Tuesday, September 18, 2007

Review: Alice in Between - Phyllis Reynolds Naylor

Alice in-Between
(Remaja Tanggung)
Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa : Vina Damajanti
Cetakan I,Juli 2007
Tebal 152 hlm
PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun ini Alice merayakan ulang tahunnya yang ke tiga belas. Setelah selesai dengan masalah nona rumah, kini Alice mengeluhkan maalah posisnya sebagai remaja tanggung. Ia merasa bahwa dirinya bukan lagi anak anak. Tapi bukan ia juga belum merasa mejadi seorang wanita. Baik dari bentuk tubuh maupun ukuran tubuhnya. Semua hal itu membuatnya cukup senewen.

Banyak hal yang terjadi di ulang tahun kali ini. Patrick memberinya hadiah berupa gelang, yang ternyata adalah warisan dari neneknya. Sehingga terpaksa dikembalikan Alice. Sebagai gantinya ia mendapat Bedak talk Old English Lavender, yang menurut Pamela baunya mirip dengan bau neneknya. Dari ayahnya, Alice mendapat gift voucher dari Woodward & Lothrop. Lester, abangnya, bahkan memberi hadiah yang tak terduga. Makan malam di Watergate, nonton drama di Kennedt Center dan berdansa. Walau semua itu sebagai tebusan karena Lester nyaris melupakan hari ulang tahun Alice.

Di usianya yang ke tiga belas ini, Alice berhasil menyelamatkan tiga orang. Bersama abangnya, Alice berhasil menyelamatkan Crystal, mantan pacar Lester, dari cengkraman pria yang menyebalkan. Berikutnya adalah menyelamatkan Lester dari Loretta yang akan mengajaknya camping ke suatu tempat. Dan terakhir menyelamatkan Pamela, sahabatnya, dari tangan pria hidung belang. Dalam perjalanan mereka menuju Chicago dengan kereta api.

Mengenai masalah Pamela sebenarnya semua berawal dari peringai Pamela yang berpura-pura menjadi wanita dewasa. Pamela awalnya sangat menikmati perannya. Bahkan meminta Alice dan Elizabeth untuk turut serta dalam drama yang disusunnya. Penampilan Pamela memang meyakinkan. Terlebih karena rambut Pamela yang dipotong pendek karena ulah iseng mark dan Brian. Sayangnya semua berakhir dengan hal yang membuat Pamela sesegukan. Saat itu, Alice yakin Pamela harus diselamatkan. Untung saja, mereka bisa lepas dari gangguan pria itu dan sampai di rumah Aunt Sally dengan selamat.

Kejutan yang dialami Alice datang silih berganti. Bahkan ketika ia datang ke rumah Patrick untuk menyerahkan hadiah ulang tahun. Awalnya ia hanya bermaksud untuk memberi Patrick kepiting yang dibelinya bersama Carol di Chicago. Tak di duga ibu Patrick mengajaknya makan malam bersama. Sayangnya Alice merasa tak nyaman. Untungnya semua itu terobati dengan permainan drum Patrick. Kejutan tak berhenti sampai di situ.

**

Buku Alice yang membuat saya teringat dengan kakak beradik Touya dan Sakura di Sakura The Card Captor. Walau Lester tidak dapat disejajarkan dengan Touya, di buku ini terlihat bagaimana Lester menyayangi Alice seperti Touya menyayangi Sakura, walau ditunjukkan dengan sikap yang aneh. Jadi pengen punya kakak laki laki seperti Alice dan Sakura. *Sighed*

~~~

Buy the English copy of Alice In-Between at Amazon

1 comment:

anita27 said...

Halo mbak saya lagi nyarikan user novel remaja, eh ketemu sama blognya mbak. Suka baca novel ya, hafal bener karakter2 dan judul2 novel?, BTW saya numpang ngopi paste ya ? tapi gak saya masukkan blog. Saya print untuk tugas user saya di warnet. Boleh kan ? .... Makasih sebelumnya mbak....

ini blog saya http://bucksdigger.com tapi gak ada novelnya.