Thursday, September 20, 2007

Review: The One-Eyed Giant - Mary Pope Osborne


The One-Eyed Giant

Odiseus adala seorang Raja di Pulau Itacha. Bersama orang tua, istrinya Penelope dan Putranya, Telemakus, Ia menjalani kehidupan yang sederhana. Odesius juga seorang pengrajin dan tukang kayu

Pada suatu hari seseorang membawa pesan dari Raja Agamemnon yang memanggil seluruh Raja dan pangeran dari seluruh Yunani untuk melawan Troya. Seorang pangeran Troya telah menculik Helen, ratu Yunani. Odesisu tak punya pilihan lain. Dengan berat hati ia meninggalkan pun keluarganya

Tak terasa 10 tahun berlalu sejak perang dimulai. Tak ada tanda tanda perang antara Troya dan Yunani akan berakhir, sampai suatu hare seorang wanita muncul di hadapan Odesius yang mengenakan helm berkilau serta tombak dan perisau. Ia tak lain adalah Putri Zeus, Athena. Dewi Perang dan Kebijakan ini pun memberi tahu cara untuk mengalahkan Troya, yaitu dengan membuat sebuah kuda kayu raksasa. Tak lupa ia memerintahkan agar beberapa anak buah Odesius bersembunyi didalamnya. Rencana pun disusun. Dan tak perlu menunggu waktu lama untuk merebut kembali Helen. Setelah semua sisi kota Troya dilahap api, Pasukan Yunani pun memutuskan untuk kembali ke Yunani

Sayangnya dalam perjalanan mereka kembali ke Yunani,. Tiba tiba langit menjadi gelap, kilat dan berpetir bergantian bersahut-sahutan. Angin bertiup dengan kencanganya. Bahkan ombak bertambah tinggi. Ternyata sebelum meninggalkan Troya, beberapa pasukan Yunani menyerang Kuil Athena. Tak heran jika para dewa menampakkan kemarahannya. Odesius dan pasukannya harus berjuang menghadapi amukan badai. Akhirnya setelah 10 hari, keadaan laut menjadi tenang. Odesius memutuskan untuk berlayar disebuah teluk yang terlihat sangat subur. Ketika sampai mereka disambut oleh penduduk yang memberikan mereka bunga dari poon teratai untuk dimakan. Ternyata bunga itu membuat orang yang memakannya melupakan berbagai hal. Mengetahui hal tersebut, odesius mengajak semua anak buahnya meninggalkan pulau tersebut. Odesius lebih memilih kelaparan dibandingkan kehilangan ingatan akan tempat kelahirannya

Perjalanan pun berlanjut. Mereka mendekati sebuah pulau berbukit –bukit yang ditumbuhi pepohonan. Terdengar ratusan kambing liar yang mengembik dari balik semak – semak. Karena sangat keparan mereka pun mengambil anak panah dan tomak untuk membunuh kambing –kambing itu dan mulai menyantapnya. Tak pernah mereka duga ternyata pengembala sekaligus penghuni pulau adalah Cyclops., raksasa bermata satu bernama Polifemus

Tak ada sambutan hangat dari Cyclops. Yang ada adalah teror yang menakukatkan. Polifemus ini tak segan untuk memakan pasukan Odesius. Tak ingin hidupnya berakhir ditangan Cyclops, Odesius harus berpikir keras dengan nyawanya sendiri sebagai taruhannya.

The One-Eyed Giant
(Kisah –kisah Odisei: Raksasa bermata satu)
Mary Pope Osborne
Penerjemah : Santi Paramita
Cetakan: I, Oktober 2006
Penerbit: Little Serambi