Saturday, January 19, 2008

Review: Alice The Brave - Phyllis Reynolds Naylor


Alice the Brave
(
Alice Sang Pemberani)
Phyllis Reynolds Naylor

Alih Bahasa:Vina Damajanti

PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan 1, Desember 2007
Tebal : 144 hal
Buku kali ini bercerita tentang liburan musim panas Alice. Liburan yang dihabiskan bersama Elizabeth dan Pamela sebelum masuk kelas delapan. Pacarnya,Patrick, menghabiskan waktu dengan berlibur di Kanada.
Liburan kali ini cukup seru bagi Alice. Di mulai dari Kisah 1001 malam Edisi tidak disensor yang dibaca Elizabeth, menerima surat berantai dari St. Jude dan mengirimnya kepada Ms. Summer sampai menghabiskan waktu di kolam renang milik Mark, pacar Pamela. Sebenarnya ia tak pernah merasa nyaman ketika berada di sana. Sayangnya Pamela dan Elizabeth malah terlihat menikmati kegiatan renang itu.
Alice punya alasan tersendiri mengapa ia tak merasa nyaman. Ia tak seperti Pamela dan Elizabeth yang dengan mudah menggerakkan badan mereka di atas papan loncat. Terlebih kolam renang milik Mark cukup dalam. Kalau air kolam masih sepinggang, mungkin tidak akan menjadi kekhawatiran dan ketakutan yang berlebih bagi Alice, tapi kali ini berbeda. Sehingga ketika teman –temannya mencoba melemparkannya ke dalam air, Alice berubah menjadi sangat kalap.
**
Ally pengen teriak ke telinganya Alice, kalau dia tuh nggak sendiri. Ally juga nggak bisa berenang. Hiks...hiks...hiks...Pengalaman berapa kali tenggelam di laut waktu SD dan tidak sekalipun diijinkan ikut berenang sama kakak2 waktu TK mungkin menjadi dua faktor kenapa sampai sekarang saya tidak bisa berenang. Yah, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Tapi masalahnya di sini nggak ada kolam renang khusus wanita. Kolam renang yang ada semua terbuka untuk umum. Kapan yah di Makassar ada kolam yang diperuntukkan hanya untuk perempuan.? Bisa berenang dah jadi resolusi bertahun-tahun.
Balik tentang Alice, Anak perempuan yang satu ini mulai menanyakan hal hal yang membuat abang dan ayahnya kaget. Mereka tak menyangka kalau Alice ternyata telah beranjak dewasa. Hihi...mungkin pengaruh buku yang dibaca ma Elizabeth yah? Di buku ini juga, saya jadi makin suka dengan Lester. Karena terbukti bahwa Lester benar – benar sayang ma adiknya. That’s what a sibling is for.
Desain covernya manis.

3 comments:

daengrusle said...

hi Ally
bacaan nya enak nian...:)
kalo biasa kita terbiasa dgn Alice dan dunia ajaibnya, ini justru membahas yang lebih realistis, he2

thanks for share

Ally said...

hehehe..Alice yang ini bacaannya ringan. Soalnya lagi belajar baca teenlit.

medical treatment news said...

waduh ini serial terakhir dari alice yang belum aku punya
susah banget nyarinya. . .