Tuesday, 18 September 2007

Review: Alice in Between - Phyllis Reynolds Naylor

Alice in-Between
(Remaja Tanggung)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa : Vina Damajanti
Cetakan I,Juli 2007
Tebal 152 hlm
PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun ini Alice merayakan ulang tahunnya yang ke tiga belas. Setelah selesai dengan masalah nona rumah, kini Alice mengeluhkan maalah posisnya sebagai remaja tanggung. Ia merasa bahwa dirinya bukan lagi anak anak. Tapi bukan ia juga belum merasa mejadi seorang wanita. Baik dari bentuk tubuh maupun ukuran tubuhnya. Semua hal itu membuatnya cukup senewen.

Banyak hal yang terjadi di ulang tahun kali ini. Patrick memberinya hadiah berupa gelang, yang ternyata adalah warisan dari neneknya. Sehingga terpaksa dikembalikan Alice. Sebagai gantinya ia mendapat Bedak talk Old English Lavender, yang menurut Pamela baunya mirip dengan bau neneknya. Dari ayahnya, Alice mendapat gift voucher dari Woodward & Lothrop. Lester, abangnya, bahkan memberi hadiah yang tak terduga. Makan malam di Watergate, nonton drama di Kennedt Center dan berdansa. Walau semua itu sebagai tebusan karena Lester nyaris melupakan hari ulang tahun Alice.

Di usianya yang ke tiga belas ini, Alice berhasil menyelamatkan tiga orang. Bersama abangnya, Alice berhasil menyelamatkan Crystal, mantan pacar Lester, dari cengkraman pria yang menyebalkan. Berikutnya adalah menyelamatkan Lester dari Loretta yang akan mengajaknya camping ke suatu tempat. Dan terakhir menyelamatkan Pamela, sahabatnya, dari tangan pria hidung belang. Dalam perjalanan mereka menuju Chicago dengan kereta api.

Mengenai masalah Pamela sebenarnya semua berawal dari peringai Pamela yang berpura-pura menjadi wanita dewasa. Pamela awalnya sangat menikmati perannya. Bahkan meminta Alice dan Elizabeth untuk turut serta dalam drama yang disusunnya. Penampilan Pamela memang meyakinkan. Terlebih karena rambut Pamela yang dipotong pendek karena ulah iseng mark dan Brian. Sayangnya semua berakhir dengan hal yang membuat Pamela sesegukan. Saat itu, Alice yakin Pamela harus diselamatkan. Untung saja, mereka bisa lepas dari gangguan pria itu dan sampai di rumah Aunt Sally dengan selamat.

Kejutan yang dialami Alice datang silih berganti. Bahkan ketika ia datang ke rumah Patrick untuk menyerahkan hadiah ulang tahun. Awalnya ia hanya bermaksud untuk memberi Patrick kepiting yang dibelinya bersama Carol di Chicago. Tak di duga ibu Patrick mengajaknya makan malam bersama. Sayangnya Alice merasa tak nyaman. Untungnya semua itu terobati dengan permainan drum Patrick. Kejutan tak berhenti sampai di situ.

**

Buku Alice yang membuat saya teringat dengan kakak beradik Touya dan Sakura di Sakura The Card Captor. Walau Lester tidak dapat disejajarkan dengan Touya, di buku ini terlihat bagaimana Lester menyayangi Alice seperti Touya menyayangi Sakura, walau ditunjukkan dengan sikap yang aneh. Jadi pengen punya kakak laki laki seperti Alice dan Sakura. *Sighed*

~~~

Buy the English copy of Alice In-Between at Amazon

Monday, 17 September 2007

Review: The Curse Bearer 4: Saving Kobato - Kenji Nojima


The Curse Bearer 4 : Saving Kobato

Sejak kecil Kobato telah memelihara lima guna guna di setiap jari. Guna guna yang telah membutnya menjadi buta terhadap beberapa rasa itu digunakan untuk melindungi keluarga Mizuhoshi dari gangguan guna guna lain yang biasanya adaalah kiriman dari orang-orang yang membenci keluarga ini. Semua itu sudah menjadi keputusan kepala keluarga Mizuhoshi yang tak lain adalah kakek Kobato, Sadakuni, yang terkenal sebagai pria yang tak memiliki rasa kasihan . Termasuk kepada seluruh anggota keluarganya sendiri.

Hari itu Kobato harus menjalani sesi hukuman karena dianggap ceroboh. Ketika hendak memusnahkan guna-guna yang masuk ke rumah, tak sengaja ia mematahkan pohon di taman. Ia harus mendekam di sebuah gudang yang gelap, dingin dan berdebu.

Yamato, satu satunya kakak laki laki yang simpati terhadapnya, yang mampu membuat Kobato bertahan lebih lama. Yamato berjanji akan membantu Kobato menghancurkan semua guna-guna yang bersemayam di tangan kanannya. Yuka, seorang pelayan, dipilihkan secara khusus oleh Yamato untuk membantu sekaligus melindungi Kobato. Kalau-kalau dirinya tak berada di dekat Kobato saat gadis itu membutuhkannya.
Bersama Yuka, pelayan yang sangat menyukai lagu Enka dan mengecat rambutnya dengan 3 warna yang berbeda, membawa perubahan yang sangat besar terhdaa dunia Kobato. Yukalah yang mebuat Kobato menyadari bahwa dunia luar yang selama ini ditinggalkannya ternyata tak buruk. Kebun binatang menjadi tujuan mereka yang pertama. Sayangnya semua binatang-binatang itu bereaksi terhadap guna-guna yang dimiliki Kobato. 

Akhirnya toko buku menjadi tempat pilihan bagi Yuka untuk menghibur hati Kobato. Di sana Kobato memilih buku berjudul Cinderella Liberty, yang berisi foto-foto yang memperlihatkan pemndangan musim semi yang sangat indah. Sayangnya kebahagian Kobato tak berlangsung lama, Sadakuni segera mengetahui keberadaan Cinderella Liberty dan karena dianggap menggangu konsentrasi Kobato sebagai pelindung keluarga akhirnya secara paksa buku itu direbutnya bahkan merobek setiap lembarannya. Dunia Kobato kembali menjadi abu-abu.

Semua itu terjadi beberapa waktu yang lalu. Sekarang beban yang dirasakan Kobato kini lebih ringan. Dua guna guna, Zanju dan Kanju, yang selama ini bersarang di jari terlunjuk dan kelingkingnya telah hilang. Kini tinggal tiga guna guna yang tersisa. Semua itu berkat usaha Yamato yakin bahwa guna guna yang dimiliki Kobato hanya akan membawa kesengsaraan kepada diri adiknya. Tentunya tak lepas dari bantuan Shiro dan Konomi.

Hari ini, Shiro dan Konomi akan datang ke rumahnya. Kobato menunggu waktu yang telah disepaki untuk menjemput mereka di stasiun. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Yuka. Tak diduga, gais pelayan yang gaya nyentriknya tak berubah itu memberinya kejutan. Seekor anak anjing berwarna hitam keunguan dihadiahkan untuknya. Anak anjing yang baru berusia dua bulan itu ternyata tidak bereaksi seperti semua penghuni kebun binatang. Hal itu mungkin disebabkan karena dua Guna – guna ditangan kanan Kobato telah hilang. Untuk pertama kalinya, Kobato berhasil menyentuh binatang yang oleh Yuka diberi nama Nihonkai, yang berarti Laut Jepang.

Berita kehadiran Nihonkai segera diketahui oleh dua kakak beradik, Shiro dan Konomi. Mereka pun segera membantu mengatasi masalah yang timbul ketika rasa gembira Kobato meluap. Haju, salah satu guna-guna yang masih tersisa akan keluar secara tiba tiba.

Sayangnya kegembiraan yang dirasakan oleh Kobato harus berakhir ketika Sadakuni mengetahui bahwa dua guna guna ditangan kanannya menghilang. Sadakuni berjanji akan mengatur waktu yang tepat untuk menanamkan guna – guna baru. Seperti yang telah dilakukan pada buku Cinderella Liberty, kini giliran Nihonkai yang dilukai oleh Sadakuni. Kobato tak punya pilihan lain.

Pada hari upacara penanaman guna-guna dimulai, Kobato memakai baju Miko yang lengkap. Dia bersama seorang perantara guna-guna yang mengenakan jubah hitam.Ahli guna guna mengikat pergelangan tangan Kobato yang merupakan tanda bahwa upacara segera dimulai

Karena tak rela melihat Kobato menderita laig karena guna-guna, Yuka tak tinggal diam. Ia segera menghubungi Shiro dan Konomi untuk membatalkan upacara. Bahkan ia mengajak ibu Mito, yang tak lain ternyata kakaknya. Namun rencana untuk menggagalkan upacara tersebut tidaklah mudah. Sadakuni telah menyiapkan pasukan khusus untuk melindungi upacara tersebut. Bahkan berpesan untuk menyingkirkan para pengganggu. Shiro, Yuka, Konomi dan Ibu Mito harus berjuang keras untuk menyelamatkan Kobato.

The Curse Bearer 4 : Saving Kobato
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 4)
Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Friday, 31 August 2007

Belajar Menjadi Orang Hebat


BELAJAR JADI ORANG HEBAT

M.Rojaya

DAR! MIZAN

Cetakan 1, Agustus 2006

Setiap manusia di dunia ini tentu menginginkan manisnya kesuksesan untuk setiap hal yang dilakukannya dalam hidup ini. Segala usaha akan mereka lakukan untuk mewujudkan mimpi – mimpi yang mereka raih. Namun tak jarang mereka menemui kegagalan dalam proses menuju puncak. Ada yang berhenti di tengah jalan, ada pula yang bangkit dan terus berusaha hingga tujuan mereka tercapai. Tak peduli serumit apapun jalan yang ada didpan mereka.

Kesuksesan yang diperoleh oleh orang – orang tersebut tidaklah terjadi dalam waktu singkat. JK Rowling tidak menuliskan cerita yang menghipnotis jutaan orang dalam sehari. Tidak pula Robert T.Kiyosaki memiliki kebebasan finansial dalam sekali mejentikan jari. Tentu saja tidak. Bahkan Thomas Alva Edison berhasil menemukan lampu setelah melakukan ribuan percobaan. Begitu pula deretan nama nama orang hebat di dunia, memperoleh kesusksesan tidak dalam waktu yang instant

Apakah nasib berpihak kepada mereka? Ataukah garis tangan mereka jauh lebih baik jika dibandingkan dengan berjuta orang di dunia? Apa rahasia di balik kesuksesan mereka?

Menurut buku dengan ketebal 216 halaman ini, untuk menjadi orang hebat hanya dibutuhkan empat hal yaitu visi, motivasi, aksi dan refleksi. Ke empat komponen inilah yang berperan dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam hidup, mampu membuat penghalang, kebuntuan, dan semua hal hal yang terasa berat akan menjadi ringan

Visi

Merajut mimpi dalah hal yang sangat mudah. Setiap orang mampu melakukannya. Namun begitu melanjutkan ke tahap untuk mewujudkannya menjadi nyata, banyak orang yang mengalami kesulitan. Hal tersebut adalah karena tidak adanya isi yang jelas dalam hidup mereka. Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun harus melewati jalan yang sulit. Seseorang tanpa tujuan jelas tidak akan pernah mencapai sesuatu yang dicita-citakannya walaupun ia berada di jalan yang mulus sekalipun.

Hendaklah semua visi yang disusun adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dikerjakan Tidak hanya berhenti pada titik menuliskannya, dalam diri setiap orang juga harus yakn bahwa ia mampu melaksanakan semua visinya. Pikiran positif memegang peran penting dalam hal ini. Setiap orang harus optimis bahwa visi mereka pantas untuk diperjuangakan. Semua pikiran negatif sebaiknya di singkirkan. Ketakutan ataupun rendah diri hanya akan menjadikan visi ini tak ada bedanya dengan angan-angan yang rapuh. Arahkan pikiran,kendalikan emosi !

Motivasi

Tak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selama detak jantung belum berhenti artinya setiap manusia masih memiliki waktu untuk menjadi pribadi yang juah lebih baik dari hari kemarin. Membuat program-program pengembangan untuk diri sendiri baik di bidang intelektual, sosal, spiritual, ekonomi mapun yang lainnya.. Temukan potensi yang luar biasa yang ada dalam diri dan lipat gandakan semua kemampuan yang ada dalam diri. Rasa malas, malu dan minder adala virus yang hanya akan membunuh di masa depan. Untuk menjadi seseorang yang sukses mereka harus berpikir lebih dari yang lain. Ambil setiap kesempatan yang ada

Aksi

Hidup ini perjuangan, dibutuhkan ketangguhan dan pengorbanan di dalamnya.

Tak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Sehebat apapun visi dan motivasi yang dimiliki seseorang, namun jika tidak diimbangi dengan usaha yang mantap. Tentu hasil yang didapatkan tidak akan pernah sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan tidak akan pernah tercapai tanpa adanya suiatu pengorbanan. Tak mungkin mengubah penderitaan tanpa mau bersusah payah terlebih dahulu. Dibutuhkan pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak pula mencari kambing hitam. Jangan perna menunda-nunda sesuatu. Jangan cepat berputus asa. Jangan berhenti sampai semua yang diinginkan tercapai. Anggaplah visi yang kita miliki sebagai tantangan. jika perlu carilah kompetitor sebagai pembanding.

Refleksi

Jika semua visi telah disusun, diperkuat dengan motivasi yang hebat,dan berbagai usaha telah dilakukan namun semua yang dicita citakan masih terasa jauh dari genggaman. Kini saatnya lah untuk mengevaluasi setiap titik. Tak ada salahnya lagi ke dalam diri sendiri. Bagian mana yang pelu diperbaiki. Mintalah pertimbangan hati. Namun jika hati tak jernih, maka satu satu jalan adalah membersihkannya dengan zikir. Tidak dibenarkan pula mengartikan istilah-istilah, misalnya sabar yang diartikan dengan tabah menerima kenyatanan hidup namun tak ada inovasi. Qana’ah, menerima apa adanya, tanpa ada langkah yang dilakukan untuk mamajukan. Tawakal, menyeahkan segalanya kepada Allah, tanpa ada kreatifitas.

Dianjurkan pula untuk meminta pendapat orang –orang yang berhati bersih, ikhlas dan beribadah kepada Allah. Karen firasat mereka kerap kali tepat seperti yang dalam hadist “ takutah pada firasat seorang mukmin. Karena sesungguhnya, ia memandang dengan cahaya Allah” (HR. Tarmidzi)

**

Buku ini saya temukan disalah satu rak perpustakaan ketika sedang menunggu teman. Waktu itu saya memilihnya karena tertarik judulnya “ BELAJAR JADI ORANG HEBAT”. Buku ini sebenarnya ditujukan untuk para remaja. Namun gaya bahasa mudah dan ringan dipahami tak mengurangi niat saya untuk menuntaskan buku ini hingga selesai. Saya sangat tertarik dengan kisah kisah yang dijadikan M/Rojaya sebagai contoh untuk beberapa chapter yang dijelaskannya. Dan tentu saja dari tulisannya, saya yakin ia juga salah satu pelahap buku. Banyak kutipan kutipan yang diambilnya dari para motivator dunia. Bahkan dari buku ini juga banyak deretan orang-orang hebat yang tidak pernah saya tahu sebelumnya. Sayangnya, dalam penulisannya banyak pengulangan. Padahal seharusnya bisa dikumpulkan menjadi satu chapter. Contohnya saja pembahasan mengenai peentingnya pikiran positif. Dari chater satu telah disinggung namun akhirnya di bab 2 dan bab 3 kemabli berulang. Dan bab 4 yang seharusnya menjadi puncak malah tak terasa sedikit pun meninggalkan kesan.

Namun lepas dari semua hal itu, buku ini tetap asyik untuk dibaca. Walaupun mungkin tidak seberat ataupun seserius buku buku motivasi lainnya, tentu saja karena target pembaca yang berbeda. Yah, selesai membaca buku ini, saya jadi terpacu untuk menghabiskan buku motivasi lainya yang saat ini masih rapi bersama buku buku dalam rak buku saya. Yang jelas, buku ini membuat saya semakin yakin untuk mewujudkan mimpi – mimpi yang saya miliki. Saya ingin jadi ORANG HEBAT. ^_^


Tuesday, 28 August 2007

Review: Alice: All but Alice - Phyllis Reynolds Naylor


Keresahan dialami Alice ketika kehidupannya di kelas tujuh dimulai. Bahkan ia menjadi begitu gundah ketika mengetahui Elizabeth Price dan Pamela Jones, sahabatnya, telah memiliki papan bulletin dengan berbagai hal penting dalam hidup mereka yang melekat diatasnya.

Tidak berhenti sampai disitu . Hampir semua teman-temannya telah memutuskan untuk ikut suatu perkumpulan. Sedangkan dirinya masih saja sama seperti semester lalu. Karena tak ingin ketinggalan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut klub anting –anting. Awalnya alice sangat menikmatinya. Terutama ketika Ayahnya memberi ijin untuk menindik telinganya.

Setelah perkumpulan anting – anting, Alice memutuskan untuk bergabung dengan All-Stars Fan Club, klub yang berkumpul setiap rabu dan menulis surat ke orang-orang keren. Bahkan ia langsung popular, begitu ia mendapatkan balasan dari salah satu bintang rock. Bahkan ketika balasannya itu hanya berupa kaus kaki kotor. Karena hanya dialah satu satunya anggota klub yang menerima benda milik pribadi seorang selebriti.
Alice menikmati keberadaannya di kedua klub tersebut Teman temanya semakin banyak. Di kelas ia pun termasuk dalam jajaran murid- murid keren dan populer.

Namun masalah baru muncul. Karena dengan tergabung dalam klub ini berarti ia harus mengikuti ritual yang dilakukan oleh setiap anggota, yaitu membeli anting-anting baru setiap pekannya. Padahal uang jajannya setiap pekan tidak banyak. 

Bahkan semua masalah itu semakin membesar ketika mengetahui bahwa ayahnya berkencan dengan Miss Summers, Guru bahasanya yang ditemuinya hampir setiap hari di sekolah. Belum lagi masalah Lester, abangnya, dengan semua mantan pacarnya, yang memaksa Alice harus berbohong.

Di perkumpulan All-Stars Fan Club, setiap anggota di perkumpulan itu terlibat dalam pertunjukan adu bakat. Dan teman temannya menganjurkan untuk kostum wonder woman dan menyanyikan lagu Gus and Dolls. Sayangnya bukannya ketenaran yang didapatkannya, namun malam itu yang ada hanyalah gelak tawa dari seluruh penonton.

Dan tak kalah parah, ketika ia bermasalah Brian, yang ternyata tak pernah berpikiran bahwa Alice adalah seorang anak perempuan. Padahal Alice berpikir Brian akan bisa mengganti kedudukan Patrick .Semua itu membuat Alice merasa ada yang salah dengan semua hal yang dilakukannya. Ia harus mengambil keputusan penting untuk membuat masalah masalah ini menjadi reda dan berhenti membuatnya gundah.

***

Another Teenlit di rak bukuku. Belinya karena ngeliat resensi di blog kobo. Waktu itu juga ada diskon dari Gramedia. 

Melihat kehidupan Alice, jadi ingat jaman SD dulu. Tepatnya pas kelas 6. Waktu itu saya juga benar benar bingung. Bahkan sempat tuh ikut-ikutan ma beberapa teman yang saat itu memang populer dikalangan anak sd. Hehehehe… dari stationery sampai ikut beli snack yang mereka sukai. Padahal begitu nyoba, walah, rasanya ga karuan.Akhirnya sebelum terjerumus lebih jauh, akhirnya sadar. Menjadi populer ga perlu sampai ikut-ikutan seperti itu. Tentu saja itu setelah lepas dari bayang bayang mereka. Akhirnya malah mereka yang ikut-ikutan. 

Serial Alice ternyata dah ada yang baru lagi. Jadi penasaran. Semoga bisa cepat masuk di rak bukuku deh.



All but Alice
Judul Indonesia: ngapain ikut-ikutan
Penulis: Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa: Vina Damajanti

Penerbit: Pt Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: I, January 2006

Tebal: 160 hl

Wednesday, 15 August 2007

Review: Minoes - Annie M.G. Schmidt





Meneer Tibbe adalah seorang pria yang bekerja sebagai wartawan di sebuah surat kabar Killendoornse Courant. Meneer Tibbe sebenarnya sangat berbakat dalam dunia tulis menulis, hanya saja akhir akhir ini berita yang ditulisannya dianggap tidak layak cetak oleh pemimpin redaksi. Bahkan percakapan siang itu diakhir dengan ancaman pemecatan jika meneer Tibbe tidak menuliskan berita menarik.


Ditengah kegalauannya, tiba tiba saja seorang wanita muda muncul di ruang makan.Wanita itu tidak lain wanita yang ketakutan setengah mati hanya karena Mars, seekor anjing, sehingga harus memanjat sebuh pohon yang cukup tinggi untuk menghindarinya. Wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Minoes Juffrouw, bertingkah laku seperti kucing. Bahkan mengaku bahwa dia dapat berbicara dengan semua kucing di kota itu karena dirinya dulunya seekor kucing. Walau tak satupun yang dipercayai oleh Meneer Tibbe. Ia menganggap semua itu hanya khayalan Minoes semata.


Minoes tak memiliki tempat tinggal, karenanya ia memohon pada Meneer Tibbe agar dijinkan untuk tinggal dilotengnya walau hanya beralaskan kardus kosong. Awalnya Meneer Tibbe keberatan namun akhirnya setuju bahkan mengangkatnya menjadi sekretarisnya.. Bahkan Minoes berhasil menyelamatkan Meneer Tibbe dengan memberikannya bahan yang bisa ditulisnya menjadi berita yang menarik. Meneer Smit menjadi berita pertama yang menyelamatkan Meneer Tibbe dari ancaman pemencatan dari kantor.


Dengan cepat reputasi Meneer Tibbe berubah menjadi wartawan dengan berita yang gemilang hanya dalam waktu seminggu bahkan dijanjikan kenaikan gaji oleh pimpinan . Semua tak lain karena kerja keras Minoes. Dengan kemampuannya berbicara dengan Burik, kucing yang memiliki banyak anak yang telah tersebar diseluruh penjuru kota, ia dapat segera mengetahui segala macam rahasia dan peristiwa yang akan terjadi. Dari kolam renang baru sampai temuan guci yang penuh dengan uang logam di taman gereja.semua berita itu didapatnya dari Kucing Balai Kota dan Oikumenor, anak perempuan Burik yang tinggal disekitar gereja.


Berita-berita baru terus datang silih berganti walaupun tidak sedikit yang tidak layak untuk ditulis menjadi berita. Sampai suatu hari ada berita yang mengagetkan. Tukang ikan menjadi korban tabrak lari.Tak disangka pelakunya adalah Meneer Ellemeet. Sayangnya para saksi hanyalah tiga ekor kucing. Tentu saja hal itu membuat Meneer Tibbe kesulitan untuk menulisnya menjadi berita. Terlebih lagi karena reputasi Meneer Ellemeet di mata masyarakat.


Berita tentang keburukan Meneer Ellemeet terus berdatangan. Dari Burik, Minoes mengetahui bahwa ia pernah terkena botol anggur yang dilempar ole Meneer Ellemeet. Bahkan anak anak yang baru saja dilahirkan oleh Burik dibuang ke tempat sampah dan hampi saja diangkut oleh petugas kebersihan. Sangat ironis, padahal oleh Meneer Smit, ia diangkat menjadi ketua Perkumpulan Penyayang Binatang. Namun sekali lagi tak ada manusia yang dapat dijadikan saksi. Bahkan keda saksi kunci telah disuap terlebih dahulu oleh Meneer Ellemeet. Bahkan ketika Meneer Tibbe nekat menuliskannya menjadi berita, yang didapatkannya hanyalah cemooohan dari seluruh warga kota. Karena tak satupun yang mempercayai berita tentang keburukan Meneer Ellemeet. Mereka mempercayai Meneer Ellemeet sepenuhnya.


Di tengah kekacauan itu, Minoes dan semua kucing di kota pun menyusun rencana untuk mengungkap semua kebenaran. Untuk menyelamatkan kota dan tentu saja untuk menyelamatkan Meneer Tibbe.


Membaca Minoes membuat saya senang. Soalnya jarang sekali buku-buku yang bercerita tentang kehebatan kucing. Biasanya di buku anak –anak, kucing diidentikkan sebagai tokoh antagonis yang hanya memikirkan diri sendiri. Kucing selalu digambarkan sebagai kucing manja yang akan melakukan segala cara untuk membuat perutnya kenyang. Bahkan julukan Men’s Best Friends hanya diperuntukkan bagi anjing, tidak untuk binatang dengan berbulu dan manja ini. Tak perlu jauh jauh, lihat saja semua film-film yang bercerita tentang Kucing, Anjing ataupun Tikus. Biang keroknya pasti kucing. Hiks…


Setidaknya dengan adanya buku ini, diskriminasi terhadap kucing bisa sedikit terhapuskan. 



Minoes
Annie M.G. Schmidt
Alih Bahasa : R. Indira Ismail
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli,2007
Tebal: 200 hal

Sunday, 12 August 2007

Review: The Curse Bearer 3 : Bad - Kenji Nojima


The Curse Bearer 3 : Bad Girl

Suatu hari di kelas Konomi kedatangan murid Baru bernama Karaho. Semua murid di kelas berusaha memberi sambutan hangat kepadanya. Sayangnya, bukannya tersenyum, Karaho malah mengeluarkan kata kata kasar. Semua terkejut termasuk Konomi. Namun sikap sinis Karaho yang membuatnya penasaran. Konomi memutukan untuk berusaha mencari tahu tentang karaho,terlebih lagi ketika mengetahui bahwa murid baru yang misterius itu adalah pemilik guna guna.Walaupun bukan seorang pemilik guna-guna, namun Konomi dapat melihat dengan jelas, sebuah pedang tiba tiba muncul dari dalah tubuh Karaho yang pada saat bersamaan merasa kesakitan. Berita tentang kepindahan Karaho pun diceritakan kepada Shiro dan Kobato.

Keinginan Konomi untuk mendekati dan membuat Karaho menjadi temannya sangat keras. Walau sempat tak dihiraukan, namun karena kegigihan Konimi akhirnya Karaho menyerah dan muali membuka pintu untuk Konomi. Dari pembicaraan mereka ternyata guna guna yang bersarang dalam diri Karaho yang bernama Masamune didapatnya ketika dia masih SD. Guna guna itu muncul dari kebencian wanita yang pernah menjalin hubungan khusus dengan ayahnya di kantor. Guna-guna itu muncul dihari yang sama ketika wanita itu meninggal.

Keberadaan Karaho sebagai pemelihara guna-guna tentu tak lepas dari pengamatan Yamato. Bahkan dengan bantuan Ibu Mito, Yamato menyusun rencana untuk memanfaatkan Karaho, Yamato bermaksud menghancurkan guna guna yang bersarang di jari-jari kanan Kobato karena mengetahui bahwa Masamune tak kan pernah bisa membiarkan ada guna guna lain yang berkeliaran di sekitarnya.

Rencana Yamato pun dijalankan dengan sengaja mengirimkan puluhan guna-guna ke rumah Mizuhoshi. Tak ada pilihan lain bagi Kobato. Ia harus berjuang untuk menumpas semua guna – guna yang bermaksud menyerang seluruh penghuni rumah. Meskipun memelihara lima guna-guna sekaligus di tangannya, ia ttap saja akan kewalahan melawan guna-guna yang jumlahnya puluhan. Untung saja rencana Yamato itu diketahui oleh Yuka. Ia pun segera menghubungi Shiro, konomi bahkan Karaho.

Tak pernah ada yang bisa menyangka kalau Yamato akan setega itu mengirimkan puluhan guna –guna untuk menyerang adiknya sendiri. Jika memang mengingkan agar guna-guna yang bersarang di jari-jaritangan kobato haruskah melakukan semua hal yang justru dapat mencelakakan Kobato sendiri.
Buku ketiga dari seri The Curse Bearer yang mengenalkan tokoh baru yang juga tak lain adalah pemelihara guna-guna. Di lihat dari gambar cover maupun penjelasan tentang gaya pakaian Karaho, saya langsung teringat ma anak-anak Harajuku. Walau sedikit aneh tapi mereka memiliki keunikan tersendiri. Ga aneh kalau banyak ditiru.

The Curse Bearer 3 : Bad Girl
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 3)
Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

The Curse Bearer 3 : Bad Girl The Curse Bearer 3 : Bad Girl

Saturday, 11 August 2007

Review: The Curse Bearer 2 : The Missing Lover




Ternyata di SMA Shakunage bukan hanya Shiro dan Kobato yang memiliki guna guna. Hal itu diketahui Shiro ketika suatu hari, Morimo Kiminagi menyapanya dan berkata bahwa ia dapat melihat keberadaan Muchi, guna guna milik Shiro yang berbentuk kuda nil raksasa berwarna biru muda. Kejadian itu terjadi saat Shiro dan Kobato hendak menemui Ibu Mito yang selama ini ternyata mengetahui keberadaan Yamato.
Postur tubuh dan wajah imut Morimo yang tampak seperti anak SMP, tanpa takut-takut mengakui bahwa dirinya memelihara guna guna yang berbentuk sosk manusia kayu yang tingginya sekitar dua meter bernama Pak Satoshiba. Sikap Marimo yang sangat terbuka membuatnya cepat akrab dengan Kobato, Shiro dan Konomi yang baru saja dikenalnya.

Mendadak,terjadi kejadian aneh. Kecelakaan menimpa murid-murid yang tergabung di klub atletik. Awalnya Shiro dan Kobato tidak memperhatikan dan hanya menganggap sebagai kejadian biasa. Namun setelah korban berikutnya jatuh, mereka yakin bahwa semua ini akibat gigitan guna guna.
Penyelidikan pun dimulai. Suatu hari ketika sedang mengamati semua anggota klub atletik, sesosok guna guna berbentuk lipan muncul di tengah lapangan. Secara spontan Kobato dan Shiro mengeluarkan guna-guna mereka untuk melindungi murid murid yang lain. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh keduanya tentu saja dengan mudah guna guna yang berbentuk lipan itu dikalahkan. Dan ketika hendak menangkap sang pemilik guna guna, tiba tiba Marimo muncul dan memohon agar Kobato dan Shiro menghentikan usaha mereka. Tanpa penjelasan dari marimo tentu saja Shiro, Kobato bahkan Konimi menjadi kebingungan. Apa yang kaitan Marimo dengan pemilik guna guna yang telah melukai beberapa orang itu. Mengapa Marimo begitu melindunginya?

Seri kedua dari The Curse Bearer. Guna guna yang muncul juga semakin aneh. Walau didalam buku terdapat ilustrasi bentuk guna gunanya, mungkin lebih bagus lagi kaau dilihat dalam bentuk tiga dimensi alias anime. Di seri kedua ini juga Yamato semakin mendekatkan diri dengan meminta Shiro menemuinya. Dari pertemuan rahasia ini juga terungkap apa sebenarnya keinginan Yamato. Walaupun alasan ia menghindar dari Kobato masih misteri.

Yang jelas, kalau serial The Curse Bearer dibuat versi animenya, pasti seru!

The Curse Bearer 2 : The Missing Lover
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 2)
Penulis: Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...