Thursday, August 2, 2007

Review: God Family - Yoshikazu Kuwashima


Pasti menyenangkan mendapatkan semua hal yang kita inginkan. Terlebih hanya dengan mengucapkannya dalam hati. Tapi tidak begitu yang dirasakan oleh Samataro Kamiyama. Semua mukjizat dianggapnya biasa. Bagaimana tidak, semua keinginan yang masih dipikirkannya saja akah segera di kabulkan oleh Dewa, ayahnya sendiri. Dari keinginan mencoba makanan yang dilihatnya di majalah komik sampai masalah bloomers.

Ayah berkilah bahwa itu adalah salah satu cara agar samataro memahami bagaimana merasakan kehidupan manusia. Sayangnya, semua itu membuat hari hari Samataro terasa sangart membosankan. Terkadang terpikir untuk melakukan hal hal lain, seperti menghabiskan waktu di game center sepulang sekolah ataukan mencoba berkerja paruh waktu seperti yang dilakukan temannya, Shinichi. Tetapi semua rencana itu selalu dihalangin oleh Tenko, malaikat penjaga yang selalu menemaninya sejak kecil. Walau terkesan cerewet, tak jarang Tenko membantu Samataro jika ayah, ibu dan kedua saudara perempuannya yang juga keturunan dewi melakukan hal hal aneh.

Smaataro dan Tenko bagaikan gula dan semut. Saking dekatnya, semua teman sekelas percaya bahwa ada hubungan khusus antara keduanya. Semua berita itu ditepis baik oleh Samataro maupun Tenko. Tenko tak menyadari bahwa ia menyimpan perasaan khusus pada Samataro sampai suatu hari, ketika ada murid baru yang berparas seperti boneka perancis. Kecantikan Kumiko, begitu anak perempuan dengan rambut panjang yang hitam dipanggil, sangat menarik di mata Samataro. Tak anyal keinginan Samataro diketahui oleh ayahnya. Hal tak terduga terjadi. Keesokan harinya, Kumiko menyatakan cinta kepada Samataro. Bukannya senang, Samataro malah merasa aneh dan akhirnya sadar bahwa semua tingkah laku Kumiko disebabkan karena pengaruh kekuatan ayahnya.

Ternyata tak hanya ayah, bahkan saudara perempuannya. Misa dan Meme, kiut membantu Samataro untuk lebih dekat dengan Kumiko. Semua bantuan yang dipikirnya akan membuat Kumiko membalas perasaannya malah berujung tragedi. Kemarahan Samataro memuncak. Ia pun meminta seluruh keluarganya untuk berhenti mencampuri masalahnya dengan Kumiko. Bahkan tanpa pikir panjang, Samataro meminta ayahnya agar ia dibiarkan menjadi dewa. Lepas dari semua mukjizat yang selama ini mengelilinginya.

Dengan mudah sang ayah mengabulkan keinginan samataro. Keesokan paginya ketika terbangun, semuanya berubah. Sayangnya perubahan tidak membuat Kumiko berpaling kepadanya. Bahkan yang paling parah, tak ada sosok Tenko yang biasa menemaninya. Samataro tiba tiba menjadi kalut. Entah apa yang harus dilakukannya.

***

Another J-Novel. Kalau dibandingkan dengan J-novel lain yang sudah terbit, cerita God Family ini jauh lebih ringan. Lepas dari isi cerita yang menurut saya terlalu dipaksakan, satu hal yang dapat diambil dari buku ini, bahwa berusaha untuk mendapat sesuatu yang kita inginkan dengan jerih payah sendiri jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan mendapatkannya begitu saja. Walau terkadang pasti menyenangkan. 

God Family

Penulis :Yoshikazu Kuwashima
Penerjemah: Endah Herawati
Tebal :279 hal
PT Elex Media Komputindo

2 comments:

mina said...

wah genre-nya J-novel :) baru dengar istilah ini setelah dicekoki dengan J-rock, J-pop, J-lifestyle. apa saja J-novel yang direkomendasikan?

btw, komennya kok gak bisa diisi dengan blog selain blogspot? mbok ya dibuat komen nya boleh dari siapa aja :) blog saya di WP soalnya.

Ally said...

^_^
Yah baru booming setelah J-pop, J-rock, etc dikenal kalangan luas

dah coba baca OUT?