Friday, September 28, 2007

Review: How to Speak Dragonese - Cressida Cowell



Di tengah laut, Hiccup Horrendous Haddock III dan teman-teman sekelasnya mengikuti Program Pelatihan Bajak Laut dengan pelajaran terbaru dari Gobber. Mereka berlatih mendarat di perahu musuh. Perahu musuh yang dimaksud adalah perahu nelayan dari Negeri Damai. Tugas mereka adalah menakuti para nelayan dan mencuri sebuah helm mereka sebagai bukti mereka telah menyelesaikan latihan tersebut.

Di atas Hopeful Puffin, Hiccup bersama Fishlegs dan kedua naga meraka yang sedang tidur berjuang untuk menyelesaikan tugas yang diberikan Gobber. Perahu yang dibuat Hiccup sangatlah menyedihkan. Setiap beberapa menit mereka harus mengeluarkan air yang masuk melalui lubang dari badan perahu. Tidak berhenti disitu, mereka juga harus berhati hati agar tidak bertemu dengan Naga Hiu Cacing, salah satu jenis naga predator yang terkenal sangat berbahaya.

Setelah berusaha mati-matian dalam kabut yang tebal, akhirnya Fishlegs yakin bahwa mereka telah menemukan perahu para nelayan Negeri Damai, dengan cepat ia segera melemparkan jangkar yang dengan sempurna menjangkau pinggiran kapal. Sayangnya bukannya kapal para nelayan yang penakut yang mereka dapati melainkan Kapal Romawi yang sangat besar. Tak hanya itu, kapal itu dilengkapi dengan ratusan orang serdadu. Untunglah saat itu hanya Fishlegs yang tertangkap tangan. Hiccup sendiri berusaha bersembunyi sambil melihat keadaan sekeliling. Dari hasil pengamatannya, ternyata petinggi bangsa Romawi mempunyai rencana untuk mengadu domba antara Bangsa Hooligan dan Bog-Burglar. Semua itu dimaksudkan untuk mendapatkan semua naga yang ada. Petinggi romawi itu ternyata sangat gemar menyantap daging Naga.

Walaupun separuh buku How To Speak Dragoneseyang ditulisnya dan Toothless, naga miliknya, ditawan oleh pasukan Romawi, untunglah Hiccup bisa menyelamatkan Fishlegs dan sebuah naga Nano bernama Ziggerastica. Sayangnya tak satu pun yang mempercayai cerita Hiccup tentang rencana bangsa Romawi yang diketahuinya. Termasuk ayahnya sendiri. Tak ada satupun tindakan yang diambil oleh ayahnya sebagai kepala suku bangsa Hooligan. Sampai akhirnya orang Romawi datang dan menyamar sebagai utusan dari bangsa Bog-Burglar. Dengan mudah fishlegs dan Hiccup mengenali mereka namun tidak demikian dengan Gobber dan teman teman sekelasnya. Bukan kebetulan Fishlegs dan Hiccuplah yang merea tawan.

Dengan mudah, kedua anak itu dibawa ke benteng Seram milik bangsa Romawi. Di maras besar pasukan romawi inilah, Hiccup mengetahui bahwa orang romawi yang memiliki kedudukan sebagai prefek itu taklain adala Alvin, pria licik yang pernah ditemuinya beberapa bulan yang lalu (baca : How to be a Puirate). Di tempat ini pula ia dipertemukan kembali dengan Toothless. Mereka dikurung bersama Camicazi, ahli waris takhta Suku Bog-Burglars. Walau sempat berselisih, akhirnya mereka sepakat untuk bersama sama mencari jalan keluar. Camicazi sangat optimis dapat melarikan dari benteng yang dijaga dengan ketat ini, sayangnya setiap usahanya untuk kabur tak membuahkan hasil.

Mau tak mau Hiccup harus berpikir keras untuk meninggalkan tempat menyeramkan ini. Terlebih ketika tahu bahwa dirinya akan diikutsertakan dalam Saturn Saturday- Sabtu Saturnus. Hari itu, akan diadakan pertandingan antara gladiator. Ditengah kegalauannya Hiccup teringat Ziggerastica, naga Nano yang berjanji akan membantunya. Rencana pun disusun dengan matang. Sampai hari Saturday Saturn tiba. Di luar perkiraan, lawan mereka saat itu adalah kumpulan predator yang sangat berbahaya dan selalu meraka hindari, Naga Hiu Cacing. Untuk bisa lolos dari benteng Seram itu, mereka harus mengalahkan kumpulan naga yang tak hanya gesit di air. Rencana untuk lolos dari Bentang Seram berubah menjadi rencan untuk bertahan hidup.
***

Akhirnya tuntas juga buku ini. Padahal dah aku incar sejak tahun 2006 silam. 

Dari ketiga buku Hiccup yang sudah terbit ini buku yang menurutku paling lucu. Tak lain karena bahasa naga yang kalau dilihat secara seksama ternyata ga jauh dari arti aslinya. Pas baca list bahasa naga yang ditulis ma Hiccup saya sempat tertawa lepas. Sampai lembaran buku ini selesai saya semakin penasaran bagaimana bahasa naga versi English-nya. Yang jelas salut deh ma Penerjemahnya. 

Toothless, naga kecil pemalas dan selalu dalam keadaan lapar, di seri ketiga ini tetap menggemaskan. Terutama saat dirinya tengah bertengkar dengan dengan Hiccup. Jadi pengen kucubit saking gemasnya. Tepatnya sih dipites. Hehehehe…pasti seru membaca petualangan Hiccup yang terbaru. Ada nggak ya?

How to Speak Dragonese
Judul Indonesia: Bagaimana Caranya Bicara Bahasa Naga
Penulis: Cressida Cowell
Penerjemah : Mutia Dharma
Penerbit :Little K
Cetakan: I, November 2006

2 comments:

mina said...

toothless aku suka banget, egois tapi jauh di lubuh hati sayang banget sama hiccup. mana mukanya imut dan bandel gitu.
hiccup juga sangat realistis penokohannya ya....

Ally said...

^_^
Saya mau baca ulang buku pertama dan kedua. Banyak yang nggak melekat di ingatanku. Tapi buku ketiga ini benar benar top deh.

Ternyata ada buku ke 4 dan ke 5 juga yah...Sayang blom diterjemahkan