Thursday, May 31, 2012

Review: Hetty Feather - Jacqueline Wilson


PERHATIAN! PERHATIAN!

Bersiaplah
Membaca Kisah Menakjubkan 

HETTY 
FEATHER

*****************************************************

TERKESIAP 
waktu ia ditelantarkan saat masih bayi

TERBELALAK
dengan keberaniannya
mewujudkan mimpi

KAGUM
pada perjuangannya 
mencari ibu kandung

******************************************************

MENAMPILKAN:

Perayaan Emas Ratu Victoria • Sirkus Keliling Tanglefield 
Matron Bottomly Bau • Ida pelayan dapur baik hati
Saudara-saudara Hetty tersayang: Jem dan Gideon

~~~

Hetty Feather, satu lagi buku Jacqueline Wilson yang diterjemahkan oleh Gramedia.  Jangka waktu penerbitannya tidak begitu jauh dari Cookie, buku yang diterbitkan akhir tahun lalu. Senang rasanya tidak perlu menunggu terlalu lama. Namun yang paling menyenangkan, buku kali ini jauh lebih tebal dibandingkan Cookie. 

Banyak hal yang menarik dari Hetty Feather. Dari segi karakter, cerita ataupun ilustrasinya. Membaca buku ini membuat saya seakan tidak pernah menemukan hal-hal menarik dari buku-buku Jacqueline Wilson yang lain. Sehingga nyaris mengucapkan bahwa Hetty Feather adalah buku terbaik yang pernah ditulis oleh Jacqueline Wilson.

Hetty Feather adalah nama sang karakter utama. Semua cerita di buku ini diambil dari sudut pandangnya anak perempuan yang ditinggalkan ibunya sejak baik di Founding Hospital. Hetty tumbuh dengan daya imajinasi yang sangat tinggi, tidak perlu heran jika anak perempuan dengan rambut kemerahan ini bisa bercerita dengan sangat detail bahkan ketika ia masih bayi. Kehidupan tidak begitu menyenangkan di panti asuhan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan yang setiap tahunnya semakin menjadi. Dengan khayalannya, Hetty bisa merubah semua hal menjadi lebih baik atau sebaliknya. Walau tidak semua orang menyukai keahliannya yang satu itu, namun tidak sedikit teman-teman yang menyukai ketika Hetty mulai menceritakan kisah yang dikarangnya sendiri. Pembawaan Hetty yang seperti itu, menarik perhatian beberapa orang di panti. Sebut saja Ida, pelayan dapur.

Saya sebagai pembaca pun menyukainya. Walau sebelumya saya telah bertemu dengan Tracy Beaker, anak perempuan yang juga memiliki khayalan yang sama tingginya dengan Hetty, namun kesan yang ditinggal kan Hetty jauh lebih dalam. Hetty juga kadang bertingkah melebihi batas, namun tidak sampai membuat saya kesal dan benci, seperti halnya yang saya rasakan pada Tracy Beaker. 

Mengenai hubungan yang terjalin antara Hetty dan karakter-karakter lain juga menjadi hal yang saya sukai dari buku ini. Lihat saja bab yang bercerita tentang persahabatannya dengan Polly ataupun hubungannya dengan Harriet. Namun dari semuanya bab favorit saya adalah ketika Hetty bercerita tentang tahun-tahun yang dilewatinya Peg, ibu asuhnya,dan Jem, kakak angkatnya. Sayangnya sampai buku ini berakhir, tidak ada kisah lagi tentang mereka. Dari website resmi, Jacqueline Wilson ternyata telah menulis sequel kisah Hetty Feather, yang diberi judul Sapphire Battersea. Semoga saja Jem dan Ibunya ada dibuku itu. Yang paling penting, semoga pihak Gramedia juga menerbitkan buku ini. Amiin. 

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, ilustrasi buku ini juga istimewa. Ilustratornya masih sama, namun karyanya kali ini berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Seberapa jauh bedanya, lihat saja sendiri. 

Nyaris lupa, buku ini mengambil latar belakang London di masa Victoria. Terlihat perbedaan bagaimana para guru mengajar anak-anak di kelas. Bukannya mendorong bagaimana para murid mengetahui dan belajar lebih banyak, guru-guru itu malah melakukan hal yang sebaliknya. Aneh.

Tidak ada masalah dengan terjemahan. Saya bisa mengerti dan menikmati kisah Hetty Feather dengan baik. Terima kasih untuk penerjemah dan editornya. Sayangnya masih ada typo di beberapa halaman. 

Di bawah ini trailer buku Hetty Feather. Suka.


 4/5

Hetty Feather
Penulis: Jacqueline Wilson
Penerjemah: Deci Natalia
Editor: Reita Ariyanti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Maret 2012
Tebal: 464 hlm