Showing posts with label children. Show all posts
Showing posts with label children. Show all posts

Thursday, 31 January 2013

Review Wonder



DON’T JUDGE A BOY BY HIS FACE.

“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”


August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit
yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya,
dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi-operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.
(Goodreads)
~~~


Tidak banyak buku terjemahan yang bisa buat aku pengen baca ulang buku aslinya bahkan ketika belum sampai di halaman terakhir. Ini bukan berarti terjemahannya parah. Malah sebaliknya, buku terbitan Atria ini bagus banget malah.  Ceritanya mengalir.  Pilihan katanya juga ngga rumit. Rasanya aku juga nggak menemukan typo dan yang paling penting, emosi setiap karakter yang disisipkan R.J. Palacio,sang penulis, nggak hilang hanya karena bahasanya beda. Bahkan ketika alurnya sedikit lambat pun tidak menjadi masalah. Runut ceritanya tetap menarik.. Jadi keinginan untuk baca ulang Wonder bahasa Inggris hanya karena pengen ngulang petualangan bersama Auggie, Via, bahkan Justin dan tentu saja ngga pengen buru-buru naruh bukunya di rak. 

Wonder bercerita tentang August (Auggie) Pullman. Kelainan Mandibulofacial Dysostosis yang dialaminya sejak lahir membuat Auggie harus menjalani serangkaian operasi dan membuat wajahnya menjadi sangat berbeda. Di buku ngga dijelaskan dengan rinci bagaimana wajah Auggie, karena dia sendiri menolak untuk menggambarkannya seperti apa. Bahkan sampai di halaman akhir buku pun, aku ngga punya bayangan seperti apa lekuk wajahnya. Semuanya hanya potongan-potongan kalimat ataupun percakapan para tokoh di beberapa bab. Saat itu tidak ada keinginan untuk mencoba mencari tahu. Karena membaca permohonan Auggie kalau saja menemukan lampu ajaib ataupun mengapa ia berkeras untuk tetap menggunakan helm astronot selama dua tahun, lebih dari cukup. Baru ketika hendak menuliskan review inilah aku tahu bagaimana dampak dari Mandibulofacial Dysostosis pada wajah seseorang. Akhirnya paham dengan kalimat Auggie di halaman awal.
“Apapun yang kau bayangkan, mungkin keadannya lebih buruk”
Awalnya kupikir buku yang tebalnya 430 halaman ini sepenuhnya dari sudut pandang Auggie. Ternyata ada lima orang lainnya yang juga turut bercerita dan menjadikan buku ini keren banget. Bagian yang paling aku suka tuh semua bab yang diceritakan oleh Via, Justin dan Miranda. Emosi awalnya bermunculan di bagian awal menjadi semakin mengikat dengan adanya cerita dari mereka. Pemikiran dan perasaan setiap karakter menjadi semakin terasa mudah untuk dipahami. Tidak hanya anggota keluarga Pullman, aku bahkan bisa mengerti mengapa Miranda memilih untuk berbohong ataupun pendapat Julian mengenai alam semesta. Nggak sekali dua kali, mataku berkaca-kaca dibuatnya.

Walaupun buku ini sepenuhnya tentang Auggie, tapi karakter favorit aku jatuhkan ke Via. Aku suka bagaimana Auggie bercerita yang terkadang lucu ataupun cara berpikirnya. Simpati sepenuhnya untuk anak laki-laki penggemar berat Star Wars. Mr dan Mrs. Pullman juga keren. Hubungan keluarga yang terlihat sangat sempurna namun penuturan Via membuat semua cerita ini menjadi lebih nyata. Terutama ketika Via menumpahkan semua rahasia yang selama ini disimpannya sendiri. 

Wonder kurekomendasikan untuk semua orang. Menurutku buku ini setidaknya harus dibaca sekali seumur hidup. Jadi kalau hari ini terbersit niat untuk beli buku baru, pastikan ada Wonder di antaranya. *kedip*

Wonder adalah buku pertama R.J. Palacio. Kalau nantinya ada buku baru yang ditulis R.J. Palacio, aku nggak ragu untuk beli. 

ps: Ketemu banyak spoiler tentang Star Wars di buku ini. Auggie kerap bercerita tentang bagian penting dari enam episode film yang bergenre Sci-fi ini.  Awalnya aku ngeluh karena baru nonton episode II. Tapi toh akhirnya nggak ngaruh sama sekali, karena tokoh-tokoh yang disebut Auggie baru semua, dan aku pun lupa begitu pindah ke bab berikutnya. 

Karena Via, jadi pengen nyoba baca War and Peace. *big green*

Banyak kutipan keren.
“lucu juga mengingat ada sebuah kata seperti overprotektif yang bisa menggambarkan sebagian orangtua, tapi tidak ada kata yang memiliki arti sebaliknya. kata apa yang kau gunakan untuk menggambarkan orangtua yang kurang melindungi? Kurang protektif? lalai? sibuk sendiri? payah? semua yang barusan kusebutkan?”
“alam semesta menjaga mahkluk ciptaan paling rapuh dengan berbagai cara yang tidak bisa kita lihat. contohnya dengan orangtua yang memujamu secara membabi buta. dan seorang kakak perempuan yang merasa bersalah karena bersikap manusiawi terhadapmu. dan seorang anak bersuara berat yang ditinggalkan teman-temannya karenamu. dan bahkan seorang cewek berambut pink yang membawa fotomu di dalam dompetnya. mungkin memang sebuah lotere, tapi pada akhirnya alam semesta membuat semuanya impas. alam semesta menjaga semua burungnya”

5/5

Wonder
Penulis: R.J. Palacio
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Atria
Cetakan: I, September 2012
Tebal: 430 halaman


Selain untuk posting bareng BBI, buku ini juga aku baca untuk 2013 New Author Reading Challenge

Untuk kesekian kalinya aku  pengen ngucapin terima kasih untuk SS yang udah milih Wonder. Buku pilihannya keren banget. Awalnya pas naruh buku ini di rak SS, aku sama sekali nggak banyak berharap. Apalagi Wonder jadi salah satu buku yang letaknya di halaman akhir. Yang jelas senang banget pas ngebuka paketnya. 

So who is she?
Seperti yang udah kuceritakan di postingan tentang SS dan buku pilihannyanya , awalnya nyaris putus asa mikirin identitas SS dengan tiga kata yang jadi clue. Tapi setelah baca lagi dan lagi, ternyata tiga kata, BARAT, BURUNG, dan HANTU hanya petunjuk tambahan. Karena yang jadi kata kunci utama adalah The Glass with Glass Feet. Semakin yakin begitu ngubek-ngubek blog bukunya dan kesimpulan akhir, aku dengan yakin bahwa SS yang ngasih Wonder yang keren itu adalah :  

Nur Aulia Afina

Thank you so much. Wonder is a really great book. It’s amazing. I love it
*heart*

Friday, 7 December 2012

Review Cupcake Queen


Kylie Jean needs money, so she decides to start selling cupcakes. But her doggie cupcakes can fund a really important cause helping orphan dogs at the shelter!
~~~
My name is Kylie Jean Carter. Here are some of the things you need to know about me: I live in Texas. My color is pink. I have two brothers, but one of the is a dog. And my number-one dream is to be a beauty Queen!.

I'm starting my own business! Momma and I will be making dozens of yummalicious cupcakes and selling them at garage sales. At first I plan to keep the money and get rich, but when I find out that the Puppy Place animal shelter might close, I come up with the perfect plan for my cupcakes to help save those puppies....

Just you wait and see!(Goodreads)

My Thought
Cupcake Queen is another book of Kylie Jean series that's up on NetGalley. Thanks to the publisher who has accepted my request. The printed version will be out on February 1, 2013. 

This is the third book of Kylie Jean series that I read. Before Cupcake Queen, I have finished Blueberry Queen and Dancing Queen. There are still many books in this series. Although I read the book not in the sequence number, I miss nothing. Because in the beginning there is one chapter where she tells me anything that I need to know. Like she does in the previous book. There is nothing change from this confidence girl.  She is still the same girl who loves pink and stuff, who lives in yellow house on Peachtree Lane in Jacksonville, Texas. Something that she never forget to tell is her beauty queen dream. She also tell me about her family including the bulldog, her pet, Ugly Brother. 

In this newest  story, Kylie told me about a garage sale, where she got the idea to start a cupcake business to get more money. She was so excited and could not wait any longer to start it. Something unique was she made not only a regular cupcake, she also made it for dogs.  She thought it would make her own business run better. With her momma help, all things are done smoothly. 

It is not difficult to guess where the story of this light book run. I like some parts of the book that show me another side of Kylie. However it makes she looks completely spotless. But I guess fans of this series will not mind about it.

The illustration is still awesome. I like it. 

The extra pages is also great. One glossary page and recipe of cupcake are there.

This book is so perfect book for young  reader ages 6-8 and a reluctant reader or the one who are learning English. The word choice is simple enough for a beginner. 

~~~

About the Author
Marci Bales Peschke was born in Indiana, grew up in Florida, and now lives in Texas, where she is a librarian. She has lived in three haunted houses, but now lives with her husband, two children, and a feisty black and white cat named Phoebe. She loves reading and watching movies.


About the Illustrator
When Tuesday Mourning was a little girl, she knew she wanted to be an artist when she grew up. Now, she is an illustrator who lives in South Pasadena, CA. She especially loves illustrating books for kids and teenagers. When she isn't illustrating, Tuesday loves spending time with her husband, who is an actor, and their two sons. 

Preorder Cupcake Queen (Kylie Jean)https://www.assoc-amazon.com/e/ir?t=itsalabbo-20&l=as2&o=1&a=1404881026 at Amazon.

Cupcake Queen
Author: Marci Peschke
Ilustrator: Tuesday Mourning 
Hardcover: 112 pages
Publisher: Picture Window Books (February 1, 2013)
Language: English
ISBN-10: 1404881026
ISBN-13: 978-1404881020
Source: NetGalley


Monday, 13 August 2012

Review: 8 Kisah Indah tentang Sakura - Renny Vaniar


Buku ini berisi beragam kisah yang diinspirasi oleh keindahan bunga sakura.

Mari kita bertualang ke dunia yang indah, di mana Pangeran Musim Semi dan Putri Musim Gugur membuat keajaiban. (Pangeran Musim Semi dan Putri Musim Gugur)

Kisah hangatnya hati Putri Bunga Pagi menyambut kawan-kawan barunya dari belahan dunia yang lain. (Negeri Seribu Musim Semi)

Cerita tentang bukit berbunga pelipur lara. (Bukit Merah Muda)

Dongeng tentang rumah tua yang berkisah tentang sahabatnya, pohon tercantik di dunia. (Rumah Cantik dan Pohon Sakura)

Kisah seorang nenek dan kucingnya yang menjadi saksi keindahan empat musim, di taman tempat tinggal mereka. (Taman Segala Musim)

Cerita perjalanan seorang masinis di hari-hari indah penuh bunga. (Lorong Sakura)

Juga kesedihan seekor anjing di hari nan indah dan ceria. (Anjing Berwajah Sedih)

Semua kisah dalam buku ini dihiasi banyak ilustrasi yang indah dan foto-foto cantik bunga sakura.
Nah, semoga dengan membaca dan melihat gambar-gambarnya, kita pun akan bahagia.
~~~

Di negeri Seribu Musim Semi, terdapat sebuah puri tua namun sangat indah, yang ditempati oleh Raja, Ratu dan putri mereka, Putri Bunga Pagi. Sejak kecil Putri telah belajar banyak hal. Sehingga tidak perlu heran ketika Putri Bunga Pagi padai berbahasa asing dan tahu tempat-tempat lain di dunia. Semua tidak lain adalah kerja keras Nona Kate, guru yang  telah mengajarnya bertahun-tahun. Putri hormat dan sangat sayang pada Nona Kare, demikian juga sebaliknya.

Suatu hari di musim dingin, Nona Kate mengabarkan sesuatu yang membuat Putri menjadi sangat sedih. Nona Kate yang berasal dari negeri yang jauh di utara akan menikah dan bermaksud untuk pulang ke negerinya. Di awal musim semi, Peter, calon suami Nona Kate, datang menjemput. Sebelum berpisah, Nona Kate menghadiahkan semua bukunya pada Putri. Kesedihan Putri Bunga Pagi semakin memuncak saat mengantar Nona Kate di pelabuhan. Namun Putri mengerti dan tahu benar, pernikahan dengan Peter membuat Nona Kate bahagia. Maka Putri pun harus bahagia karenanya.

Sepeninggalan gurunya, kesepian melanda Putri. Setiap hari, Putri mengurung diri di kamar dan menyibukkan diri dengan membaca buku-buku pemberian Nona Kate. Hal in membuat Raja dan Ratu menjadi sangat khawatir. Sampai suatu pagi, rasa khawatir tersebut menguap ketika mereka melihat Putri berjalan di antara sakura yang bermekaran. Bahkan sempat bermain bersama anak-anak di sekitar puri. Perubahan itu ternyata disebabkan satu rencana yang telah dipersiapkannya. Putri telah menulis tujuh surat yang sama sebanyak lembar yang ditujukan kepada tujuh orang dan menyebarkannya ke laut, balon gas dan meminta bantuan seorang pengelana dengan balon udara. Putri berharap akan ada yang menjawab surat-suratnya. Musim panas dan musim gugur berlalu tanpa ada satupun balasan. Sampai akhirnya musim dingin datang dan penantian Putri Bunga Pagi pun berakhir.

Penggalan cerita di atas adalah satu dari  delapan cerita tentang sakura yang ditulis oleh Renny Vaniar. Setiap halaman dari setiap cerita dilengkapi dengan ilustrasi yang sangat indah. Penuh warna.  Sampai-sampai beberapa kali membolak-balik halamannya hanya untuk melihat gambar yang dibuat oleh para ilustrator. Dari lima ilustrator, gambar yang dihasilkan oleh Evelyn Ghozali dan tentu saja ilustrator favoritku, Ella Elviana. Cerita yang dibuat sang penulis menjadi semakin hidup dengan ilustrasi yang mereka hasilkan.Walau yang agak kontras ketika membuka cerita yang ilustrasinya dibuat oleh Adit dan Aria. Tapi secara keseluruhan, buku ini tetap menyenangkan untuk dibaca. Yang juga istimewa dari buku ini adalah beberapa bonus berupa foto - foto bunga sakura yang asli. Memang cantik.

Dari halaman belakang buku ini, Renny Yaniar, sang penulis,  ternyata udah menulis ratusan cerita baik itu cerpen maupun cerita bergambar seperti ini. Hebat. Kalau dibandingkan dengan cerita bergambar milik penerbit luar, karya Renny Yaniar pun nggak kalah.Untuk anak-anak yang baru belajar membaca, saya merekomendasikan buku ini.

Cover
Kalau boleh pilih, saya inginnya yang muncul di sampul depan adalah sosok sang pohon sakura dari cerita Rumah Cantik dan Pohon Sakura.


8 Kisah Indah tentang Sakura
Penulis: Renny Yaniar
Ukuran : 21 x 27.5 cm
Tebal : 96 halaman
Terbit : Maret 2012
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7353-3
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Monday, 16 April 2012

Book Review: The Bremen Town Musician by Brian Wildsmith


A retelling of the Grimm Brothers’ beloved tale about an old donkey who leaves the farm to travel to Bremen where he hopes to join a band. On the way, he meets a dog, a cat, and a rooster. With a bray, a bark, a meow, and a cock-a-doodle-doo, they become fast friends and decide to travel together to Bremen—getting there leads to great unexpected results. (Goodreads)

~~~

Once upon a time there was a donkey who decided to leave the farm where he had worked for many years. He knew that he grew old and could not work anymore. He was so upset when he found out that the farmer planned to sell him. Bremen is the city that he chose. He thought that he could sing with the town band. In his way to Bremen, he met a dog, cat and rooster who agreed to go along and sing together.  When night fell they decided to take rest. Some of them were about to close their eyes when Rooster saw a lighted house. They looked inside and saw many food and five fierce robbers who gathered around it. Looking at the food on the table made them created one big plan.

The Town Musicians of Bremen is one of the fairytales that was written by the Grimm Brothers. I have read the translation. Now Brian Wildsmith retells the story with colorful illustrations. It was nice to see the donkey, dog, cat and rooster. I like the way he drew them complete with the background. Unfortunately I could not really see the delicious food.  I saw the bread and some meat. But they were just plain pictures.  

From 40 pages, my favorite is the illustration where the dog climbed onto donkey’s back, cat was on dog and rooster perched on the cat. It reminds me to the bronze statue of the Town Musician. The statue surprised me when I saw it for the first time. Just like the story, it was located in Bremen, Germany. I want to touch the hooves. 

I recommend this book for children who love illustration book.  I hope they can enjoy it as I do.

Image source: Wikipedia

Author: Brian Wildsmith
Hardcover: 40 pages
Publisher: Star Bright Books |
Blog  
Publication Date: April 15, 2012
Language: English
ISBN-10: 1595723455
ISBN-13: 978-1595723451


Thursday, 26 January 2012

Book Review: Alice-Miranda At School - Jacqueline Harvey





“Dadah, Mama. Tolong kuatkan hati Mama.” Ibunya menanggapi dengan isak tangis keras. “Selamat bermain golf, Papa. Kita bertemu di liburan akhir semester.” Ayahnya membuang ingus ke saputangannya.

Sebelum kedua orangtuanya sempat mengucapkan selamat tinggal, Alice-Miranda sudah berjingkrak-jingkrak menyusuri jalan setapak yang diapit pagar tanaman, menuju rumah barunya.

Akademi Winchesterfield-Downsfordvale, itulah rumah baru Alice-Miranda. Dan sejak kedatangan Alice-Miranda, tempat itu berubah drastis. Semua terasa lebih hidup dan menyenangkan. Namun, tidak semua orang senang dengan perubahan itu. Termasuk kepala sekolah, Miss Grim, dan kepala prefeknya, Alethea.

Gadis 7 tahun itu diberi berbagai tantangan seperti tes tulis semua pelajaran, lomba berlayar melawan Alethea dan kawan-kawannya, sampai harus berkemah di hutan sendirian selama beberapa hari. Akankah Alice-Miranda mampu melewati semua tantangan itu? Juga, bisakah dia membuat Miss Grim keluar menemui para muridnya setelah 10 tahun mengurung diri dalam kantor? (Goodreads)


~~~


Karakter yang diciptakan dengan banyak kelebihan hingga nyaris sempurna sering kali membuat dahi berkerut. Gambaran betapa istimewa dan beruntungnya mereka kerap kali membuat saya tidak dapat menikmati kisah yang tertuang dalam buku tersebut. Bukannya iri tapi lebih karena keberadaan mereka terlalu indah untuk menjadi kenyaatan. Bahkan di buku sekalipun. Namun pengecualian untuk Alice-Miranda At School. Buku yang bercerita tentang anak perempuan yang berusia tujuh tahun di Sekolah Akademi Winchesterfield-Downsfordvale Untuk Perempuan Muda Baik-Baik bisa saya lahap dengan mudah, tanpa sekali pun memutar mata karena kesempurnaan yang dimilikinya.

Namun kalau dipikir-pikir lagi, sempurna bukan kata yang tepat.Semua sikap dan kebiasaan Alice- Miranda cenderung masuk kekategori janggal untuk anak sesuainya. Lihat saja bagaimana keputusan Alice-Miranda untuk memulai kehidupannya di sekolah berasrama di usianya yang belum genap delapan tahun. Belum lagi sikap mandiri dan rasa optimis yang dimilikinya. Anak perempuan yang menghabiskan liburan bersama orang tuanya di banyak tempat terkenal ini tidak mengenal kata egois. Ia tak sekalipun merasa terganggu ketika mendapat reaksi yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang baru dikenalnya ketika ia mencoba bersikap ramah. Alice-Miranda juga tidak sekalipun menyimpan dendam untuk semua perlakuan yang tidak pantas.

Berbicara masalah kecerdasan, jangan menganggapnya sepele. Di usinya yang baru tujuh seperempat tahun ,ia dengan mudah menglafalkan keenak nama istri Raja Henry VIII dan mengerjakan pembagian yang panjang dan rumit. Bahkan diceritakan ia paham Sejarah Romawi dan Mesir Kuno bahkan Perang Dunia Kedua sekalipun. Mengertikan mengapa saya menyebutnya sempurna? Namun seperti yang saya sebut sebelumnya, kesempurnaan anak perempuan yang tidak mengenal kata menyerah, tidak menjadi penghalang untuk menikmati kisah yang ditulis sangat ringan. Setidaknya konflik di buku ini masih membuat saya penasaran. Alice-Miranda sepertinya memang punya magnet, sehingga semua hal itu tidak menjadi masalah besar. Magnet itu juga yang mungkin menjadikan tokoh-tokoh lain menyukainya. Kecuali Miss Grimm dan Alethea tentunya.

Masih seputar karakter di buku ini,terkecuali Alice-Miranda, Jacqueline Harvey menciptakan katakter-karakter lain dengan sangat baik. Semua karakter punya ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan yang lain. Sebut saja Miss Higgins sang Sekretaris sekolah, Jacinta-tukang ngamuk terhebat nomor dua sesekolah, Millie-teman sekamarnya Alice-Miranda, Mr Charles si tukang kebun, Mrs Oliver ataupun Mrs Smith yang menjadi juru masak. Alethea dan Miss Grimm yang menjadi tokoh antagonis pun masuk hitungan. Mereka berdua memainkan peran dengan sangat baik.

Beralih ke hal-hal yang sedikit menganggu sehingga buku ini hanya saya beri empat bintang. Pertama, pemilihan nama untuk Alice-Miranda. Mengapa harus menyandingkan dua nama dan menjadikannya panggilan untuk sang karakter utama? Mengapa tidak memilih satu nama saja? Memanggilnya dengan Alice menurut saya cukup. Kedua, mengenai tes menjelajahi alam bebas, yang selanjutnya disebut hutan, selama lima hari lamanya. Semua juga tahu hutan bukan tempat yang aman untuk anak-anak. Terlebih lagi tanpa pengawasan orang dewasa. Bahkan ketika kawasan hutan itu terletak disekitar asrama. Anehnya tidak ada protes dari ayah dan ibu Alice-Miranda yang dari awal terlihat sangat memanjakan anaknya.

Namun terlepas dari semua keanehan itu, saya memutuskan untuk tetap membaca kelanjutan seri Alice-Miranda. Saya juga merekomendasikan buku ini sebagai bacaan untuk anak-anak usia sekolah dasar ataupun pendidikan menengah. Alice-Miranda dicetak dengan font yang cukup besar rasanya cocok untuk pembaca pemula.

Cover dan Ilustrasi
Tidak ada perbedaan besar antara cover asli dan cover terbitan Little K. Alice-Miranda terlihat lucu di sampul depan. Untuk ilistrasi yang ada di dalam buku, menurut saya kurang banyak. Apalagi jika buku ini ditujukan sebagai bacaan Middle-Grade.


4/5

Alice-Miranda At School
Penulis: Jacqueline Harvey
Penerjemah: Reni Indardini
Editor: Herlina Sitorus
Penerbit: Little K
Cetakan: I, Juni 2011

Reading Challenge: Name in a Book Challenge

ang

Wednesday, 11 January 2012

Early Review: Isabella - Girl on the Go by Jennifer Fosberry




Isabella's back, and her dreams are turning an ordinary backyard into an exciting adventure!
Jennifer Fosberry has created an inspiring follow-up to her New York Times bestselling series featuring everyone's favorite purple-haired, little girl. Previously, Isabella discovered her favorite heroes in My Name Is Not Isabella. Now she travels around the world experiencing its greatest wonders without ever leaving her own backyard.
Isabella, as precocious as ever, spends the day playing her dad as they discover some of the greatest places man has made around the world. She pretends everyday things (like the sandbox) are extraordinary places (like the desert and pyramids of Egypt). Isabella ends the day in her own home-sweet-home, the most wonderful place to be.

A back of the book "Places that Changed the World" section features descriptions of all the places Isabella visits. (Goodreads)

~~~

My Thought
Isabella: Girl on the Go is another good book for children. It has not only beautiful illustration but also nice story.

Isabella, a little cute girl who has a great Imagination is the main character. I liked her.  She does not need any sophisticated things to play. All simple things that she got around were more than enough. Look at how Paintbrush and a fence could make her become a warrior who built the longest and strongest wall in the world to protect her people. Or a flashlight that took her to New York and made her become the Lady Liberty, the defender of freedom.I liked all her journey. Her father was also nice. He's the one who prompted everything for her.

Another thing that I liked from this book was the few last pages. It revealed clearly about all places that mentioned in the previous pages. It also explained to the reader about some words that were said by Isabella. Totally complete - great book for children.  I think I am going to buy this kind of book for my future child.  

Before this one, Jenniffer Fosberry has written another book about Isabella. I wonder what she wrote about. I'd love to know what kind of adventure that Isabella have inside.

Thanks to NetGalley and Sourcebook who has approved my request. I got this free Galley in exchange for an honest review.  

Cover and Illustration
I like the cover. It revealed what we're going to find inside. I love the illustration and its colors. I am going to put Mike Litwin as one of my favorite illustrators. He drew Isabella with very well

5/5

Author: Jennifer Fosberry | Website
Illustrator: Mike Litwin
Reading level: Ages 4 and up
Hardcover: 32 pages
Publisher: Sourcebooks Jabberwocky (February 21, 2012)
Language: English
ISBN-10: 1402266480
ISBN-13: 978-1402266485
Source: NetGalley


Monday, 9 January 2012

Review: Diary Si Bocah Tengil: Kenyataan Pahit - Jeff Kinney


Sejak dulu, Greg Heffley selalu ingin cepat-cepat dewasa. Namun, apakah bertambah usia memang seenak yang dia bayangkan?

Greg mendadak harus berurusan dengan berbagai macam tekanan, yang disebabkan oleh pesta menginap di sekolah, bertambahnya tanggung jawab, dan bahkan oleh perubahan-perubahan canggung yang biasa timbul seiring dengan bertambahnya usia.

Dia terpaksa menghadapi semua itu tanpa kehadiran sang sahabat baik, Rowley, di sisinya.

Dapatkah Greg melewatinya seorang diri? Ataukah dia harus berhadapan dengan “kenyataan pahit”?

“Diary si Bocah Tengil kelihatannya akan mendominasi dunia.”
Majalah Time

Salah satu buku bacaan berseri untuk anak-anak tersukses yang pernah diterbitkan.”
Washington Post

“Kalau anak-anak Anda suka membaca … dan lebih-lebih jika mereka tidak suka membaca, maka ini adalah buku yang tepat untuk mereka.”
Whoopi Goldberg, The View
~~~

The Ugly Truth - Kenyataan Pahit, masih berkisah tentang kehidupan Greg Heffley, di rumah maupun sekolah. Banyak hal yang terjadi selepas musim panas usai. Sesuai judulnya, Greg kali ini harus mengalami banyak hal yang tidak menyenangkan. Dari hubungannya yang tidak juga membaik dengan Rowley, tidak lulus audisi iklan Peachy Breeze,  sampai ketika ia harus menghadiri pesta pernikahan Paman Gary yang menyebabkannya tidak dapat menghadiri pesta yang diadakan oleh Jordan, anak populer di sekolah. Tidak berhenti sampai di situ, Greg juga harus berhadapan dengan masalah-masalah baru yang muncul ketika ibunya memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah. Hanya dalam beberapa hari tanpa kehadiran ibu  di rumah, keadaan menjadi kacau berantakan. Dari masalah sarapan sampai urusan membantu mengerjakan PR. Greg sungguh dibuat frustrasi karenanya. Malang bagi Greg karena deretan kenyataan pahit tidak berhenti sampai di situ.

Berbicara tentang orang-orang di sekitar Greg, gelar tokoh paling menyebalkan di buku ini tidak lagi saya berikan pada Rodrick. Kali ini Rowley lah yang pantas menerimanya. Senang banget pas tahu apa yang terjadi pada Rowley di pesta Jordan. Rasain!!! Setelah Rowley, Manny menempati urutan kedua. Walau tidak lagi menimbulkan banyak masalah bagi Greg, namun saya tetap tidak suka ketika ilustrasi adik bungsu Rodrick ini muncul. Isabella, asisten rumah tangga yang dipekerjakan oleh ibu Greg untuk membersihkan rumah, berada di urutan ketiga. Keberadaan wanita ini hanya menambah daftar kesialan Greg.

Seperti buku-buku sebelumnya tidak butuh lama untuk  melahap habis buku ini. Namun ketika sampai di halaman terakhir saya sadar bahwa kisah Greg di buku kelima ini tidak lagi mengundang banyak senyum ataupun tawa kecil. Bahkan ketika sang tokoh utama masih sama konyolnya. Kalau diingat lagi, hanya lembaran yang memuat tentang Rowley yang lucu. Itu pun hanya sebagian kecil. Mungkin "Kenyataan Pahit" memang tidak dimaksudkan itu. Di buku kelima ini, saya cenderung kasihan pada Greg.

Walau tidak begitu terkesan dengan kisah Greg di buku kelima, Saya tetap ingin membaca Diary of a Wimpy Kid: Cabin Fever. Semoga terjemahannya bisa terbit tahun ini.

Cover dan Ilustrasi
Dari buku pertama sampai buku kelima, Ilustrasi masih memegang peran penting. Lucu ngeliatnya. Mengenai cover, Dibanding empat buku yang telah terbit sebelumnya, warna Kenyataan Pahit yang paling menarik. Ekspresi Greg di sampul depan mewakili hampir semua kejadian yang dialaminya. Pas banget.

Penulis: Jeff Kinney
Judul Asli: Diary of a Wimpy Kid #5: The Ugly Truth
Penerjemah: Ferry Halim
Editor: Jia Effenfi, Ida Wajdi
Penerbit: Atria
Tebal: 218 hal
Cetakan: I, Agustus 2011


Tuesday, 10 May 2011

Review: The Little Prince Graphic Novel by Joann Sfar


For over sixty-five years Antoine de Saint-Exupéry's The Little Princehas captured the hearts and minds of its readers. The whimsical story with a fairy tale touch has sold over 80 million copies in 230 languages. This exciting graphic adaptation features beautiful, new artwork by Joann Sfar. Hand-chosen by Saint-Exupéry's French publishers for his literary style and sensitivity to the original, Sfar has endeavored to recreate this beloved story, both honoring the original and stretching it to new heights. A vibrant, visual gift for longtime fans and those experiencing the story for the first time.

My Thought
After travelling to some planets, the Little Prince finally arrived on Earth. He landed in a desert. Snake was the first creature that he met. Few days later, he found an aviator with his broken plane. To the man, who could not draw well, he told about his little planet. How conceited the Rose that he kept. The Baobabs trees that he cleaned every day. Even about the Volcano. He also shared his story about some adults whom he met in another planets. In few days, the Aviator learnt many things about the boy. The bond between them knitted and got stronger day by day.

The little Prince, I never get bored reading this book over and over again. This is one of my favorite books. The more I read it, the more I understand what the author tried to say. The first version that I read is in Indonesian. I think I have lost my count how many times I read this book. Now the paper is not as neat as the first time I bought. The English version, I read through the web. I was so glad that I could find my favorite quotes in English. The French was also available, but I gave up. I know no words in its original language. When I checked Net Galley and found its graphic novel. I was so eager to read it, although I remembered how the story was. But I must have slipped my mind that the publisher has approved my request. Because it took me more than a month to finish it.

I could not help myself but comparing this book and its novel. Since the original book also got the illustration. However I still prefer the original novel, there were some parts in graphic novel that I loved. Let's say when The Little prince met the snake in the desert, or his quality time with the Fox. Even when he talked to his rose. Joann Sfar drew it very well. I could see how arrogant that flower was. I also got many new things that I might have missed in the original book. It looks like that Joann Sfar added something in the story. Some of his artworks also made me giggling. A same emotion remained when I was in the last page.

Reading this graphic novel made me wanted to read the book especially when The Little Prince traveled to one planets to another.

From Goodreads, I saw another graphic novels of Joann Sfar. I'd love to read them all.

I recommended this graphic novel to all readers who adored The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry.

4/5

Favorite quotes
"Grown-ups never understand anything by themselves"
"Perharps It's my fault that you didn't understand. You are as foolish as I am"
"You'll always be responsible for what you've always tamed."
"There's a risk you might cry sometimes, if you allow yourself to be tamed"
~~

Reading level: Ages 9-12
Hardcover: 112 pages
Publisher: HMH Books (October 18, 2010)
Language: English
ISBN-10: 9780547338026
ISBN-13: 978-0547338026
Product Dimensions: 9.3 x 7.4 x 0.7 inches
Source: Net Galley
Buy The Little Prince Graphic Novel at Amazon.

Review: The Wind in The Willows - Kenneth Grahame


The Wind in the Willows, buku yang pertama kali terbit tahun 1908 ini bercerita tentang petualangan Tikus Tanah, Tikus Air, Luak dan Katak. Semua petualangan mereka tertuang dalam 12 bab. Bermula dari pertemuan kedua tikus di tepi sungai, petualangan mereka di hutan belantara sampai bagaimana kisah perebutan kembali Puri Katak dari tangan Rase yang jahat.

Dari semua karakter utama, yang paling saya sukai adalah sosok sang Katak. Bawaannya yang riang namun sombong, ceroboh, bahkan sering lupa diri membuat saya menikmati setiap kisahnya. Lihat saja bagaimana ia mengendarai mobil balap ataupun ketika berusaha kembali ke kediamannya dengan menyamar sebagai tukang cuci. Rasa gemas, kesal sampai kasihan bercampur aduk setiap kali bab tentang si Katak berakhir. Kisah katak menutupi beberapa bagian yang sedikit membosankan di buku ini.

Buku yang diterbitkan dalam format hardcover ini juga dilengkapi dengan ilustrasi. Gambar-gambar di setiap bab yang menyajikan ekspresi setiap karakter, sangat mempermudah saya untuk membayangkan bagaimana situasi yang terjadi. Bagaimana takutnya Tikus Tanah saat tersesat di Hutan Belantara ataupun beberapa seringai jahil dari si Katak.

Walau sempat membuat saya bingung karena merasa ada bagian yang hilang, kisah Tikus Tanah, Tikus Air, Luak dan Katak ini tetap mengalir.

Cover
Saya suka gambar dan pilihan warnanya. Sosok katak digambarkan dengan sempurna. :D

3/5

~~~

Judul Indonesia: Embusan Angin di Pohon Dedalu
Penulis: Kenneth Grahame
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Peyunting: Nadya Andwiani
Ilustrasi dan Pewajah Sampul: Ella Elviana
Cetakan I: April 2010
Penerbit: Mahda Books
Sumber: Hadiah dari editor

Saturday, 7 May 2011

Cover Reveal: Sapphire Battersea by Jacqueline Wilson



This is the second story of Hetty Feather, who was given her name when she was left at the Foundling Hospital as a baby. But Hetty always longed to be called Sapphire, after her sapphire-blue eyes. When she is reunited with her mother, she hopes her new name, Sapphire Battersea, will also mean a new life! But life doesn't always go as planned...
Follow the twists and turns of Sapphire's adventure as she goes out to work as a maid for a wealthy man. She longs to be reunited with her childhood sweetheart Jem - but also finds a new sweetheart, Bertie the butcher's boy, who whisks her away from her household chores to experience the delights of the funfair!
But Hetty's life may also take a darker path.Can she cope with the trials ahead?


Jacqueline Wilson, she is one of my favorite children's authors. It's been so long since I read her books. I like both of the story and its illustration.

After Tracy Beaker, now she has another series. I hope Gramedia Pustaka Utama will also buy the rights of this book and translate it. So I get the chance to read it. :)

From the newsletter that I received, this book will be released on September 29th.

Tuesday, 1 June 2010

Review: Captain Underpants And The Invasion Of The Incredibly Naughty Cafeteria Ladies From Outer Space



Di suatu malam yang tak berawan, sebuah benda berpijar membelah langit Piqua, Ohio. Selama beberapa detik benda itu bersinar sangat terang. Sampai akhirnya lenyap. Anehnya tak satupun tertangkap oleh warga sekitar. Bahkan keesokan harinya , tak satu pun dari murid-murid SD Jerome Horwitz yang memperhatikan. Padahal benda yang mirip pesawat luar angkasa itu berada di atap sekolah. Mungkin saja dikarenakan mereka terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing . Termasuk George dan Harold yang sepagi itu memikirkan hal apa saja yang bisa mereka lalukan untuk membuat sesuatu yang disebut para guru sebagai kegaduhan

Lihat saja kekacauan yang mereka timbulkan di kelas Mr Fyde, sang guru IPA. Ruang kelas dipenuhi oleh suara kucing yang mengeong dan geraman anjing. Siapa lagi kalau bukan ulah George dan Harold. Awalnya Mr Fyde berhasil meneruskan pelajaran dan berusaha untuk tidak memperdulikan suara yang dibuat oleh kedua anak itu. Namun semakin kuat Mr Fyde menutup telinga, suara yang mengganggu itu kembali terdengar. Sampai akhirnya Mr Fyde dibuat sangat senewen dan memutuskan untuk meninggalkan kelas dan menyudahi pelajaran lebih cepat dari biasanya. Bukannya kesal, seluruh isi kelas nampaknya menyukai apa yang dilakukan oleh George dan Harold. Satu hal yang membuat kedua anak ini memikirkan rencana lain yang mereka anggap lucu untuk dilakukan.

Sementara itu, di atap sekolah,benda yang akhirnya semakin jelas adalah sebuah pesawat luar angkasa ternyata berisi makhluk planet paling seram, paling jahat dan paling tak kenal ampun. Mereka adalah Zorx, Klax, dan Jeniffer. Tujuan mereka ke bumi tak lain tak bukan adalah untuk menguasai bumi. Sementara menyusun rencana, hal yang pertama mereka lakukan adalah mengamati semua hal yang terjadi di SD Jerome Horwitz.

Kesempatan dating ketika Ibu-ibu pengurus kafetaria sekolah mengundurkan diri. Tanpa membuang waktu mereka segera menyamar menjadi pengganti. Begitu mereka melamar sebagai pengurus kafetaria, Mr Krupp, kepala sekolah, yang saat itu sangat kebingungan segera mengiyakan. Mr Krupp tak sadar, ia baru saja member jalan bagi para monster untuk melakukan kekacauan. Dan lihat saja apa yang terjadi selanjutnya. Semua anak dan guru yang memakan masakan mereka dalam sekejap berubah menjadi Zombie kutu buku yang jahat.

Beruntung George dan Harold tidak termasuk dalam orang-orang yang berada dalam pengaruh mereka. Sehingga mereka bisa menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Tak butuh waktu lama untuk mengetahui rencana busuk para monster. George dan Harold berusaha memberitahu Mr Krupp yang juga tidak berada dalam pengaruh sang monster. Sayang Mr Krupp menganggap semua kata-kata kedua anak itu hanya lelucon belaka. Sampai para monster mulai membuka kedok mereka.

George dan Harold benar-benar membutuhkan kehadiran Kapten Kolor.

~~~

Judul buku yang paling panjang yang pernah saya baca.

Rasanya ini pertama kali saya memiliki buku dengan judul yang sangat panjang. Membacanya membuat saya sedikit tergelitik. Sayangnya jika dibanding buku sebelumnya, kisah George dan Harold kali ini kurang mengigit. Bahkan sampai di halaman terakhir saya tidak merasakan satu pun hal yang dapat membuat saya tertawa. Walau begitu ilustrasi di buku ini masih menjadi favorit saya. Apalagi kalau melihat ekspresi dari setiap tokoh terutama kedua anak laki-laki yang nampaknya tak pernah kehilangan ide untuk membuat hari-hari mereka di sekolah. Two thumbs up for Dav Pilkey.

PS: Ada kejutan baru dari Kapten Kolor


Captain Underpants And The Invasion Of The Incredibly Naughty Cafeteria Ladies From Outer Space (And The Subsequent Assault Of The Equally Evil Lunchroom Zombie Nerds)
Judul Indonesia: Kapten Klor Dan Penyerbuan Ibuibu Kafetaria Luar Angksa Yang Sangat Nakal (Dan Serangan Lanjan Oleh Zombie Kutu Buku Kafetaria Yang Sama Jahatnya)
Penulis: Dav Pilkey
Penerjemah: Rosi & Lianita
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: II, Januari 2010
Tebal: 144 hlm

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...