Monday, April 14, 2014

Giveaway Hop BBI 2014 Winner

Terima kasih untuk semua yang udah ikutan Giveaway Hop BBI 2014.
Maaf ya baru ngasih pengumuman sekarang.
Harusnya dari kemarin-kemarin aku ngerekapnya.
Dari 205 entry yang ada, peserta yang beruntung adalah



Udah aku hubungi lewat twitter dan Busyra akan segera ngasih tahu buku mana yang dia inginkan.

Friday, March 14, 2014

Giveaway Hop BBI 2014


IT IS CLOSED! The Winner is already picked!

~~~
 
Dalam rangka menyambut ulang tahun Blogger Buku Indonesia yang ke-3, Giveaway Hop datang lagi. HOORAY~
Setelah tahun kemarin absen karena lagi berjuang untuk nulis jurnal penelitian, akhirnya tahun ini punya kesempatan untuk ikutan lagi. 

Kalau tahun 2012 kemarin aku nentuin sendiri hadiahnya. Tahun ini, kalian punya kesempatan untuk milih sendiri buku apa saja yang kalian inginkan dengan harga maksimal IDR 100.000 diluar ongkos kirim. Kalau pun ingin buku bahasa Inggris, pastikan tersedia di  toko buku online di Indonesia. Karena aku belum punya akses untuk ke bookdepository ataupun amazon.

Siapapun boleh ikut. Sepanjang kalian berada di Indonesia. Syaratnya utamanya cukup tuliskan nama, alamat email/akun twitter dan buku yang kalian inginkan di bagian komentar. Kalau ingin tambahan poin, kalian bisa menyebarkan postingan giveaway ini di twitter ataupun facebook. Jangan lupa sertakan linknya di komentar ya.

Giveaway ini berlangsung sejak 14 Maret - 11 April 2014. Pengumuman pemenang akan aku posting tanggal 13 April 2014 bertepatan dengan ulang tahun BBI ke-3. 

Nyaris lupa. Hanya ada satu pemenang untuk giveaway ini. Jadi jangan lupa ikutan giveaway di blog lain. Di blogku yang satu lagi, Resensi Novel Fantasi, pun ada. Cek postingan giveaway member BBI yang lain di SINI

Semoga Beruntung.  



Friday, December 20, 2013

Not A Review: Secret Santa 2013


Here we go again!
Ngga terasa 2013 ini jadi tahun ke3 diselenggarakannya Secret Santa, event tahunan BBI. Kalau tahun 2011 kemarin dapat Her Fearful Symmetry dari mba Annisa dan 2013 dapat Wonder dari Aul. Tahun ini aku dapat banyak banget dari SSku. Lihat aja gambar di bawah ini. Banyak ya. Ngiri ngga sih? hehehe. 


Tapi karena satu dan lain hal, kelima buku di atas ngga jadi penghuni rak bukuku. Trus SSku tuh ngirim satu buku lagi. Aku lupa bawa ke kantor. Jadi ngambil dari Goodreads. Reckless yang ditulis ma Cornelia Funke ini udah jadi inceranku sejak terjemahannya pertama kali diterbitkan Gramedia. Kayaknya emang nunggu di kasih ma SS dulu. Terima kasih banget ya SS.

Di balik cermin, ada dunia berisi tokoh-tokoh dongeng yang paling mengerikan...
Selama bertahun-tahun, Jacob Reckless menikmati berbagai rahasia dan harta karun dalam dunia di balik cermin itu.
Tetapi, adik lelakinya lalu menyusulnya.
Sihir gelap akan mengubah pemuda itu menjadi makhluk buas, membuat gadis yang dicintainya patah hati, dan menghancurkan semua yang paling berharga bagi Jacob...
Kecuali ia bisa menemukan cara untuk menghentikannya.
Kalau kau mencari cerita dongeng yang berakhir bahagia selama-lamanya, berarti buku ini bukan untukmu.

(Goodreads)


Soal riddle, SSku nulis banyak banget. Tapi aku cuman posting beberapa aja. Jadi sisanya biar aku, SS dan Allah yang tahu. ^___^




Terlihat jelas ngga?
Aku tulis ulang deh.

To: Ally
From: Secret Santa
Subject: Another Clue!!! :D

Ada Satu persamaan di antara kita yang mungkin belum kamu sadari. Aku pun sebelumnya baru-baru ini menyadari kesamaan kita itu

~~~

To: Ally
From: Secret Santa
Subject: Riddle

Aku anggota baru BBI. Banyak yang bilang aku punya 'Lucky Factor' karena sering menang kuis (berhadiah buku). Om Mitch Albom adalah salah satu penulis favoritku.
Aku juga salah satu temanmu di Goodreads. Bukan teman ngajimu. Ogah juga dibilang pembantumu.
Siapa aku? X))

~~~

And Finally....
Selamat membaca ya Al, dan semoga suka buku-bukunya. 

~~~

Nah udah. Bisa nebak ngga, SSku siapa? aku sih udah. Tapi kata Oky bukan sekarang ngasih tahu siapa sosoknya. Jadi harus nunggu tahun depan.


Soal lima buku pertama, niatnya sih pengen aku jadikan giveaway barengan dengan tayangnya review Recklessnya Cornelia Funke. Tapi mau nanya SSku dulu kalau boleh. Semoga beliau setuju. Jadi kalian yang belum punya buku-buku itu bisa dapat kesempatan untuk ngelahap buku-buku tersebut :)

Kalian gimana? Dapat buku apa aja? Aku pengen liat!


Wednesday, August 14, 2013

Review: 2 - Donny Dhirgantoro




Ini Bulutangkis, dan Ini Indonesia, dimana impian dibawa ke dunia nyata, tidak berlaku untuk Gusni Annisa Puspita, remaja yang 'kelebihannya' adalah keterbatasannya. Cita-citanya sejak kecil untuk membuat orang tuanya senang dengan bermain bulutangkis terus kandas.

Suatu malam sebuah kenyataan pahit datang untuknya, sebuah kenyataan tak berperi, hidup yang tidak berpihak kepadanya, kenyataan yang berbicara lantang kalau bermimpi saja tidak akan pernah cukup.

Dan, perempuan Indonesia dengan segala keterbatasannya itu memutuskan untuk melawan, memutuskan untuk terus berjuang demi impiannya, memutuskan untuk terus mencintai hidup yang tidak pernah sempurna.

Memutuskan untuk berani mencintai, dan mencintai dengan berani…



~~~~

Finally! Another questions were answered. After waiting for sometimes, I got what the author wrote in his second book. I am not a big fan of him. I am also not impressed with his 5 CM. But the cat inside kept wondering what kind of story he wrote in 2. It urged me to grab and read the book. It did not care the possibility of same old pattern that might be used by the author in his previous book, like song lyrics everywhere or too many great quotation that might make you sick of it.

Tuesday, June 25, 2013

Review: The (Un)reality Show - Clara Ng

 

 Imagine having these people as roomates...
Ini adalah cerita tentang delapan orang biasa-biasa saja (seperti yang disangka oleh tim kreatif televisi)
...dipilih secara acak...
(seperti yang disangka oleh produser televisi juga)
...tanpa audisi...
... untuk tinggal bersama di sebuah rumah untuk direkam,
kemudian ditonton oleh jutaan penduduk Indonesia
sebagai acara hiburan, meraup rating,
meningkatkan citra stasiun televisi
serta
keingintahuan untuk melihat apa yang terjadi
ketika orang-orang tersebut tidak bertingkah sesuai dengan skrip cerita
dan mulai bersikap berdasarkan realitas.
...as the reality did not out exactly as it had been expected.
Karena pada akhirnya ini adalah...
THE (UN)REALITY SHOW

~~~

Finally I found out what was written in The (Un)reality Show.

For years, The (Un)reality Show tickled the curiousity inside. I kept wondering what kind of adventure that was offered. I felt so glad when the book was on my table. Since there was a huge doubt each time I wanted to bring it home. At last, I could read it and start the journey. 

So what I got? It was totally far from my expectation.First,I never thought that it would take more time to digest the book. It was a light book but I could not finish it fast. Second, the magnet was nowhere. Even when I have read half of the book, I just could not get connected with the story nor the characters. It did not give m .e something new. I have seen such plot on tv. lt made my mind yawned all the times. I kept waiting something better. But chapters by chapters just made me frowning, especially the characters.

Actually it was easy to recognize those eight characters. The author has written each character very well. Unfortunately they did not leave any significant marks. I found no souls. Some of them were too weird even when  they belonged to one book. The schemes between them were plain. The conversation was also stiff.  No matter how hard it tried, the enticement was not there.Till it brought me to the ending. Surprised was my first reaction. But then it took me back to me Sybil, The Minds of Billy Milligan and Tell Me Your Dreams. All those above give me one conclusion, The (Un)reality Show combined something from here and there.  

Although it did not kill the cat but I felt lil bit disappointed. 

~~~

The (Un)reality Show
Clara Ng
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 360 Halaman
Cetakan I: 2005

Saturday, April 13, 2013

[Not a Review] Happy Birthday, BBI


It's been two years.
You're getting bigger, dear.
The power of book, hah?

It is a big relieved, I am still a part of you.
I am almost out the track.
I think I need to keep up. 

Well, happy birthday anyway.
 *big hugs*

Thursday, February 28, 2013

Review: Extremely Loud & Incredibly Close by Jonathan Safran Foer


Meet Oskar Schell, an inventor, Francophile, tambourine player, Shakespearean actor, jeweler, pacifist, correspondent with Stephen Hawking and Ringo Starr. He is nine years old. And he is on an urgent, secret search through the five boroughs of New York. His mission is to find the lock that fits a mysterious key belonging to his father, who died in the World Trade Center on 9/11.

An inspired innocent, Oskar is alternately endearing, exasperating, and hilarious as he careens from Central Park to Coney Island to Harlem on his search. Along the way he is always dreaming up inventions to keep those he loves safe from harm. What about a birdseed shirt to let you fly away? What if you could actually hear everyone's heartbeat? His goal is hopeful, but the past speaks a loud warning in stories of those who've lost loved ones before. As Oskar roams New York, he encounters a motley assortment of humanity who are all survivors in their own way. He befriends a 103-year-old war reporter, a tour guide who never leaves the Empire State Building, and lovers enraptured or scorned. Ultimately, Oskar ends his journey where it began, at his father's grave. But now he is accompanied by the silent stranger who has been renting the spare room of his grandmother's apartment. They are there to dig up his father's empty coffin.(Goodreads)
My Thought
This is the first book of Jonathan Safran Foer that I read. I admit it was not a light reading. I doubt if I could finish it. At first glance, the book was thick and its font was small enough. Some of my friends said that it was not an easy book to digest. In some part, they are right. I can not use my average reading speed to understand what happened. The conversations were written in a very unusual way. I must keep my eyes open for almost chapters. But overall, this is a great book. It has something inside. I think everyone should read this book at least once in a lifetime. They just have to be little bit patience. Since this is not a book to enjoy in a hurry.

Extremely Loud and Incredibly Close brought me to Oskar Schell with one key that he found in a vase. One key that made him traveled around New York to find all information that might relate to his late father. 

In the beginning, I thought he suffered a disorder or syndrome. It was not stated clearly in the book, though. He had thousand thoughts that crossed his mind, tremendous one. He got many words for everything. You should check it out in the first page. No need to wonder why Oskar mostly acted older than his age. He was not an ordinary boy. Although it was not easy, but I found It was fun to walk and run with him. I like the way he revealed what he kept in his mind. I could not stop giggling when I read all the letter he got. Predicting what he wrote to those famous people was not difficult. I was amazed looking at how he can easily talk to strangers but got no friend in his age. He seem to know tons of things. From him, I know what they call as dry ice cream, and a googolplex which lead me to Googleplex. My favorite part was when he told me about his father. It needs no sweat to understand how tight the bound between them.

Oskar indeed dominated many parts of the book but some chapters were filled with his grandparent's words. I wish I could just skip them especially when his grandpa's part. I just do not get what he said. But his chapters makes me wonder with its English version. The translation,which has some typo inside, is confusing enough so I am not sure  if I can understand his word in English but the curiosity is still there. I hope one day, with a better vocabulary, I get the chance to read it. 

9/11 attack that was included as the background in this books had its own magnet. All my thought and feelings were instantly coming back. So I got no difficulty to see the situation. I could easily picture how Oskar's father was, when he left some messages in the answering machine.

About the ending, although it was not as I expected, but I loved how Mr Foer wrote it.

Talking about the unusual writing style, I wonder if Jonathan Safran Foer  also writes the same patern in another book. But I wish he wrote this kind of style only for Oskar.

In 2011, this book was made into motion picture. It was nominated for two Academy Awards, Best Picture and Best Supporting Actor. I have not read watched it yet. I hope the movie is as good as its book.




Extremely Loud and Incredibly Cloe
Author: Jonathan Safran Foer
Translator: Antie Nugrahani
Publisher: Mahda Books, Maret 2010
Languange: Indonesian
430 pages



 I read this book for some of my reading challenge:
  • 2013 TBR pile challenge
  • 2013 New Author reading challenge
  • BBI Read Along

Thursday, January 31, 2013

Review: Wonder - R.J. Palacio



DON’T JUDGE A BOY BY HIS FACE.

“Kuharap, setiap hari adalah Halloween. Kita semua bisa memakai topeng setiap saat. Lalu kita bisa berjalan-jalan dan saling mengenal sebelum melihat penampilan kita di balik topeng.”


August (Auggie) Pullman lahir dengan kelainan Mandibulofacial Dysostosis, sebuah kondisi rumit
yang membuat wajahnya tampak tidak biasa. Meskipun dia sudah menjalani serangkaian operasi, penampilan luarnya tetap saja terlihat berbeda. Namun, bagi segelintir orang yang mengenalnya,
dia adalah anak yang lucu, cerdas, dan pemberani.

Auggie mengalami petualangan yang lebih menakutkan daripada operasi-operasi yang dijalaninya ketika dia menjadi murid kelas lima di Beecher Prep. Kalian pasti tahu menjadi murid baru itu bukanlah hal yang mudah. Ditambah lagi Auggie adalah anak biasa dengan wajah yang sangat tidak biasa.
(Goodreads)
~~~


Tidak banyak buku terjemahan yang bisa buat aku pengen baca ulang buku aslinya bahkan ketika belum sampai di halaman terakhir. Ini bukan berarti terjemahannya parah. Malah sebaliknya, buku terbitan Atria ini bagus banget malah.  Ceritanya mengalir.  Pilihan katanya juga ngga rumit. Rasanya aku juga nggak menemukan typo dan yang paling penting, emosi setiap karakter yang disisipkan R.J. Palacio,sang penulis, nggak hilang hanya karena bahasanya beda. Bahkan ketika alurnya sedikit lambat pun tidak menjadi masalah. Runut ceritanya tetap menarik.. Jadi keinginan untuk baca ulang Wonder bahasa Inggris hanya karena pengen ngulang petualangan bersama Auggie, Via, bahkan Justin dan tentu saja ngga pengen buru-buru naruh bukunya di rak. 

Wonder bercerita tentang August (Auggie) Pullman. Kelainan Mandibulofacial Dysostosis yang dialaminya sejak lahir membuat Auggie harus menjalani serangkaian operasi dan membuat wajahnya menjadi sangat berbeda. Di buku ngga dijelaskan dengan rinci bagaimana wajah Auggie, karena dia sendiri menolak untuk menggambarkannya seperti apa. Bahkan sampai di halaman akhir buku pun, aku ngga punya bayangan seperti apa lekuk wajahnya. Semuanya hanya potongan-potongan kalimat ataupun percakapan para tokoh di beberapa bab. Saat itu tidak ada keinginan untuk mencoba mencari tahu. Karena membaca permohonan Auggie kalau saja menemukan lampu ajaib ataupun mengapa ia berkeras untuk tetap menggunakan helm astronot selama dua tahun, lebih dari cukup. Baru ketika hendak menuliskan review inilah aku tahu bagaimana dampak dari Mandibulofacial Dysostosis pada wajah seseorang. Akhirnya paham dengan kalimat Auggie di halaman awal.
“Apapun yang kaubayangkan, mungkin keadannya lebih buruk”
Awalnya kupikir buku yang tebalnya 430 halaman ini sepenuhnya dari sudut pandang Auggie. Ternyata ada lima orang lainnya yang juga turut bercerita dan menjadikan buku ini keren banget. Bagian yang paling aku suka tuh semua bab yang diceritakan oleh Via, Justin dan Miranda. Emosi awalnya bermunculan di bagian awal menjadi semakin mengikat dengan adanya cerita dari mereka. Pemikiran dan perasaan setiap karakter menjadi semakin terasa mudah untuk dipahami. Tidak hanya anggota keluarga Pullman, aku bahkan bisa mengerti mengapa Miranda memilih untuk berbohong ataupun pendapat Julian mengenai alam semesta. Nggak sekali dua kali, mataku berkaca-kaca dibuatnya.

Walaupun buku ini sepenuhnya tentang Auggie, tapi karakter favorit aku jatuhkan ke Via. Aku suka bagaimana Auggie bercerita yang terkadang lucu ataupun cara berpikirnya. Simpati sepenuhnya untuk anak laki-laki penggemar berat Star Wars. Mr dan Mrs. Pullman juga keren. Hubungan keluarga yang terlihat sangat sempurna namun penuturan Via membuat semua cerita ini menjadi lebih nyata. Terutama ketika Via menumpahkan semua rahasia yang selama ini disimpannya sendiri. 

Wonder kurekomendasikan untuk semua orang. Menurutku buku ini setidaknya harus dibaca sekali seumur hidup. Jadi kalau hari ini terbersit niat untuk beli buku baru, pastikan ada Wonder di antaranya. *kedip*

Wonder adalah buku pertama R.J. Palacio. Kalau nantinya ada buku baru yang ditulis R.J. Palacio, aku nggak ragu untuk beli. 

ps: Ketemu banyak spoiler tentang Star Wars di buku ini. Auggie kerap bercerita tentang bagian penting dari enam episode film yang bergenre Sci-fi ini.  Awalnya aku ngeluh karena baru nonton episode II. Tapi toh akhirnya nggak ngaruh sama sekali, karena tokoh-tokoh yang disebut Auggie baru semua, dan aku pun lupa begitu pindah ke bab berikutnya. 

Karena Via, jadi pengen nyoba baca War and Peace. *big green*

Banyak kutipan keren.
“lucu juga mengingat ada sebuah kata seperti overprotektif yang bisa menggambarkan sebagian orangtua, tapi tidak ada kata yang memiliki arti sebaliknya. kata apa yang kau gunakan untuk menggambarkan orangtua yang kurang melindungi? Kurang protektif? lalai? sibuk sendiri? payah? semua yang barusan kusebutkan?”
“alam semesta menjaga mahkluk ciptaan paling rapuh dengan berbagai cara yang tidak bisa kita lihat. contohnya dengan orangtua yang memujamu secara membabi buta. dan seorang kakak perempuan yang merasa bersalah karena bersikap manusiawi terhadapmu. dan seorang anak bersuara berat yang ditinggalkan teman-temannya karenamu. dan bahkan seorang cewek berambut pink yang membawa fotomu di dalam dompetnya. mungkin memang sebuah lotere, tapi pada akhirnya alam semesta membuat semuanya impas. alam semesta menjaga semua burungnya”



5/5

Wonder
Penulis: R.J. Palacio
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Atria
Cetakan: I, September 2012
Tebal: 430 halaman


Selain untuk posting bareng BBI, buku ini juga aku baca untuk 2013 New Author Reading Challenge

Untuk kesekian kalinya aku  pengen ngucapin terima kasih untuk SS yang udah milih Wonder. Buku pilihannya keren banget. Awalnya pas naruh buku ini di rak SS, aku sama sekali nggak banyak berharap. Apalagi Wonder jadi salah satu buku yang letaknya di halaman akhir. Yang jelas senang banget pas ngebuka paketnya. 

So who is she?
Seperti yang udah kuceritakan di postingan tentang SS dan buku pilihannyanya , awalnya nyaris putus asa mikirin identitas SS dengan tiga kata yang jadi clue. Tapi setelah baca lagi dan lagi, ternyata tiga kata, BARAT, BURUNG, dan HANTU hanya petunjuk tambahan. Karena yang jadi kata kunci utama adalah The Glass with Glass Feet. Semakin yakin begitu ngubek-ngubek blog bukunya dan kesimpulan akhir, aku dengan yakin bahwa SS yang ngasih Wonder yang keren itu adalah :  

Nur Aulia Afina

Thank you so much. Wonder is a really great book. It’s amazing. I love it
*heart*

Saturday, January 26, 2013

2013 Mystery Reading Challenge


Sebagai host 2013 Mystery Reading Challenge, mbak Hobby Buku ngasih syarat untuk membaca dan menulis review minimal 12 buku dengan genre misteri/thriller/suspence.

Ditumpukan aku menemukan buku-buku ini:

  1.  The Associate - John Grisham
  2. The Silence of the Lambs - Thomas Harris
  3. The Twelve Card - Jeffery Deaver
  4. The Dead Room - Heather Graham
  5. 813 - Maurice LeBlanc
  6. The Hollow Needle - Maurice LeBlanc
  7. Sail - James Patterson
  8. Cat & Mouse - James Patterson
  9. 1st To Die - James Patterson
  10. The Big Four - Agatha Christie 
  11. Pembunuhan ABC - Agatha Christie
  12. Three Act Tragedy  Agatha Christie
Aku bacanya ngga berurutan. Kemungkinan besar list ini akan berubah. Soalnya masih mau ngubek-ngubek tumpukan buku. Semoga nemu buku dari pengarang lain, jadi bacaanku lebih bervariasi. 

Untuk tema Read-A-Long, aku nyesuaikan dengan buku yang ada di tumpukan aja.