Showing posts with label Serambi. Show all posts
Showing posts with label Serambi. Show all posts

Friday, 28 December 2007

Review: Q&A - Vikas Swarup




Ram Mohammad Thomas hanyalah seorang pramusaji bar. Tak satupun pendidikan formal yang pernah dijalaninya. Namun siapa yang menyangka ia mampu memenangkan satu milliar Rupee di kuis Who Will Win A Billion. 13 pertanyaan yang diajukan oleh MC saat itu dapat dijawabnya dengan sempurna. Hal ini membuat semua tercenggang karena tak pernah ada dalam sejarah penyelenggara kus mengeluar uang sebesar itu kepada seseorang. Hal itu membuat mereka curiga bawa Ram Mohammad Thomas melakukan kecurangan. Polisi pun turun tangan. Ram di tangkap dan dipaksa menandatangani sebuah surat perjanjian yang menyatakan dirinya melakukan kecurangan. Ram tak punya pilihan lain.

Saat menjalani hukumannya, tiba- tiba datang seorang wanita yang mengaku sebagai pengacaranya. Ram tentu saja terkejut. Ia tak mengenal wanita itu. Terlebih lagi ia tak punya uang untuk menyewa seorang pengacara yang bernama Smita Shah. Namun Ram tak menolak begitu tahu bahwa pengacara itu ternyata mampu mengeluarkannya dari ruang penyiksaan.

Di rumah kediamannya, Smita Shah berjanji akan membantu Ram keluar dari masalah yang tengah membelitnya dengan satu syarat, Ram harus menceritakan semua hal. Awalnya Ram menolak karena berpikir Smita tak jauh berbeda dengan para polisi yang tidak percaya bahwa ia mempunyai jawaban untuk semua. Namu akhirnya Ram pun bercerita bagaimana ia dapat menjawab 13 pertanyaan itu satu demi satu dan mengungkap kehidupan pernik-pernik kehidupan Ram lebih dalam. dari Persahabatannya dengan Salim, kehidupan biara bersama Romo Timothy, bertetangga dengan seorang astronom perampokan di kereta api sampai perampokan yang terjadi di kereta yang ditumpanginya. Semua cerita mengalir tanpa ada satupun yang dikurangi Ram tanpa pernah bahwa Smita Shah adalah bagian dari cerita kehidupannya di masa lalu.


**

Satu lagi yang membuktikan bahwa buku lebih asyik ketimbang film. Ally tidak bilang kalau buku ini telah difimkan. Tapi kalau buku ini difimkan, pastinya akan menjadi ebih panjang dengan tarian dan nyanyian dari tokoh tokoh di dalamnya. Kapok deh nonton film india. Untungnya di buku yang stau ini tarian dan nyanyiannya nggak ada. Fuh Tapi di covernya buku ini akan difilmkan. Yang pasti kalau dibuat ma sutradara india pasti ada nyanyiannya.Ugh

Ally juga mau seberuntung Ram. Semua pertanyaan yang dikasih ma Dian Sastro tuh ga jauh dari keseharian. Hihihi.Pertanyaan di game Who Wants To be A Millionare aja agak susah ngejawabnya. Untuk meraih angka 1 juta saja susahnya bukan main. Bagaimana kalau benar – benar duduk di kursi panas yah?


Q&A
Penulis: Vikas Swarup
Penerjemah : Agung Prihantoro
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: 1, Desember 2006
Tebal: 460 Hal

Monday, 22 October 2007

Review: Lunch Money - Andrew Clements


Lunch Money

Jika seseorang memiliki banyak uang, ia dapat membeli apapun yang ia inginkan. Kalimat itu memiliki arti tersendiri bagi Greg. Sejak kecil ia memiliki banyak cara untuk mengumpulkan uang. Dari membersihkan tempat tidur kakak-kakaknya, membersihkan ubin, bahkan mencabut rumput di halaman. Semua dilakukan untuk menambah pundi – pundi uang yang lebih banyak. Greg sangat ebat dalam mengatur keuangannya

Tak hanya di rumah, sekolah bahkan dilihat sebagai lahan yang menurut Greg akan sangat membantu dirinya menjadi lebih kaya. Greg memulai usahanya dengan menjual mainan. Awalnya semua mainan itu laku keras. Namun lama kelamaan teman – temannya mulai bosan. Bahkan Bu Davenport, Kepala Sekolahnya, melarangnya menjual mainan. Greg harus memikirkan cara baru. Akhinya pilihannya jatuh pada usaha untuk membuat komik mini. Tak ada halangan berarti karena Greg sangat mahir menggambar Ia telah mengetahui teknik membuat komik dengan sempurna. Pundi pundi emas Greg pun semakin banyak

Sayangnya semua itu terjadi hanya sesaat. Kesuksesan yang dimiliki Greg ternyata tak berlangsung lama. Ada yang berusaha merebut aliran pundi pundi emas miliknya. Setelah diselidiki ternyata pelakunya adalah seorang anak perempuan yang tidak asing lagi bagi Greg. Dari kecil, anak perempuan yang dikenal sebagai Maura Shawterus berusaha menyaingi Greg dalam segala hal. Mengetahui jika Maura melakukan usaha yang sama, kemarahan Greg memuncak. Pertengkaran dengan Maura tak terelakan lagi. Perselisihan mereka terus berlanjut. Bahkan membuat guru Mate-Matika mereka Mr Z turun tangan. Namun awal Mr Z tak membuahkan hasil karena keduanya sama sama ngotot. Tak dapat dicegah, masalah Mura Dan greg akhirnya terdengar oleh Kepala Sekolah, Bu Davenport. Untuk kesekian kalinya Greg harus berhadapan dengan wanita ini.

***

Uang, uang dan uang. Hanya kata itulah yang ada di benak Greg. Serasa hanya benda itulah yang paling penting dalam hidupnya. Yah tak kan habis waktu untuk membahas masalah yang satu ini. Untungnya, Greg sadar bahwa ada yang lebih penting dari semua pundi pundi emas itu.

Saya benar-benar iri dengan bakat yang dimiliki Greg. Apalagi dengan kemampuannya menggambar dan membuat komik. Sudah dari jaman SD saya selalu berusaha agar nilai yang diberikan guru kesenian berubah dari angka 5 ke angka 6. Sayangnya sampai saya lulus SD nilai itu bahkan tidak beranjak dari posisinya. Apa mungkin karena otak kiri saya mengambil alih semuanya sehingga tak ada satu pun ruang untuk otak kanan.


Lunch Money

Judul Indonesia: Uang Jajan
Penulis: Andrew Clements
Penerjemah : Mukti Mulyana
PT Serambi Ilmu Semesta

Cetakan I, Desember 2006

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...