kemudian, bayangan itu berubah menjadi Mr Peter yang mengenakan kostum merah birunya dengan opening theme lagu rap yang tak kunjung saya hapalkan. Bergnti dengan Mr Peter dalam wujud manusia dan terakhir kembali menjadi hewan disebuah perternakan yang bertahan sampai akhir tahun lalu. Karena sekarang laba-laba yang baru adalah seorang pria yang sangat jail. Seakan tak peduli, anak sendiri bahkan menjadi korban kejailannya. Dia Anansi, Dewa Jail, Dewa Laba-Laba.

Karena dirinyalah, tak seorang pun memanggil Fat Charlie dengan nama aslinya. Waktu kecil memang bertubuh gemuk, namun itu hanya beberapa tahun. Sayangnya julukan itu seakan tak mau lepas darinya. Yah, jika sesuatu telah dinamai oleh ayahnya, Anansi, nama itu pasti melekat. Entah apalagi yang dilakukan Anansi yang membuat Fat Charlie akhirnya memutuskan untuk tinggal sejauh mungkin dari ayahnya. 

Suatu hari ia mendapatkan kabar dari Mrs. Higgler, bahwa ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak, Fat Charlie merasa wajib terbang menuju Florida.untuk memberikan penghormatan terakhir. Dari wanita tua itu juga, ia mengetahui bahwa dia memiliki seorang saudara laki-laki. Ia yakin Mrs. Higgler bercanda, karena seingatnya ia adalah anak tunggal. Namun Mrs. Higgler bersikeras bahwa ada pria itu benar-benar nyata. 

Pria jangkung dan tampan itu bernama Spider. Muncul di depan pintu apartemen Charlie tak lama setelah ia mengucapkan keinginannya kepada seekor laba-laba. Tak ada kecurigaan sama sekali pada pria yang mengajaknya keluar untuk sedikit bersenang-senang pada suatu malam. Sampai ia mengetahui bahwa Spider mulai melakukan sesuatu yang sangat buruk pada pekerjaan. Bahkan dengan berbagai alasan, Spider mulai berusaha merebut Rosie, tunangannya. Charlie seakan tak punya kekuatan untuk mencegah semuanya bahkan untuk mengusir Spider dari apartemennya sekalipun.

Novel kali ini berhasil membuat saya merasa geram pada dua tokoh sekaligus, ayah dan kakak Fat Charlie. Mungkin karena keduanya memiliki sifat yang mirip. Tak sanggup rasanya menjalani hidup jika punya saudara seperti Spider apalagi Ayah seperti Mr Nancy. Fat Charlie yang malang. 

Setelah Coraline dan Stardust, novel Neil Gaiman ini jauh lebih menarik. Salah satunya karena adanya sisipan dongeng tentang sisi lain Anansi. Semoga cerita Neverwhere akan semenarik novel yang satu ini. Yang jelas, dari resensi yang ada disampul belakang, Neil akan membawa sang tokoh menjelajahi dunia lain. Seperti yang dialami tokoh-tokoh lain. 

Anansi Boys (Anak-Anak Anansi)  
Penulis: Neil Gaiman 
Alih Bahasa: Femmy Syahrani Ardianto 
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama  
Cetakan: 1, Agustus 2007 
Tebal: 432 hlm

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...