Thursday, December 6, 2007

Review: Misteri Soliter - Jostein Gaarder





Buku ini sebenarnya sudah saya simpan di rak khusus untuk buku uku yang telah selesai saya lahap. Bahkan ketika saya mncarinya, buk karangan Josten Gaarder ini berada di deretan paling bawah. Sampulnya sudah sedikit koyak, bahkan dibeberapa halaman ada beberaa sidik jari dan noda coklat yang mungkin terciprat dari suatu makanan atau minuman. Yah saya pernah meminjamkan buku ini ke dua orang. Mungkin salah satu dari mereka. Karena saya tidak akan pernah menyentuh makanan yang bisa meninggalkan jejak kotor ketika membaca buku.

Saya membaca ulang buku ini hanya masalah sepele. Ada seseorang yang mengatakan bahwa ia benar benar terinspirasi dari buku ini bahkan menganjurkan saya untuk membacanya. Semua itu membuat saya bertanya. Apa daya tarik lebih dari Mistery Solitaire in? Karena seingat saya Gadis Jeruk, Perpustakaan Bibbi Bokken, Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng jauh lebih menarik dari cerita tentang perjalanan Hans Tomas dan ayahnya dari Norwegia ke Yunani untuk mencari Anita,ibunya. Ataukah saya telah benar benar lupa isi cerita dari buku yang saya baca tahun 2005 kemarin?

Akhirnya hari minggu kemarin saya memutuskan untuk memulai lagi dari awal. Dan mencari sumber inspirasi yang dimaksud.

Ingatan saya tentang buku ini tidak begitu buruk. Saya masih benar benar ingat perjalanan Anak – Ayah ini dengan “perhentian untuk merokok”,di mana sang ayah akan mengajak hans untuk berdiskusi mulai dari wanita yang mereka cari sampai tentang kehidupan.. Membahas pertanyaan yang mungkin muncul disetiap benak manusia yang bena benar meluangkan waktu untuk memaami hidupnya. Siapa saya? Dari mana saya berasal? Atau bahkan yang paling mendasar, Apakah Tuhan itu benar benar ada?

Serangkaian Misteri bermula ketika mereka berhenti di sebuah Pom Bensin untuk menanyakan jalur terdekat yang dapat mereka tempuh dari dari Swiss menuju Venesia pada lelaki yang ukuran tubuhnya menyerupai kurcaci dalam dongeng. Anehnya pria kecil ini mengetahui bahwa mereka berasal dari Anderal, Norwegia. Padahal baik Hans dan Ayahnya tak memberi tahu bahwanya. Begitu selesai menunjukkan jalur yang diminta, Pria kecil itu memberi hans sebuah kaca pembesar. Walau merasa aneh, Hans tetap menerimanya.

Dorf, itulah tempat yang dianjurkan oleh pria di pom bensin. Sayangnya itu bukanlah jalur yang tersingkat malah sebaliknya mereka harus memutar jalan lebih jauh untuk sampai ke Venesia. Akhirnya ayah Hans memutuskan untuk beristirahat. Keesokan harinya mereka tidak hanya menjelajahi pengunungan di kota ini pula, Hans mendapatkan sebuah buku mungil dari seorang tukang roti.

Buku tersebut benar benar mungil dan untunglah hans memiliki sebuah kaca pembesar sehingga bisa membaca setiap huruf yang tercetak didalamnya. Hal itu membuat Hans menarik kesimpulan bahwa ini bukanlah sebuah kebetulan semata.

Buku mungil yang berjudul Soda Pelangi dan Pulau Ajaib itu bercerita tentang petualangan seorang pelaut yang juga bernama Hans disebuah pulau yang dihuni oleh seperangkat orang yang masing masing mewakili sebuah kartu remi.

Cerita itu bukan hanya sebuah dongeng biasa. Cerita yang membuat tak hanya Hans bahkan saya pun harus membacanya secara dengan hati hati agar tak satupun yang terlewatkan. Satu demi satu misteri pun terkuak seiring dengan perjalanan menuju Yunani.

Walau akhirnya hanya Hans yang benar – benar mengerti makna dari buku mungil itu. Pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh ayahnya di setiap pemberhentian untuk merokok akhirnya bisa dijawabnya. Bakan tentang Takdir sekalipun. Yang tersisa hanyalah saya dengan yang masih berusaha mencari sesuatu yang sampai tulisan ini saya posting belum juga saya dapatkan. Ataukah buku ini memang hanya bisa dimengerti oleh orang – orang yang benar benar mengerti tentang filsafat yang mengerti tentang makna kehidupan?  Atau karena saya sudah mempunyai jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan di “pemberhentian untuk merokok” itu ? atau yang paling parah, saya tidak benar – benar paham untuk puluhan chapter yang telah saya baca? Entahlah.

Ps: Sampul versi indonesia ga ketemu 

2 comments:

ryuuku said...

pernah baca buku/novel 5 cm gak?
karyanya Dimas Dirgantoro.

menurutku itu buku terbaik yang pernah saya baca setelah supernova-nya Dee alias dewi lestari.

Ally said...

5CM..jelas sudah. ^_^ Novel yang isinya tentang orang orangyang idealis banget. Sampai - sampai jadi ngerasa aneh. Tapi Ally jadi tahu tentang lagu The Plastic Tree.

Buku berikutnya dee setelah PETIR kapan yah terbitnya?