Friday, 31 August 2007

Belajar Menjadi Orang Hebat


BELAJAR JADI ORANG HEBAT

M.Rojaya

DAR! MIZAN

Cetakan 1, Agustus 2006

Setiap manusia di dunia ini tentu menginginkan manisnya kesuksesan untuk setiap hal yang dilakukannya dalam hidup ini. Segala usaha akan mereka lakukan untuk mewujudkan mimpi – mimpi yang mereka raih. Namun tak jarang mereka menemui kegagalan dalam proses menuju puncak. Ada yang berhenti di tengah jalan, ada pula yang bangkit dan terus berusaha hingga tujuan mereka tercapai. Tak peduli serumit apapun jalan yang ada didpan mereka.

Kesuksesan yang diperoleh oleh orang – orang tersebut tidaklah terjadi dalam waktu singkat. JK Rowling tidak menuliskan cerita yang menghipnotis jutaan orang dalam sehari. Tidak pula Robert T.Kiyosaki memiliki kebebasan finansial dalam sekali mejentikan jari. Tentu saja tidak. Bahkan Thomas Alva Edison berhasil menemukan lampu setelah melakukan ribuan percobaan. Begitu pula deretan nama nama orang hebat di dunia, memperoleh kesusksesan tidak dalam waktu yang instant

Apakah nasib berpihak kepada mereka? Ataukah garis tangan mereka jauh lebih baik jika dibandingkan dengan berjuta orang di dunia? Apa rahasia di balik kesuksesan mereka?

Menurut buku dengan ketebal 216 halaman ini, untuk menjadi orang hebat hanya dibutuhkan empat hal yaitu visi, motivasi, aksi dan refleksi. Ke empat komponen inilah yang berperan dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang dalam hidup, mampu membuat penghalang, kebuntuan, dan semua hal hal yang terasa berat akan menjadi ringan

Visi

Merajut mimpi dalah hal yang sangat mudah. Setiap orang mampu melakukannya. Namun begitu melanjutkan ke tahap untuk mewujudkannya menjadi nyata, banyak orang yang mengalami kesulitan. Hal tersebut adalah karena tidak adanya isi yang jelas dalam hidup mereka. Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun harus melewati jalan yang sulit. Seseorang tanpa tujuan jelas tidak akan pernah mencapai sesuatu yang dicita-citakannya walaupun ia berada di jalan yang mulus sekalipun.

Hendaklah semua visi yang disusun adalah sesuatu yang dapat diukur dan dapat dikerjakan Tidak hanya berhenti pada titik menuliskannya, dalam diri setiap orang juga harus yakn bahwa ia mampu melaksanakan semua visinya. Pikiran positif memegang peran penting dalam hal ini. Setiap orang harus optimis bahwa visi mereka pantas untuk diperjuangakan. Semua pikiran negatif sebaiknya di singkirkan. Ketakutan ataupun rendah diri hanya akan menjadikan visi ini tak ada bedanya dengan angan-angan yang rapuh. Arahkan pikiran,kendalikan emosi !

Motivasi

Tak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selama detak jantung belum berhenti artinya setiap manusia masih memiliki waktu untuk menjadi pribadi yang juah lebih baik dari hari kemarin. Membuat program-program pengembangan untuk diri sendiri baik di bidang intelektual, sosal, spiritual, ekonomi mapun yang lainnya.. Temukan potensi yang luar biasa yang ada dalam diri dan lipat gandakan semua kemampuan yang ada dalam diri. Rasa malas, malu dan minder adala virus yang hanya akan membunuh di masa depan. Untuk menjadi seseorang yang sukses mereka harus berpikir lebih dari yang lain. Ambil setiap kesempatan yang ada

Aksi

Hidup ini perjuangan, dibutuhkan ketangguhan dan pengorbanan di dalamnya.

Tak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Sehebat apapun visi dan motivasi yang dimiliki seseorang, namun jika tidak diimbangi dengan usaha yang mantap. Tentu hasil yang didapatkan tidak akan pernah sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan tidak akan pernah tercapai tanpa adanya suiatu pengorbanan. Tak mungkin mengubah penderitaan tanpa mau bersusah payah terlebih dahulu. Dibutuhkan pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak pula mencari kambing hitam. Jangan perna menunda-nunda sesuatu. Jangan cepat berputus asa. Jangan berhenti sampai semua yang diinginkan tercapai. Anggaplah visi yang kita miliki sebagai tantangan. jika perlu carilah kompetitor sebagai pembanding.

Refleksi

Jika semua visi telah disusun, diperkuat dengan motivasi yang hebat,dan berbagai usaha telah dilakukan namun semua yang dicita citakan masih terasa jauh dari genggaman. Kini saatnya lah untuk mengevaluasi setiap titik. Tak ada salahnya lagi ke dalam diri sendiri. Bagian mana yang pelu diperbaiki. Mintalah pertimbangan hati. Namun jika hati tak jernih, maka satu satu jalan adalah membersihkannya dengan zikir. Tidak dibenarkan pula mengartikan istilah-istilah, misalnya sabar yang diartikan dengan tabah menerima kenyatanan hidup namun tak ada inovasi. Qana’ah, menerima apa adanya, tanpa ada langkah yang dilakukan untuk mamajukan. Tawakal, menyeahkan segalanya kepada Allah, tanpa ada kreatifitas.

Dianjurkan pula untuk meminta pendapat orang –orang yang berhati bersih, ikhlas dan beribadah kepada Allah. Karen firasat mereka kerap kali tepat seperti yang dalam hadist “ takutah pada firasat seorang mukmin. Karena sesungguhnya, ia memandang dengan cahaya Allah” (HR. Tarmidzi)

**

Buku ini saya temukan disalah satu rak perpustakaan ketika sedang menunggu teman. Waktu itu saya memilihnya karena tertarik judulnya “ BELAJAR JADI ORANG HEBAT”. Buku ini sebenarnya ditujukan untuk para remaja. Namun gaya bahasa mudah dan ringan dipahami tak mengurangi niat saya untuk menuntaskan buku ini hingga selesai. Saya sangat tertarik dengan kisah kisah yang dijadikan M/Rojaya sebagai contoh untuk beberapa chapter yang dijelaskannya. Dan tentu saja dari tulisannya, saya yakin ia juga salah satu pelahap buku. Banyak kutipan kutipan yang diambilnya dari para motivator dunia. Bahkan dari buku ini juga banyak deretan orang-orang hebat yang tidak pernah saya tahu sebelumnya. Sayangnya, dalam penulisannya banyak pengulangan. Padahal seharusnya bisa dikumpulkan menjadi satu chapter. Contohnya saja pembahasan mengenai peentingnya pikiran positif. Dari chater satu telah disinggung namun akhirnya di bab 2 dan bab 3 kemabli berulang. Dan bab 4 yang seharusnya menjadi puncak malah tak terasa sedikit pun meninggalkan kesan.

Namun lepas dari semua hal itu, buku ini tetap asyik untuk dibaca. Walaupun mungkin tidak seberat ataupun seserius buku buku motivasi lainnya, tentu saja karena target pembaca yang berbeda. Yah, selesai membaca buku ini, saya jadi terpacu untuk menghabiskan buku motivasi lainya yang saat ini masih rapi bersama buku buku dalam rak buku saya. Yang jelas, buku ini membuat saya semakin yakin untuk mewujudkan mimpi – mimpi yang saya miliki. Saya ingin jadi ORANG HEBAT. ^_^


Tuesday, 28 August 2007

Review: Alice: All but Alice - Phyllis Reynolds Naylor


Keresahan dialami Alice ketika kehidupannya di kelas tujuh dimulai. Bahkan ia menjadi begitu gundah ketika mengetahui Elizabeth Price dan Pamela Jones, sahabatnya, telah memiliki papan bulletin dengan berbagai hal penting dalam hidup mereka yang melekat diatasnya.

Tidak berhenti sampai disitu . Hampir semua teman-temannya telah memutuskan untuk ikut suatu perkumpulan. Sedangkan dirinya masih saja sama seperti semester lalu. Karena tak ingin ketinggalan, akhirnya ia memutuskan untuk ikut klub anting –anting. Awalnya alice sangat menikmatinya. Terutama ketika Ayahnya memberi ijin untuk menindik telinganya.

Setelah perkumpulan anting – anting, Alice memutuskan untuk bergabung dengan All-Stars Fan Club, klub yang berkumpul setiap rabu dan menulis surat ke orang-orang keren. Bahkan ia langsung popular, begitu ia mendapatkan balasan dari salah satu bintang rock. Bahkan ketika balasannya itu hanya berupa kaus kaki kotor. Karena hanya dialah satu satunya anggota klub yang menerima benda milik pribadi seorang selebriti.
Alice menikmati keberadaannya di kedua klub tersebut Teman temanya semakin banyak. Di kelas ia pun termasuk dalam jajaran murid- murid keren dan populer.

Namun masalah baru muncul. Karena dengan tergabung dalam klub ini berarti ia harus mengikuti ritual yang dilakukan oleh setiap anggota, yaitu membeli anting-anting baru setiap pekannya. Padahal uang jajannya setiap pekan tidak banyak. 

Bahkan semua masalah itu semakin membesar ketika mengetahui bahwa ayahnya berkencan dengan Miss Summers, Guru bahasanya yang ditemuinya hampir setiap hari di sekolah. Belum lagi masalah Lester, abangnya, dengan semua mantan pacarnya, yang memaksa Alice harus berbohong.

Di perkumpulan All-Stars Fan Club, setiap anggota di perkumpulan itu terlibat dalam pertunjukan adu bakat. Dan teman temannya menganjurkan untuk kostum wonder woman dan menyanyikan lagu Gus and Dolls. Sayangnya bukannya ketenaran yang didapatkannya, namun malam itu yang ada hanyalah gelak tawa dari seluruh penonton.

Dan tak kalah parah, ketika ia bermasalah Brian, yang ternyata tak pernah berpikiran bahwa Alice adalah seorang anak perempuan. Padahal Alice berpikir Brian akan bisa mengganti kedudukan Patrick .Semua itu membuat Alice merasa ada yang salah dengan semua hal yang dilakukannya. Ia harus mengambil keputusan penting untuk membuat masalah masalah ini menjadi reda dan berhenti membuatnya gundah.

***

Another Teenlit di rak bukuku. Belinya karena ngeliat resensi di blog kobo. Waktu itu juga ada diskon dari Gramedia. 

Melihat kehidupan Alice, jadi ingat jaman SD dulu. Tepatnya pas kelas 6. Waktu itu saya juga benar benar bingung. Bahkan sempat tuh ikut-ikutan ma beberapa teman yang saat itu memang populer dikalangan anak sd. Hehehehe… dari stationery sampai ikut beli snack yang mereka sukai. Padahal begitu nyoba, walah, rasanya ga karuan.Akhirnya sebelum terjerumus lebih jauh, akhirnya sadar. Menjadi populer ga perlu sampai ikut-ikutan seperti itu. Tentu saja itu setelah lepas dari bayang bayang mereka. Akhirnya malah mereka yang ikut-ikutan. 

Serial Alice ternyata dah ada yang baru lagi. Jadi penasaran. Semoga bisa cepat masuk di rak bukuku deh.



All but Alice
Judul Indonesia: ngapain ikut-ikutan
Penulis: Phyllis Reynolds Naylor
Alih bahasa: Vina Damajanti

Penerbit: Pt Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: I, January 2006

Tebal: 160 hl

Wednesday, 15 August 2007

Review: Minoes - Annie M.G. Schmidt





Meneer Tibbe adalah seorang pria yang bekerja sebagai wartawan di sebuah surat kabar Killendoornse Courant. Meneer Tibbe sebenarnya sangat berbakat dalam dunia tulis menulis, hanya saja akhir akhir ini berita yang ditulisannya dianggap tidak layak cetak oleh pemimpin redaksi. Bahkan percakapan siang itu diakhir dengan ancaman pemecatan jika meneer Tibbe tidak menuliskan berita menarik.


Ditengah kegalauannya, tiba tiba saja seorang wanita muda muncul di ruang makan.Wanita itu tidak lain wanita yang ketakutan setengah mati hanya karena Mars, seekor anjing, sehingga harus memanjat sebuh pohon yang cukup tinggi untuk menghindarinya. Wanita yang memperkenalkan dirinya sebagai Minoes Juffrouw, bertingkah laku seperti kucing. Bahkan mengaku bahwa dia dapat berbicara dengan semua kucing di kota itu karena dirinya dulunya seekor kucing. Walau tak satupun yang dipercayai oleh Meneer Tibbe. Ia menganggap semua itu hanya khayalan Minoes semata.


Minoes tak memiliki tempat tinggal, karenanya ia memohon pada Meneer Tibbe agar dijinkan untuk tinggal dilotengnya walau hanya beralaskan kardus kosong. Awalnya Meneer Tibbe keberatan namun akhirnya setuju bahkan mengangkatnya menjadi sekretarisnya.. Bahkan Minoes berhasil menyelamatkan Meneer Tibbe dengan memberikannya bahan yang bisa ditulisnya menjadi berita yang menarik. Meneer Smit menjadi berita pertama yang menyelamatkan Meneer Tibbe dari ancaman pemencatan dari kantor.


Dengan cepat reputasi Meneer Tibbe berubah menjadi wartawan dengan berita yang gemilang hanya dalam waktu seminggu bahkan dijanjikan kenaikan gaji oleh pimpinan . Semua tak lain karena kerja keras Minoes. Dengan kemampuannya berbicara dengan Burik, kucing yang memiliki banyak anak yang telah tersebar diseluruh penjuru kota, ia dapat segera mengetahui segala macam rahasia dan peristiwa yang akan terjadi. Dari kolam renang baru sampai temuan guci yang penuh dengan uang logam di taman gereja.semua berita itu didapatnya dari Kucing Balai Kota dan Oikumenor, anak perempuan Burik yang tinggal disekitar gereja.


Berita-berita baru terus datang silih berganti walaupun tidak sedikit yang tidak layak untuk ditulis menjadi berita. Sampai suatu hari ada berita yang mengagetkan. Tukang ikan menjadi korban tabrak lari.Tak disangka pelakunya adalah Meneer Ellemeet. Sayangnya para saksi hanyalah tiga ekor kucing. Tentu saja hal itu membuat Meneer Tibbe kesulitan untuk menulisnya menjadi berita. Terlebih lagi karena reputasi Meneer Ellemeet di mata masyarakat.


Berita tentang keburukan Meneer Ellemeet terus berdatangan. Dari Burik, Minoes mengetahui bahwa ia pernah terkena botol anggur yang dilempar ole Meneer Ellemeet. Bahkan anak anak yang baru saja dilahirkan oleh Burik dibuang ke tempat sampah dan hampi saja diangkut oleh petugas kebersihan. Sangat ironis, padahal oleh Meneer Smit, ia diangkat menjadi ketua Perkumpulan Penyayang Binatang. Namun sekali lagi tak ada manusia yang dapat dijadikan saksi. Bahkan keda saksi kunci telah disuap terlebih dahulu oleh Meneer Ellemeet. Bahkan ketika Meneer Tibbe nekat menuliskannya menjadi berita, yang didapatkannya hanyalah cemooohan dari seluruh warga kota. Karena tak satupun yang mempercayai berita tentang keburukan Meneer Ellemeet. Mereka mempercayai Meneer Ellemeet sepenuhnya.


Di tengah kekacauan itu, Minoes dan semua kucing di kota pun menyusun rencana untuk mengungkap semua kebenaran. Untuk menyelamatkan kota dan tentu saja untuk menyelamatkan Meneer Tibbe.


Membaca Minoes membuat saya senang. Soalnya jarang sekali buku-buku yang bercerita tentang kehebatan kucing. Biasanya di buku anak –anak, kucing diidentikkan sebagai tokoh antagonis yang hanya memikirkan diri sendiri. Kucing selalu digambarkan sebagai kucing manja yang akan melakukan segala cara untuk membuat perutnya kenyang. Bahkan julukan Men’s Best Friends hanya diperuntukkan bagi anjing, tidak untuk binatang dengan berbulu dan manja ini. Tak perlu jauh jauh, lihat saja semua film-film yang bercerita tentang Kucing, Anjing ataupun Tikus. Biang keroknya pasti kucing. Hiks…


Setidaknya dengan adanya buku ini, diskriminasi terhadap kucing bisa sedikit terhapuskan. 



Minoes
Annie M.G. Schmidt
Alih Bahasa : R. Indira Ismail
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juli,2007
Tebal: 200 hal

Sunday, 12 August 2007

Review: The Curse Bearer 3 : Bad - Kenji Nojima


The Curse Bearer 3 : Bad Girl

Suatu hari di kelas Konomi kedatangan murid Baru bernama Karaho. Semua murid di kelas berusaha memberi sambutan hangat kepadanya. Sayangnya, bukannya tersenyum, Karaho malah mengeluarkan kata kata kasar. Semua terkejut termasuk Konomi. Namun sikap sinis Karaho yang membuatnya penasaran. Konomi memutukan untuk berusaha mencari tahu tentang karaho,terlebih lagi ketika mengetahui bahwa murid baru yang misterius itu adalah pemilik guna guna.Walaupun bukan seorang pemilik guna-guna, namun Konomi dapat melihat dengan jelas, sebuah pedang tiba tiba muncul dari dalah tubuh Karaho yang pada saat bersamaan merasa kesakitan. Berita tentang kepindahan Karaho pun diceritakan kepada Shiro dan Kobato.

Keinginan Konomi untuk mendekati dan membuat Karaho menjadi temannya sangat keras. Walau sempat tak dihiraukan, namun karena kegigihan Konimi akhirnya Karaho menyerah dan muali membuka pintu untuk Konomi. Dari pembicaraan mereka ternyata guna guna yang bersarang dalam diri Karaho yang bernama Masamune didapatnya ketika dia masih SD. Guna guna itu muncul dari kebencian wanita yang pernah menjalin hubungan khusus dengan ayahnya di kantor. Guna-guna itu muncul dihari yang sama ketika wanita itu meninggal.

Keberadaan Karaho sebagai pemelihara guna-guna tentu tak lepas dari pengamatan Yamato. Bahkan dengan bantuan Ibu Mito, Yamato menyusun rencana untuk memanfaatkan Karaho, Yamato bermaksud menghancurkan guna guna yang bersarang di jari-jari kanan Kobato karena mengetahui bahwa Masamune tak kan pernah bisa membiarkan ada guna guna lain yang berkeliaran di sekitarnya.

Rencana Yamato pun dijalankan dengan sengaja mengirimkan puluhan guna-guna ke rumah Mizuhoshi. Tak ada pilihan lain bagi Kobato. Ia harus berjuang untuk menumpas semua guna – guna yang bermaksud menyerang seluruh penghuni rumah. Meskipun memelihara lima guna-guna sekaligus di tangannya, ia ttap saja akan kewalahan melawan guna-guna yang jumlahnya puluhan. Untung saja rencana Yamato itu diketahui oleh Yuka. Ia pun segera menghubungi Shiro, konomi bahkan Karaho.

Tak pernah ada yang bisa menyangka kalau Yamato akan setega itu mengirimkan puluhan guna –guna untuk menyerang adiknya sendiri. Jika memang mengingkan agar guna-guna yang bersarang di jari-jaritangan kobato haruskah melakukan semua hal yang justru dapat mencelakakan Kobato sendiri.
Buku ketiga dari seri The Curse Bearer yang mengenalkan tokoh baru yang juga tak lain adalah pemelihara guna-guna. Di lihat dari gambar cover maupun penjelasan tentang gaya pakaian Karaho, saya langsung teringat ma anak-anak Harajuku. Walau sedikit aneh tapi mereka memiliki keunikan tersendiri. Ga aneh kalau banyak ditiru.

The Curse Bearer 3 : Bad Girl
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 3)
Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

The Curse Bearer 3 : Bad Girl The Curse Bearer 3 : Bad Girl

Saturday, 11 August 2007

Review: The Curse Bearer 2 : The Missing Lover




Ternyata di SMA Shakunage bukan hanya Shiro dan Kobato yang memiliki guna guna. Hal itu diketahui Shiro ketika suatu hari, Morimo Kiminagi menyapanya dan berkata bahwa ia dapat melihat keberadaan Muchi, guna guna milik Shiro yang berbentuk kuda nil raksasa berwarna biru muda. Kejadian itu terjadi saat Shiro dan Kobato hendak menemui Ibu Mito yang selama ini ternyata mengetahui keberadaan Yamato.
Postur tubuh dan wajah imut Morimo yang tampak seperti anak SMP, tanpa takut-takut mengakui bahwa dirinya memelihara guna guna yang berbentuk sosk manusia kayu yang tingginya sekitar dua meter bernama Pak Satoshiba. Sikap Marimo yang sangat terbuka membuatnya cepat akrab dengan Kobato, Shiro dan Konomi yang baru saja dikenalnya.

Mendadak,terjadi kejadian aneh. Kecelakaan menimpa murid-murid yang tergabung di klub atletik. Awalnya Shiro dan Kobato tidak memperhatikan dan hanya menganggap sebagai kejadian biasa. Namun setelah korban berikutnya jatuh, mereka yakin bahwa semua ini akibat gigitan guna guna.
Penyelidikan pun dimulai. Suatu hari ketika sedang mengamati semua anggota klub atletik, sesosok guna guna berbentuk lipan muncul di tengah lapangan. Secara spontan Kobato dan Shiro mengeluarkan guna-guna mereka untuk melindungi murid murid yang lain. Dengan kekuatan yang dimiliki oleh keduanya tentu saja dengan mudah guna guna yang berbentuk lipan itu dikalahkan. Dan ketika hendak menangkap sang pemilik guna guna, tiba tiba Marimo muncul dan memohon agar Kobato dan Shiro menghentikan usaha mereka. Tanpa penjelasan dari marimo tentu saja Shiro, Kobato bahkan Konimi menjadi kebingungan. Apa yang kaitan Marimo dengan pemilik guna guna yang telah melukai beberapa orang itu. Mengapa Marimo begitu melindunginya?

Seri kedua dari The Curse Bearer. Guna guna yang muncul juga semakin aneh. Walau didalam buku terdapat ilustrasi bentuk guna gunanya, mungkin lebih bagus lagi kaau dilihat dalam bentuk tiga dimensi alias anime. Di seri kedua ini juga Yamato semakin mendekatkan diri dengan meminta Shiro menemuinya. Dari pertemuan rahasia ini juga terungkap apa sebenarnya keinginan Yamato. Walaupun alasan ia menghindar dari Kobato masih misteri.

Yang jelas, kalau serial The Curse Bearer dibuat versi animenya, pasti seru!

The Curse Bearer 2 : The Missing Lover
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni 2)
Penulis: Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Review: The Curse Bearer - Kenji Nojima



Guna – Guna : Sosok yang lahir dari rasa dengki, iri hati, keingina untuk membunuh dan bermacam – macam beban perasaan lain guna guna akan menimbulkan kesialan bagi yang menerima. Guna guna terbagi atas “ penyerang” yang berfungsi untuk menyerang orang lain dan “ pelindung” yang berfungsi untuk melindungi si pemilik. 

Seorang pemilik guna guna harus berhati hati agar identitasnya tidak diketahui oleh orang lain. Karena masyarakat sekitar tak pernah sedikit pun memberikan rasa simpati kepada mereka yang di dalam dirinya bersarang guna guna. Bahkan begitu identitas mereka terbongkar, tak pelak, seluruh orang akan segera mengucilkan mereka. Bahkan tak segan akan memberikan pelakukan yang mengerikan.

Hal itulah yang membuat Shiro Ozasa, murid SMU Shakunage, berusaha mati matian menyembunyikan statusnya dan keberadan Muchi, guna guna berbetuk kuda nil yang mampu membunu guna guna lain dengan memakan mereka.

Suatu hari sepulang sekolah, secara tiba tiba dua orang wanita yang berpakaian pelayan meminta dengan paksa Shiro untuk ikut bersama mereka. Shiro tak dapat berbuat banyak, apalagi salah satu pelayan itu memegang Azimat, lonceng yang dapat mengeluarkan denting bila seorang pemilik guna guna mendekat. Dengan patuh Shiro menuruti kemauan mereka.

Ternyata Shiro dibawa kesebuah rumah dengan arsitektur Jepang tradisional yang sangat besar. Oleh kedua pelayan itu, Shiro diantar menemui seorang gadis yang ternyata dikuasai guna-guna yang dikenal Shiro sebagai Gaki, guna guna peyerang yang membuat korbannya akan terus menderita kelaparan dan tidak akan pernah merasa kenyang. Shiro tak punya pilihan lain ketika pelayan itu memintanya untuk mengusir guna guna dari tubuh majikannya. Ia mengeluarkan Mushi, sayangnya untuk memerintahkan Mushi memakan Gaki ternyata tak mudah. Shiro harus berusaha kersa agak Kuda nil raksasa ini mau mengerjakan perintahnya. Dalam sekejap, Gaki pun lenyap dilahap Mushi.

Shiro berpikir semua selesai, namun ternyata ada pelayan dan seorang anak perempuan bersarung tangan sebelah yang selanjutnya dikenal sebaga Yuka dan Kobato Mizuhoshi. Tak diduga ternyata Kobato memiliki lima guna-guna sekaligus yang bersarang masih masing di kelima jari yang ditutupi oleh sarung tangan itu.

Kobato meminta bantuan Shiro untuk mencari kakaknya, Yamato, yang juga pemilik guna guna. Yamato mengilang sekitar setahun lalu. Walau sempat menolak dan telibat perkelahian dengan salah satu guna guna milik Kobato, akhirnya Shiro setuju untuk membantu gadis yang ternyata juga murid SMU Shakunage. Bahkan Konomi, adik Shiro yang bisa melihat penampakan gunan guna, pun akhirnya bergabung ketika mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Pencarian Yamato dimulai dari Perguruan Shakunage. Karena lingkup yang terlalu luas akhirnya mereka mutuskan untuk berpencar. Sementara Kobato ditemani Konimi, Shiro mencari Yamato seorang diri. Tiba-tiba shiro merasa badannya lumpuh. Ternyata ia berada dalam pengaruh guna guna Yamato,Hoju si Laba laba.dan tanpa diduga Yamato menajaknya berbicara. Walau telah mengetahu bahwa Kobato mencarinya, namun Yamato tetap enggan untuk menampakkan diri. Sayangnya suara Yamato mengilang begitu sebelum Kobato muncul. Kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Pencarian Yamato untuk hari itu dihentikan.

Pencarian Yamato membuat keakraban ketiganya semakin erat. Pertemuan mereka membuat Kobato mulai membuka diri. bahkan Kobato mengijinkan dirinya untuk ikut bersama Shiro dan Konomi ke Fantasy Land. Kegembiraan terpancar dari diri kobato walaupun akhirnya membuat salah satu guna guna di jarinya keluar.
Namun keesokkan harinya Kobato tak datang ke sekolah. Shiro dan Konomi menjadi khawatir karenanya. Shiro pun memutuskan untuk menjenguk Kobato sambil membawa surat yang dititipkan Konimi untuk Kobato.Sesampainya di rumah keluarga Mizuhosi, Shiro merasa lega ketika mengetahui Kobato ternyata tak mengalami sakit parah namun beruibah menjadi kecewa ketika secara mendadak Kobato memintanya pulang dan membatalkan semua pencarian Yamato. Shiro benar benar pusing dibuatnya. Bahkan Yamato belum juga ditemukan.

J-Novel yang membuat saya tertarik begitu membaca judulnya. Cerita didalamnya ternyata tak kalah seru. Guna-guna yang terkesan mengerikan sekaligus yang menjadi daya tarik tersendiri dari novel yang diterbitkan dalam bentuk mungil ini. Guna guna yang dimaksud di sini sebenarnya tak jauh dari makna guna-guna yang saya dengar dari kecil. Namun tetap saja guna – guna di dunia nyata pasti lebih parah dibandingkan dalam cerita ini. Walau belum pernah melihat langsung tapi jangan sampai kena deh. Ihh….ga kebanyang.

The Curse bearer
(Tori Wa Tori Dearu Tame Ni)
Kenji Nojima
Alih Bahasa: Dewi Anggraeni
Artistik : Matizih
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Review: GOD FAMILY 2 - The Mysterious Little Girl - Yoshikazu Kuwashima



Musim panas yang menyengat tak berarti apa-apa bagi Samataro Kamiyama, si anak dewa. Udara sejuk dari jendela ternyata mampu membuatnya tertidur bahkan ketika Pak Guru sedang menjelaskan di depan kelas. Hal ini membuat Tenko, Malaikat penjaganya, merasa gerah. Sekuat tenaga, Tenko berusaha untuk membangunkan Samataro.

Merasa terganggu dengan suara anak perempuan yang telah dikenalnya sejak kecil, Samataro beranjak dari kelas mengikuti Shinichi itupun dengan dengan iming iming roti isi mie goreng kesukaannya. Ternyata hal konyol tak pernah jauh jauh dari teman Samataro ini. Shinichi mengajak Samataro untuk memanjat pohon yang tempatnya tak jau dari tempat murid – murid perempuan SMU Kukimoto berganti pakaian setelah berolah raga. Sayangnya aksi mereka segera di ketahui oleh Tenko.

Karena kaget sekaligus malu dipergoki oleh tenko, Samataro tak dapat menjaga keseimbangan. Tak hanya dirinya namun Shinichi juga akhirnya ikut terjatuh dari pohon. Keduanya cedera. Jika kaki Samataro hanya cedera ringan, lain halnya dengan Shinichi. Ia harus segera dibawa ke rumah sakit karena tulang kakinya patah.

Ternyata kaki yang cedera tak membuat Shinichi jera. Ketika Samataro menjenguknya di rumah sakit, Shinichi menceritakan bahwa ada anak perempuan yang duduk di kursi rodayang membuatnya tak merasa bosan berada di rumah sakit. Sayangnya, semua usaha yang dilakukan Shinchi, anak perempuan itu menolak dengan kasar. Bahkan tak segan ia memanggil suster untuk mengusir Shinichi. Samataro merasa bosan, namun begitu melihat ke arah gadis yang dari raut wajahnya terpancar kesedihan, ia yakin pernah melihatnya di suatu tempat

Sepulang dari rumah sakit, Tenko memberitahu berita yang sangat membuatnya terkejut. Di dalam kamar Tenko tergeletak sebuah bayi perempuan. Tenko mengaku bahwa ia adalah ibu dari sang bayi dan yang paling parah ia mengaku bahwa Samataro adalah ayahnya. Bagaimana mungkin????!!!!!

Ternyata bayi imut itu ditemukan Tenko di depan rumah ketika semua orang masih terlelap. Karena tak tahu harus melakukan apa, mereka berdua berjanji akan merahasiakan keberadaan bayi yang dinamakan Ai tersebut dari Papa, Mama, Misa dan Meme. Tak diduga pertumbuhan Ai sangat pesat. Dalam sehari Ai bisa memanggil Tenko dan Samataro dengan panggilan mama dan papa. Bahkan ketika bagun keesokkan harinya, Ai telah berubah menjadi seorang balita.

Sampai suatu hari perkembangan Ai yang pesat membuatnya tak dapat lagi disembunyikan dari Mama dan Misa. Tenko dan Samataro tak lagi dapat berdali, namun setidaknya mereka juga merasa lega. Setidaknya ada yang akan menjaga Ai ketika mereka berada di sekolah.

Akhirnya semua misteri terungkap ketika Ai telah berubah menjadi anak SMU. Tak hanya itu ingatan Ai kembali. Setelah sarapan mereka bertiga sepakat untuk ke rumah sakit. Tenko dan Samataro tak mengerti sedikitpun ketika Ai berjalan memasuki kamar anak perempuan misterius yang selama ini diincar ole Shinichi. Bahkan mereka terlihat telah saling mengenal. Tenk dan Samataro hanya terdiam penuh tanya melihat semuanya

Cerita aneh sekaligus lucu. Walau sempat merasa kebingungan dengan kaitan satu dengan yang lainnya. Di bandingkan buku pertama, buku kedua ini Samataro terlihat jauh lebih dewasa. Hubungan antara Samataro dan Tenko juga semakin dekat. Dari Forum EMO, ternyata Jnovel ini juga punya versi animenya. Jadi pengen. Penasaran ma Meme, adiknya Samataro. 


Penulis: Yoshikazu Kuwashima
Penerjemah: Dewi Anggraeni
Tebal: 252 hal.
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...