Tuesday, December 18, 2007

Review: The Agony Of Alice - Phyllis Reynolds Naylor



Buku pertama ini bercerita tentang kehidupan Alice di kelas 6. Diawali dengan cerita kepindahan mereka untuk ketiga kalinya. Elizabeth bersama ibunyalah, tetangga pertama kali yang menyapa keluarga Alice ketika mereka baru saja selesai memasukkan barang-barang dari truk pengangkut barang kedalam rumah. Entah apa yang merasuki Alice saat itu. Keramahan Elizabeth dibalasnya dengan sikap yang bisa membuat hati Elizabeth terluka.

Masalah tak berhenti sampai di situ. Pemilihan bra sampai Celana Jeans ternyata cukup membuat Alice pusing. Namun ia tak dapat menyalahkan siapa pun untuk semua hal kecil itu. Walau dalam hatinya Alice berharap ia seperti anak perempuan lainnya yang memiliki ibu yang bisa memberinya jawaban untuk setiap pertanyaan yang diajukannya.

Hal itulah yan membuat Alice yakin untuk mengadopsi seorang ibu. Terlebih ketika ia melihat Miss Cole, guru kelas enak yang masih muda, modis dan sangat cantik. Dalam hati Alice berharap ia akan menjadi murid di kelas Miss Cole. Sayangnya, bukannya belajar di kelas ibu yang akan diadopsinya, Alice malah dijebloskan di kelas Mrs. Plotkin , wanita enam puluhan tahun yang badannya lebar seperti pir dan pakaiannya benar benar berbeda dengan Miss Cole, idolanya. Alice berpikir pasti ada kesalahan. Ia bahkan nekat menemui kepala sekolah. Namun tak banyak yang dapat ia lakukan. Mrs. Plotkinlah yang akan mengajarnya selama setahun ke depan

Secara perlahan Alice berusaha untuk menutupi kekecewaannya sampai Pamela datang dan berusaha untuk membuat keadaan kembali buruk. Pamela adalah teman sekelasnya, anak perempuan dengan rambut pirang yang panjang. Sikap dan prilaku Pamela sempat membuat Alice merasa gerah. Tanpa sadar terjadi insiden yang membuat pementasan sekolah saat itu menjadi sangat kacau.

***

Hampir di semua serial, Alice menemui masalah. Namun buku pertama inilah yang terasa paling berat bagi Alice. Tidak salah kalau judulnya The Agony od Alice .*Big hugs to Alice.

Walaupun semuanya tidak akan seburuk yang ia pikirkan kalau saja mau membuka mata lebih lebar. Yah, Alice masih terlalu muda untuk mengerti semua hal tersebut. Yang jelas, Alice tahu bahwa ia tak pernah sendiri. Ia masih punya Ayah dan kakak laki – laki yang siap membantunya kapan saja meskipun untuk beberapa hal mereka membutuhkan sentuhan wanita.

Ini buku pertama dari serial Alice yang saya dapatkan saat Gramedia MP menggelar pesta diskonnya. Sayangnya buku kedua tidak masuk dalam buku-buku yang dibiarkan tergelatak tak rapi. Nyari ditumpukan teenlit juga ternyata tidak ada. Harus pesan dari toko buku online. Artinya masuk waiting list lagi.

The Agony Of Alice
Judul Indonesia: Kasihaaan Deh Alice
Phyllis Reynolds Naylor
Penerjemah: Vina Damajanti
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 1, September 2005
Tebal : 144 hal