Friday, October 26, 2007

Review: Girls In Pants - Ann Brashares


Girls In Pants

Tak terasa musim panas ketiga telah menanti keempat sahabat ini. Liburan kali ini adalah liburan terakhir sebelum akhirnya mereka meninggalkan sekolah dan melanjutkan ke perguruan tinggi Semua telah memikirkan rencana masing masing setelah lepas dari sekolah. Lena memutuskan untuk masuk sekolah seni di Rhode Island School of Design(RISD) yang bertentangan dengan keinginan ayahnya , Tibby memilih sekolah film di NYU, Carmen masuk Williams dan Bee memilih Brown.

Seperti tahun kemarin, tentunya upacara ritual di Gelda’s yang mereka lakukan tak lupa melibatkan celana persaudaraan yang semakin usang. Namun tak peduli dengan kondisi celana persaudaraan, mereka masih menyakini celan itu akan membawa keaajaiban bagi mereka seperti tahun tahun sebelumnya

Lena
Kelas seni yang diikutinya ternyata sangat menarik. Itulah yang ditunjukkan oleh Lena. Kembali berhadapan dengan kuas, kanvas dan berbagai perangkat melukis lainnya serasa telah menjadi bagian hidupnya. Waktu terasa begitu cepat berlalu ketika ia berada si sana.
Tidak demikian dengan ayahnya. Beliau sangat terkejut ketika mengetahui putrinya mengikuti kelas lukis dimana model yang dijadikan obyek lukis tak mengenakan sehelai kain pun dan mendadak memutuskan untuk tidak membiayai kuliah Lena di RISD. Mendengar keputusan ayahnya, Lena tak kehabisan akal. Tak ada kata untuk mundur.

Tibby
Jika Lena harus berhadapan dengan ayahnya, Tibby harus menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan Brian, setelah semua yang terjadi saat pesta perpisahan berlangsung. Ia tidak yakin bisa mengubah status Brian dari teman ekat menjadi kekasih. Lebih lagi ketika kecelakaan yang menimpa Kathrine, adik perempuannya yang membuatnya merasa sangat bersalah.

Bridget
Musim panas kali ini Bridget kembali ke kamp sepak bola. Di sana ia bertemu teman –teman lama yang juga ikut 2 tahun lalu, tak lupa Eric Richman, pria yang sempat membuatnya patah hati. Tak disangka Bridget dan Eric akan menjadi patner. Seiring kebersamaan mereka Bridget menyadari perasaannya terhadap Eric muncul ke permukaan. Sayangnya ia harus kecewa ketika mengetahui bahwa kini ada Kaya, wanita yang mengisi hari-hari Eric.

Carmen
Banyak hal yang membuatnya stress di musim panas kai ini. Tidak hanya mengenai kehamilan ibunya, mengurusi Nenek Lena, Valia, yang menjadi pendiam dan aneh serta emosi yang meledak – ledak. Carmen ternyata juga tak kuasa menghadapi perasaan takut kehilangan terhadap semua yang dimiliknya di Washington DC.

**

Waiting for the fourth book!!!


Girls In Pants
The Third Summer of the Sisterhood
Penulis: Ann Brashares
Penerjemah : Monica Dwi Chrenayani
PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, Juni 2006
Tebal : 368 hlm