Tuesday, July 29, 2008

Review: New Moon - Stephenie Meyer



New Moon, inilah buku berikutnya dari kisah Isabella Marie Swan alias Bella. Sungguh menyenangkan, karena tak butuh waktu lama untuk menunggu kelanjutan Twilight. Tidak seperti buku sebelumnya, kini buku ini diberi judul Indonesia. Dua Cinta adalah dua kata yang dipilih, yang membuat saya semakin penasaran. Sebenarnya bisa saja saya langsung membalikan buku dan sehingga bisa membaca resensi singkat yang tertera di belakang buku. Namun saya sudah bertekad untuk mengetahui jalan cerita langsung membaca halaman demi halaman. Karena bagi saya membaca resensi di sampul belakang hanya akan mengurangi asyiknya mengikuti petualangan sang tokoh.

Tak hanya judul, sampul yang didominasi dengan warna biru kehitam –hitaman ini terlihat jauh lebih menarik. Benar – benar memberi kesan akan suasana yang kelam. Dibandingkan dengan sampul Twilight ataupun sampul New Moon yang asli, sampul ini terlihat lebih manis.

Jadi apa yang terjadi dengan Bella kali ini? Apakah judul dan sampul depan itu memberi gambaran hari –hari berikutnya?

Tak terasa berminggu-minggu berlalu meninggalkan musim semi dan waktu beralih ke bulan September, bulan ulang tahun Bella. Bukannya senang ataupun bersyukur karena selamat dari insiden yang nyaris merenggutnya nyawanya, Bella malah mengawali pagi hari saat usianya bertambah dengan keluhan. Bukan hanya karena mimpi buruk yang dialaminya semalam tapi juga ia kesal karena menjadi setahun lebih tua dibanding Edward. Apalagi sampai sekarang Edward tak kunjung mengabulkan satu-satunya keinginan terbesar Bella.

Walau Edward menyakinkan bahwa tak perlu mengkahwatirkan semua hal-hal yang tak penting itu, Bella tetap merajuk. Bahkan ia nyaris menolak untuk mendatangi pesta yang diadakan khusus oleh keluarga Cullen untuknya.

Rumah keluarga Cullen malam itu sangat berbeda. Di atap teras terdapat deretan lentera Jepang yang terang bergelantungan. Bahkan banyak mangkuk-mangkuk berisi unga mawar merah jambu berjajar sepanjang tangga yang menuju pintu. Di dalam ruang duduk tak kalah indah. Mangkuk – mangkuk berisi mawar itu lebih banyak. Sebuah kue tart pink diletakkan di atas grand piano beserta tumpukan piring kaca dan tak lupa gundukan kecil kado terbungkus kertas warna perak.

Melihat semua hal tersebut nyaris membuat Bella melupakan semua keluhannya pagi ini. Apalagi sambutan hangat yang ditunjukan oleh Mr dan Mrs Cullen. Bahkan Emmet dan Rosalie pun menyempatkan diri untuk hadir dalam pesta itu. Sayangnya semua keceriaan tiba – tiba sirna ketika Alice meminta Bella membuka kado. sekan tak cukup terluka hanya karena kertas pembungkus yang mengiris tangannya, Bella malah mendapat luka yang jauh lebih parah. Mr Cullen memberikan beberapa jahitan pada lengannya. Pesta yang diharapkan tadinya berjalan menyenangkan berganti dengan suasana yang menegangkan.

Merasa bersalah atas hal buruk yang menimpa Bella di rumahnya membuat Edward mengambil keputusan yang membuat Bella berantakan. Edward punya alasan kuat untuk itu, ia tak ingin membahayakan hidup gadis yang sangat dicintainya.

Berhari bahkan berbulan – bulan berlalu sejak itu. Di mata Charlie, Bella terlihat seperti mayat hidup. Bahkan karena tak tahan melihat anak perempuannya dalam keadaan yang nyaris tanpa kehidupan, ia memutuskan untuk mengirim Bella ke Florida. Namun dengan keras semua usul Charlie ditolaknya mentah – mentah. Terlalu banyak kenangan di Fork yang membuatnya enggan dilepaskannya.

Di tengah keputusasaannya, Bella akhirnya memutuskan melakukan hal –hal yang menurutnya akan membuat suara-suara yang menghilang selama beberapa bulan ini kembali. Semua ini dirahasiakan pada siapapun kecuali Jacob, anak laki –laki Billy,sahabat Charlie.

Kehadiran Jacob tenyata mampu membuat semangat hidup Bella kembali secara perlahan. Hampir seluruh waktu dihabiskan bersama Jacob. Walau tetap bersikeras bahwa hanyalah satu-satunya yang ia cintai, Bella sadar bahwa ada rasa ketergantungan pada Jacob. Tak heran jika Matahari menjadi julukan yang diberikan pada anak laki – laki yang usianya dua tahun lebih muda. Akhirnya Bella memilih untuk tidak peduli terhadap rasa bimbang yang dirasakannya. Selama Jacob dan suara-suara itu masih ada.

Sampai suatu hari Bella menyadari ada yang berubah dengan diri Jacob. Ia mendadak menghilang dari kehidupan Bella. Jacob menjadi susah dihubungi. Bella yang telah kehilangan separuh nafasnya, merasa harus melakukan sesuatu. Karena ia tak lagi ingin merasakan perihnya kehilangan kebahagian dan bertekad untuk membuat Jacob kembali. Tanpa peduli bahwa mencoba mendekati Jacob saat ini sama berbahayanya dengan semua hal-hal yang ia lakukan untuk mendengarkan suara –suara di kepalanya.

Sama seperti Twilight, tak butuh waktu lama untuk menyelesaikankan New Moon. Bahkan ketika buku ini lebih tebal. Walau entah bagaimana kalau membaca versi aslinya.

Kota kota yang dijadikan latar dalam buku ini membuat saya semakin penasaran dengan suasana aslinya. Sebasah apakah Fork, seramai apakah Port Angeles ataupun keadaan di La Push.

Sebenarnya tak ada hal yang mengganggu kecuali satu, sikap Bella. Terkejut, turut merasakan kesedihannya bahkan rasa simpati berubah menjadi rasa kesal dan benci. Lihat saja ketika ia kehilangan sesuatu yang berharga. Memang menyakitkan namun bukan berarti semua hal menjadi berakhir karenanya. Setidaknya saya bisa sedikit mengerti apa yang dirasakan oleh Charlie, Ayah Bella. Dan membuat saya mengerti akan kata – kata bijak Louis L’Amour “ Ketika percaya bahwa semuanya sudah berakhir, justru itulah permulaannya”

Tak berhenti sampa di situ, saya juga tak menyukai tingkah sembrono Bella yang sengaja dilakukannya. Seakan ingin membuat julukan “Danger Magnet” semakin melekat pada dirinya. Tak hanya kekanak – kanakan, Bella bahkan terlihat sangat egois.

Terakhir adalah perasaannya terhadap Jacob. Saya akui semuanya dikarenakan saya merasa bahwa Bella melakukan pengkhianatan kecil pada Edward. Walau awalnya sempat sedih karena keputusan yang diambil Edward sedikit ekstrim, toh itu semua dilakukan demi keselamatan Bella. Sayangnya rasa sakit menutup mata Bella untuk semua kasih sayang yang dimaksud. Bella memang benar – benar mengesalkan kali ini.

Semoga hal yang sama tak akan terulang di New Eclipse, Buku Stephenie berikutnya.

New Moon
Judul Indonesia: Dua Cinta
Penulis: Stephenie Meyer
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juni 2008
Tebal: 600 hlm