Wednesday, 4 February 2009

Review: Abarat - Clive Barker



Candy Quackenbush dibuat pusing oleh tugas yang diberikan Miss Schwartz, guru sejarahnya. Ia punya waktu seminggu untuk mengumpulkan sepuluh fakta menarik tentang Chickentown. Kalau ingin menuliskan sesuatu yang biasa – biasa saja, Candy sebenarnya bisa menuliskan hal – hal yang pastinya akan ditulis juga oleh anak lain, yaitu tentang peternakan ayam. Namun Candy ingin sesuatu yang lain.

Pencarian fakta tentang Chickentown pun dimulai. Perpustakaan demi perpustakaan dijelajahinya. Namun tak satupun buku yang menuliskan fakta mengenai Chickentown kecuali mengenai ayam, ayam dan ayam. Sehingga yang terpikir di kepala Candy adalah menuliskan “ Aku tinggal di kota yang tidak memiliki keistimewaan lain” sebagai fakta pertama.

Mengeluh pada ibunya adalah hal yang dilakukan Candy selanjutnya. Untungnya, Mellisa, ibu Candy menawarkan satu solusi menarik. Disurunya Candy menemui teman lamanya, Norma Lipnik yang bekerja di Hotel Comfort Tree. Melalui wanita, Candy mengetahui beberapa fakta baru mengentai Chickentown. Tanpa sedikitpun keraguan semua hal yang didapatkannya dari Norma ditulisnya.

Mala petaka bagi Candy ketika mengetahui jika semua yang ditulisnya itu dianggap sampah oleh Miss Schwartz. Bahkan ketika Candy hendak melakukan pembelaan diri, ternyata hanya membuat Miss Schwartz semakin marah. Bahkan Candy dikirimnya ke kantor Kepala Sekolah untuk melaporkan semua hal yang dianggap oleh Miss Schwartz adala pelanggaran berat.

Entah apa yang menguasainya saat itu, bukannya mengikuti perintah Miss Scwartz, Candy malah berlari meninggalkan sekolah. Sempat terbersit di benak Candy bahwa perbuatannya ini akan membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Namun rasa lega yang dirasakannya jauh lebih besar.

Candy membiarkan kaki dan pikirannya membawanya terus menyusuri Lincoln Street. Menuju sebuah padang rumput luas, dan terus berjalan. Hingga ketika menoleh ke belakang, ia tak lagi dapat melihat Chickentown.
Setelah beberapa lama menulusuri padang rumput, Candy sedikit terkejut dengan benda – benda yang ditemukannya. Lusinan kerang, pecahan karya tanah liat, dan tulang belulang ikan. Itu belum apa – apa ketika akhirnya ia mendadak melihat satu mahkluk dengan telinga besar berbulu halus, dengan dua buah tanduk yang sangat besar , mirip tanduk kijang jantan dengan tujuh buah kepala kecil yang menempel padanya. Keterkejutan candy sekamin bertambah ketika mahkluk itu mengenalkan diri sebagai John Misciehf yang tidak lupa mengenalkan 7 saudaranya yang lain.

Belum benar-benar yakin dengan apa yang dilihatnya, mata Candy kembali harus melihat makhluk yang tidak hanya aneh namun juga menyeramkan. Dari penjelasan John Mischief, mahkluk aneh yang bernama Mendelson Shape, sangat kejam dan berbahaya. Di tangannya ada dua bilang pedang tajam yang siap menebas keduanya. Dalam waktu singkat, Candy tahu John Mischieflah yang di kejar Shape. Namun dalam hitungan detik, dirinya pun menjadi incaran sang algojo.

Untung saja di saat- saat terakhir ia dapat melaksanakan apa yang diminta oleh John Mischief dan keanehan berikutnya pun datang. Tiba – tiba saja ia mencium aroma asin air laut yang terbawa angin. Penciumannya tak bohong. Karena tak lama kemudian ombak – ombak laut datang mendekat, berbuih dan bergulung memecah. Laut Azalea, begitu Mischief menyebutnya, akan membawanya ke sebuah kepulauan bernama Abarat.
Keraguan sempat terbersit di pikiran Candy. Namun akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti Mischief ke Abarat, meninggalkan semua hal – hal yang membosankan di Chickentown menuju kepulauan yang benar – benar asing baginya. Bersama Mischief, Candy melompat ke dalam debur ombak dan menyerakhkan hidup mereka pada air Laut Izabella yang bergolak.

Seperti apa Abarat, akhirnya terjawab ketika mereka sampai. Dengan mata kepalanya sendiri Candy melihat para penghuni Abarat, berbicara bahkan berkawan dengan beberapa dari mereka. Mengalami berbagai macam petualangan dari satu pulau ke pulau lain dengan nyawa sebagai taruhannya.

Petualangan Candy benar – benar seru sekaligus mengerikan. Tidak hanya harus berhadapan dengan beberapa penguni Abarat yang aneh, sering kali ia harus melarikan diri dari mahkluk – makhluk jahat dan kejam yang mengincar dirinya. Misteri demi misteri perlahan – lahan terungkap. Seperti di buku – buku fantasi lainnya, semua itu tidak lengkap tanpa kehadiran ilmu sihir.

Cerita ini pun semakin seru karena dilengkapi dengan ilustrasi berwarna yang benar-benar keren. Bagaimana tidak, Ilustrasi – ilustrasi yang kebanyakan menggambarkan para penghuni kepulauan Abarat ini disajikan dalam warna – warni yang menarik mata. Dari keterangan di sampul buku, ternyata semua gambar- gambar itu dikerjakan sendiri oleh Clive Barker sang Penulis. Rasanya tidak ada puas –puasnya memandangi ilustrasi – ilustrasi tersebut. Kecuali untuk gambar – gambar yang mengerikan.

Sayangnya tokoh di dalamnya terlalu banyak. Sehingga hanya tokoh-tokoh penting saja yang sanggup saya hapalkan di luar kepala.

Petualangan Candy di buku pertama ini ternyata masih berlanjut pada buku selanjutnya, Days of Magic, Night of War yang semoga tidak kalah seru. 

Abarat
Penulis: Clive Barker
Penerjemah: Sutanty Lesmana
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Juni 2003
Tebal: 440 hlm

Namaku, Grace Aja!


Namaku, Grace Aja!

Judul Asli: Just Grace

Penulis: Charise Mericle Harper

Penerjemah: Maria Masniati Lubis

Penerbit: Atria

Cetakan: II, Agustus 2008

Tebal: 112 hlm


Tahun ajaran baru tiba. Sekarang Grace duduk di kelas tiga. Hal yang menyenangkan adalah bisa sekelas dengan Mimi, saabatnya sejak kecil. Yang menyebalkan, ia harus menerima panggilan paling konyol selama setahun atau bahkan selamanya. Semua itu dikarenakan ada tiga anak perempuan lainnya yang juga memiliki nama depan yang sama. Jika yang lain akan dipanggil dengan Grace W, Grace L, Grace F, ia akan dipanggil “Grace Aja”. Bukannya “Grace” aja seperti yang diinginkannya. Grace sangat sedih karenanya.


Cerita meyedihkan ini pun akhirnya diceritakan pada Augustine Dupre, seorang wanita Perancis yang tinggal di basement rumahnya. Grace sangat menyukai wanita yang bekerja sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan ini. Karena Augustine Dupre bukan hanya pendengar yang baik, ia juga selalu mampu membuat orang lain merasa lebih baik.


Setelah selesai bercerita mengenai insiden di kelas, sebagai gantinya Augustine Dupre menceritakan satu cerita sedih pada Grace. Menurutnya, terkadang mendengarkan suatu cerita yang sangat sedih, membuat kisah sedih kita sendiri terasa tidak terlalu menyedihkan.


Cerita sedih Augustine Dupre ternyata berkaitan dengan Mrs Luther, tetangga sebelah rumah Grace, yang baru – baru ini jatuh dari tangga sehingga kakinya patah dan harus menggenakan gips. Parahnya lagi, ia kini harus kehilangan kucingnya, Crinkles. Karena saat jatuh, ia nyaris menimpa Crinkles, yang sekarang takut padanya. Selain itu, Crinkles juga tak menyukai gips berwarna jingga yang dipilih Mrs Luther.


Mengetahui cerita sedih mengenai Mrs Luther, mendadak kesedihannya akibat kejadian Grace Aja disekolah menjadi tak berarti apa – apa. Kini Grace mulai memikirkan bagaimana menolong Mrs Luther dan membuat Crinkles kembali padanya. Rencana demi rencana pun disusunnya. Bersama Mimi, Grace pun mulai menjalankan misi rahasiannya.


Sampai suatu hari, Crinkles menghilang. Mrs Luther menjadi panik karenanya. Bukannya dianggap sebagai pahlawan, Grace dianggap sebagai penculik kucing.Kini ia harus membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Namun yang pertama, ia harus menemukan di mana keberadaan Crinkles yang menghilang begitu saja.


Satu lagi buku anak – anak dengan tokoh anak perempuan yang tidak biasa. Bukan hanya dari tingkah laku, namun dari cara berpikirnya yang unik. Kenapa unik dan tidak biasa? Karena diusianya yang semuda itu, Grace telah memikirkan hal – hal yang jarang dipikirkan oleh anak – anak seusianya.


Tidak hanya itu, satu hal yang menarik dari buku ini adalah penulisan yang tidak juga ditampilkan dengan cara yang tidak biasa. Bahkan ilustrasi – ilustrasi yang nampaknya langsung digambar dengan tangan begitu saja, namun tetap terkesan lucu. Di tambah lagi dengan komposisi warna yang sangat indah di sampul. Untuk bacaan ringan di kala senggang, buku anak – anak ini bisa dijadikan pilihan.

Saturday, 31 January 2009

Review: Tetangga Culun - Colin Thompson



“Kalau kamu belum membaca ketiga buku Keluarga Flood yang pertama, kamu mungkin merasa seperti pencundang sejati, yang tentu saja memang benar. Namun, hari ini merupakan hari keberuntunganmu karena ada cara untuk berhenti menjadi pecundang dan mulai menjalani hidup secara utuh serta fantastis. Yang perlu kamu lakukan hanyalah membaca ketiga buku Keluarga Flood yang pertama.”
(Colin Thompson –Tetangga Culun hlm 1)

Dari ke empat buku Keluarga Flood yang telah terbit, ini adalah seri favorit saya. Ceritanya tidak segelap buku - buku sebelumnya. Di sini juga tidak lagi menggambarkan sisi gelap Keluarga Flood. Malah sebaliknya. Lihat saja bagaimana sikap Morodonna dan Betty pada tetangga baru mereka.

Keluarga baru itu pindah ke Acacaia Avenue nomor 19. Keluarga yang terdiri dari seorang ayah, ibu, dua orang anak. Dari hasil pengamatan Mordonna dan Betty dari jauh maupun dekat mereka terlihat sangat culun dan membosankan. Namun begitu mengetahui bahwa salah satu anak perempuan itu seusia dengan Betty, keluarga itu tiba – tiba menjadi sangat menarik. Betty memang telah lama menunggu seseorang yang seusianya yang dapat diajak bermain

Setelah puas melakukan pengamatan diam – diam, Mordonna dan Betty pun memulai kunjungan pertama mereka ke rumah tetangga baru mereka. Keluarga baru itu bernama Keluarga Hulbert. Sedangkan anak perempuan yang seusia dengan Betty bernama Ffiona. Dari hasil penjelasan Mrs Hulbert, ternyata ada sejarah dibalik nama Ffiona. Untuk saja hal yang sama tidak terjadi pada Claude, adik bayi laki – lakinya.

Sementara Mordonna menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan Mrs Hulbert, Ffiona mengajak Betty bermain di kamarnya. Tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk menjadi akrab. Cerita demi cerita bahkan yang rahasia sekali pun mengalir dari keduanya.

Dari cerita Ffiona, Betty tahu alasan mengapa keluarga mereka pindah ke Acacia Avenue. Salah satunya adalah hal – hal buruk yang terjadi pada Ffiona di sekolahnya dulu. Bukan hanya sekali tapi berkali – kali. Sedangkan dari cerita Betty, ia tahu bahwa Keluarga Flood adalah keluarga penyihir.

Hari demi hari mereka berdua semakin akrab. Tidak hanya menunjukkan kekuatan sihir yang sayangnya lebih banyak gagal, Ffiona pun diajak berkenalan dengan seluruh anggota Keluarga Flood yang lain. Ffiona benar- benar disambut dengan baik. Bahkan menarik perhatian dua anak kembar Flood.

Sampai ketika waktu masuk sekolah tiba. Hari pertama yang selalu menyisakan trauma bagi Ffiona. Betty yang merasakan ketakutan sahabatnya, berjanji tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuhnya.
Di lain pihak, hari pertama sekolah ternyata disambut baik biang kerok yang paling terkenal di Sekolah Sunnyview, Bridie McTart, mulai bertingkah. Bridie Mc Tart memang tak mengganggu Betty, tapi sayangnya tidak benar – benar membuka matanya, korban yang dipilihnya kali ini adalah Ffiona. Sehingga saat Bridie mulai bertindak, balasan setimpal pun dalam sekejap didapatkannya.

Tidak hanya Ffiona, masalah –masalah yang dihadapi Mr dan mrs Hulbert pun diatasi dengan mudah. Tentu saja dengan sedikit bantuan sihir Keluarga Flood. Sehingga kini tidak ada lagi kata culun ataupun membosankan. Bagaimana perubahan Keluara Hulbert? Tentunya hanya bisa terjawab ketika membaca buku ini dari awal sampai akhir.

Seperti warna sampul yang sangat cerah, buku ini juga berakhir dengan hal – hal yang menyenangkan. Senang rasanya membaca buku Keluarga Flood kali ini.

Satu yang menarik perhatian saya dari buku ini adalah kalimat – kalimat Pak Colin mengenai Belgia. Banyak di dalam bab – bab di buku ke empat ini yang menuliskan betapa ia tidak menyukai negara yang satu ini. sayangnya hingga saat ini tidak ada keterangan yang dapat menceritakan mengapa penulis nyentrik ini membenci neara yang beribu kota Brussel itu. Sebenarnya bukan kali ini saja, di buku – buku sebelumnya juga seperti itu. Sayang di website miliknya juga tidak ada keterangan apapun. Mungkin ada alasan tertentu yang tidak dapat diungkap ke publik. Entahlah. 

Keluarga Flood: Tetangga Culun
Judul Asli: Te Floods #4:
Penulis: Colin Thompson
Penerjemah: Ferry halim
Penyunting: Indah Nurchaidah
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Januari 2009
Tebal: 218 hlm

Review: Asal Usul Keluarga Flood - Colin Thompson



 Keluarga Flood melarikan diri!

Mari kita pergi ke masa lalu dan berkunjung ke Transylvania Waters untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjaid ketika seorang pembersih saluran air rendahan bernama Merlin Flood jatuh cinta kepada seorang putri raja bernama Mordonna. Apakah keduanya mampu melarikan diri dari Raja Quatorze yang murka, dari kejaran para mata-mata paling kejam di dunia, dan dari prospek untuk hidup di bawah kakus?

Mengapa anak sulung mereka, Valla gemar minum darah? Benarkah Satanella benar-benar menjadi seekor anjing karena kecelakaan yang melibatkan seekor udang dan tongkat sihir yang rusak?

Inilah kesempatanmu untuk mencari tahu cara anak-anak Flood dilahirkan -- atau diciptakan.
Kali ini Pak Collin, sang penulis sekaligus narator mengajak kita ke masa lalu Keluarga Flood. Dari latar belakang kehidupan Mordonna dan Nerlin, bagaimana mereka bertemu , jatuh cinta, menikah , memiliki anak-anak yang aneh sampai akhirnya pindah ke Acacia Avenue nomor 13.

Walau hidup sebagai ibu rumah tangga di lingkungan yang biasa – biasa saja, ternyata dulunya Mordonna adalah seorang putri dari kerajaan Transylvania Waters. Ayahnya adalah seorang Raja yang sangat berkuasa. Tidak seorang pun yang berani menentang perintah Raja Nombre – Sept-A-Quatorze kecuali kalau mereka mau kehilangan nyawa.

Hidup sebagai putri ternyata tidak menyenangkan bagi Mordonna. Tidak ada kebebasan baginya. Oleh Raja Quatorze, Mordonna ditawan di sebuah kastil yang seluruh gerbangnya dikunci dan dijaga dua Cyclops (raksasa bermata satu). Mordonna menjadi sangat kesepian.

Mengapa sampai ayahnyasendiri tega melakukan hal tersebut? Tidak lain karena Raja Quatorze tidak ingin Mordonna bertemu dengan pria-pria yang tidak memiliki apa – apa. Raja Quatorze memang serakah. Ia hanya menginginkan harta milik menantinya. Sehingga wajar saja kalau Raja menyewa banyak agen untuk menemukan Pangeran kaya raya. Mordonna dibuat kesal karenanya. Sayang ibunya, Ratu Scratchrot tidak dapat berbuat banyak untuk menghentikan ambisi suaminya.

Tidak banyak yang dilakukan oleh Mordonna untuk lepas dari semua belenggu itu, sampai suatu hari. Dengan bantuan Leach, burung bangkai raksasa yang peliharaannya sejak kecil, Mordonna dibawanya keluar istana menuju sebuah jalan setapak di belakang sederetan gubuk. Disuruhnya Mordonna menggali tanah. Awalnya mordonna menolak, namun karena tahu bahwa itu satu – satunya jalan untuk melarikan diri, tanpa mempedulikan kukunya, Mordonna pun memulai penggalian.

Entah berapa lama waktu yang dihabiskan Mordonna untuk menggali. Yang jelas tanah di bawah kakinya tiba – tib aruntuh dan ia jatuh ke lubang gelap dan dalam. Bukan kebetulan, di dasar lubang yang sama, ternyata Nerlin muda sedang membersihkan saluran air. Tak butuh waktu lama untuk membuat Nerlin jatuh cinta pada Mordonna yang saat itu adalah penyihir paling cantik di Transylvania Waters.Bak gayung bersambut, Mordonna pun ternyata merasakan hal yang sama.

Sayangnya Nerlin bukanlah pangeran yang dicari-cari oleh Raja Quatorze. Sehingga Mordonna tahu bahwa kisah cinta mereka tidak akan pernah mendapat restu dari beliau. Sehingga satu – satunya cara adalah melarikan diri ke suatu tempat yang jauh.. Walau tahu penuh resiko, namun keduanya sepakat untuk menjalani kehidupan mereka berdua. Perjalanan jauh yang benar- benar melelahkan.

Mengetahui semua hal yang dilakukan Mordonna, Raja Quatorze menjadi sangat murka. Mata –mata paling kejam di dunia pun dipanggilnya untuk memulai pengejaran.

Rasanya menyenangkan membaca rahasia – rahasia masa lalu Keluarga Flood.Bahkan proses kelahiran Valla sampai Betty terungkap di sini. Sampai pemilihan tempat tinggal mereka di Acacia Avenue pun ternyata memiliki alasan tertentu.

Satu hal yang baru dibuku ini adalah saya mulai bisa tersenyum bahkan tertawa kecil ketika membaca bab – bab di buku ini. selera humor Pak Collin kali ini sedikit lebih baik. 

Keluarga Flood: Asal Usul Keluarga Flood
Judul Asli: The Floods#3: Home & Away
Penulis: Colin Thompson
Penerjemah: Ferry Salim
Penerbit: Atria
Cetakan: II, Agustus 2007
Tebal: 246 hlm

Review: Sekolah Sihir - Colin Thompson




Setelah berkenalan dengan Keluarga Flood di buku pertama. Sekarang saatnya untuk mengetahui sekolah sihir di mana kelima anak Keluarga Flood, Satanella, Merlinmary, Wincflat, Morbit dan Silent, belajar. Valla sebagai anak tertua telah menyelesaikan masa pendidikannya dan sekarang berprofesi sebagai Manajer Bank Darah. Sedangkan yang lain,kecuali Betty, menghabiskan hari – hari mereka di Quiclime College. Betty sendiri belajar di sekolah biasa.

Quicklime College, jangan pernah membandingkan dengan Hogwarts. Walau sama – sama sekolah sihir namun keduanya sangat jauh berbeda. Dari masalah pelajaran, guru bahkan sampai turnamen olahraga yang diadakan. Bahkan murid – murid di sana tidak perlu menghabiskan waktu untuk belajar bagaimana menaiki sapu terbang. Satu yang pasti, Quicklime jauh lebih gelap dan mengerikan.

Sekolah yang terletak di sebuah lembah dan tinggi di atas patagonia ternyata tak pernah ada dalam peta manapun. Sehingga manusia biasa tidak akan pernah menemukan keberadaan para penyihir. Dengan menara- menara runcing dan 365 gargles “indah” pda bagian puncaknya membuat sekolah sihir ini terlihat sangat megah.
Tidak seperti sekolah biasa yang memiliki banyak murid dengan kecenderungan bolos, hanya sedikit murid Quicklime yang ingin melakukan hal tidak terpuji tersebut. bahkan jika mereka sakit, mereka lebh suka berdiam diri di Unit Kesehatan Sekolah daripada pulang ke rumah.

Keistimewaan lain dari sekolah sihir ini juga terdapat pada bus sekolahnya. Bukan kendaraan roda empat atau kereta api. Tapi naga ang dilengkapi dengan tempat duduk dan toilet. Kemampuan terbangnya luar biasa. Dapat dipastikan tidak akan terjadi keonaran. Karena Winchflat sebagai ketua dewan siswa Quicklime dengan mudah mencopot ataupun mengubah bentuk kepala setiap anak yang berani berbuat onar.

Pelajaran sihir di Quicklime sama anehnya dengan para pengajarnya. Menghilangkan Diri yang diberikan oleh guru dengan kebiasaan menghilang tanpa ada pemberitahuan dan selalu muncul tiba - tiba, ada pelajaran Keturunan Istimewa untuk Satanela, Teknik Rekayasa Genetika yang menjadi pelajaran favorit Winchflat. Ada pula Pelajaran Ekonomi dan Bentuk – Bentuk Lain Perampokan, yang menjadikan si kembar sebagai bintang kelas. Merlinmary sendiri sangat menyukai pelajaran Elokusi dan Melolong. Anak – anak Flood memang memiliki keistimewaan masing – masing. Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran lainnya. namun lebih baik membacanya sendiri.

Semua itu membuat salah satu murid Quicklime yang juga anak terjahat menjadi sangat iri. Kebencian Orkward Warlock kepada keluarga Flood sangat besar. Sehingga suatu hari, munculah rencana untuk membunuh seluruh keluarga Flood di Hari Olahraga.

Ilustrasi di buku kedua Keluarga Flood kali ini tidak kalah anehnya dengan sebelumnya. Cerita yang penuh dengan kekuatan sihir ini juga masih mengerikan seperti cerita di buku pertama. Colin Thompson, sang penulis, seakan ingin memberi tahu kepada seluruh pembaca bahwa dunia sihir tempat Keluarga Flood memang gelap.

Keluarga Flood: Sekolah Sihir
Judul Asli: The Floods#2: Playschool
Penulis: Colin Thompson
Penerjemah: Shinta Harini
Penerbit: Atria
Cetakan: II, September 2007
Tebal: 226 hlm

Review: Tetangga Menyebalkan - Colin Thompson




A Neighbor From Hell
Pernah main game petualangan keluaran JoWood itu? Kalau belum, sayang sekali. Tapi kalau sudah tentu setuju, mengapa pria yang nyaris kehilangan semua rambutnya memang pantas di kerjai Woody. Bagaimana tidak, tingkah pria itu sangat menyebalkan.

Dengan alasan yang sama, Keluarga Flood memberi julukan itu pada keluarga yang tepat bersebelahan dengan rumah mereka. Setiap pagi mereka harus berhadapan dengan kebisingan. Suara pertengkaran yang sangat keras dan seakan tidak ada habisnya disertai teriakan yang penuh sumpah serapah yang bertahan sepanjang pagi . Belum lagi suara anjing mereka yang menggong-gong dengan suara menggelegar. Sarapan pagi dengan suara – suara itu tentu bukan hal yang menyenangkan. Padahal sebelumnya Keluarga Flood menjalani pagi dengan tenang. Setidaknya sebelum Keluarga Dent pindah ke rumah sebelah.

Tuesday, 27 January 2009

Sejuta Warna Dunia Mia


Sejuta Warna Dunia Mia

Judul Asli: A Mango Shape Space

Penulis: Wendy Mass

Penerjemah: Ferry Halim

Penerbit: Atria

Cetakan: I, Desember 2008

Tebal: 354 hlm


Spoiler Alert!!!


Semua orang mungkin memiliki keanehan yang tidak disadarinya. Setidaknya aneh menurut orang – orang yang menganggap dirinya normal.


Sebelumnya Mia juga menganggap dirinya normal. Setidaknya Mia tidak mengganti warna rambutnya setiap minggu seperti kakaknya Beth, ataupun Zack yang selalu memiliki gagasan- gagasan aneh seperti menghitung jumlah hamburger McDonalds yang dimakannya seumur hidup, percaya bahwa menaruh kucing di pangkuan akan membawa keberuntungan ataupun beberapa hal takhyul lainnya. Sampai suatu hari, di usia delapan tahun, Mia menyadari ada sesuatu yang aneh pada dirinya.


Namun hal itu tak diceritakan pada siapapun. Karena siapa yang percaya bahwa ada warna – warna yang muncul pada setap angka dan huruf yang dilihatnya ataupun pada suara yang didengarnya. Tidak ada yang percaya bahwa huruf a berwarna sekuning bunga matahari,warna biru seperti selimut bayi yang terpancar dari angka empat, ataupun suara kucingnya Mango yang berwarna soda jeruk. Rahasia itu tetap disimpannya seorang diri. bahkan pada sahabatnya sejak kecil, Jenna.


Sebenarnya Mia pernah menceritakan hal ini pada orang tuanya ketika insiden kecil terjadi di kelas mate-matika. Namun Ayah dan Ibunya menganggap Mia hanya mengarang semua cerita dan hanya berhalusinasi.

Setelah lima tahun berlalu sejak kejadian memalukan di kelas, Mia tidak juga menemukan jawaban untuk misteri warna – warna yang dilihatnya. Sebenarnaya Mia menikmati semua perpaduan warna – warna yang dilihatnya. Walau sering kali Mia merasa dirinya gila.


Semuanya tersimpan rapat sampai nilai mate-matika Mia di kelas delapan semakin buruk. Tidak hanya mate-matika sebenarnya, ia juga menemui kesulitan yang sama di pelajaran bahasa Spanyol. Semua terlihat begitu sulit baginya. Mia sadar ia tak dapat menyimpan keanehannya lebih lama. Ia harus menceritakan pada Ayah dan Ibunya, walau tahu mereka berdua pasti akan sulit untuk menerima semua kenyataan ini.


Seperti yang diduga Mia, kedua orang tuanya terkejut mendengar semua pengakuan Mia. Tanpa menunggu lama, mereka pun mengunjungi dokter keluarga, Psikiater sampai akhirnya seorang ahli syaraf Berita baiknya Mia dan keluarganya tidak perlu terlalu khawatir karena Mia tidak mengidap tumor otak seperti yang dicurigai ibunya. Sayangnya, hal buruk terjadi ketika akhirnya Mia menceritakan semuanya pada Jenna, yang juga akhirnya menceritakan kepada orang lain sampai akhirnya seluruh sekolah tahu tentang warna – warna yang dilihat Mia. Tidak menutup kemungkinan gelak tawa mengejek yang didengarnya di kelas tiga akan terulang.

Keanehan pada Mia, Beth ataupun Zack membuat saya teringat masa kecil. Tepatnya pada koleksi – koleksi aneh yang hanya dianggap sampah oleh mama. Setiap orang mungkin memang punya keanehan masing – masing.

Satu hal yang paling menarik dari kisah Mia adalah kemampuan melihat warna- warna itu nyata. Di luar sana, benar- benar ada orang yang bisa melihat warna- warna dari angka, huruf, suara. Walau warna- warna yang dilihat setiap orang akan berbeda.


Rasa tidak tepat untuk menyebutnya sebagai kelainan. Sebaliknya saya malah cenderung menyebutnya kelebihan. Karena diantara mereka bisa melihat aura yang ada disekitar tubuh seseorang. Hal ini yang membuat saya sedikit iri. Karena sampai sekarang, warna – warna itu tidak juga terlihat. Walaupun saya telah mencoba berkali – kali dengan berpatokan pada dua buku panduan sekaligus. Namun hasilnya nihil. Padahal semua penulisnya memastikan cara yang mereka ajarkan ini adalah cara paling jitu. Atau mungkin saja saya memang tidak berbakat. Tapi setidaknya harus tetap bersyukur karena bisa menikmati dunia yang penuh warna ini.


Sebenarnya ada istilah ilmiah untuk kelainan(baca:kelebihan) yang dialami Mia dan beberapa orang di luar sana. Namun saya sengaja tidak mau menuliskannya di sini. Ingin tahu apa itu? Buka bukunya dan temukan jawabannya di sana.


Walau tidak sekeren Anastasia Krupnik, seunik Grace Aja, selugu Alice McKinley, kelainan Mia bisa dibilang menarik. 3.5/5

#SS2014: The Riddle

Here we go again~ Setelah dua tahun berturut-turut dapat buku terjemahan, tahun ini aku dapat buku dari penulis Indonesia. Ud...