Monday, October 22, 2007

Review: Lunch Money - Andrew Clements


Lunch Money

Jika seseorang memiliki banyak uang, ia dapat membeli apapun yang ia inginkan. Kalimat itu memiliki arti tersendiri bagi Greg. Sejak kecil ia memiliki banyak cara untuk mengumpulkan uang. Dari membersihkan tempat tidur kakak-kakaknya, membersihkan ubin, bahkan mencabut rumput di halaman. Semua dilakukan untuk menambah pundi – pundi uang yang lebih banyak. Greg sangat ebat dalam mengatur keuangannya

Tak hanya di rumah, sekolah bahkan dilihat sebagai lahan yang menurut Greg akan sangat membantu dirinya menjadi lebih kaya. Greg memulai usahanya dengan menjual mainan. Awalnya semua mainan itu laku keras. Namun lama kelamaan teman – temannya mulai bosan. Bahkan Bu Davenport, Kepala Sekolahnya, melarangnya menjual mainan. Greg harus memikirkan cara baru. Akhinya pilihannya jatuh pada usaha untuk membuat komik mini. Tak ada halangan berarti karena Greg sangat mahir menggambar Ia telah mengetahui teknik membuat komik dengan sempurna. Pundi pundi emas Greg pun semakin banyak

Sayangnya semua itu terjadi hanya sesaat. Kesuksesan yang dimiliki Greg ternyata tak berlangsung lama. Ada yang berusaha merebut aliran pundi pundi emas miliknya. Setelah diselidiki ternyata pelakunya adalah seorang anak perempuan yang tidak asing lagi bagi Greg. Dari kecil, anak perempuan yang dikenal sebagai Maura Shawterus berusaha menyaingi Greg dalam segala hal. Mengetahui jika Maura melakukan usaha yang sama, kemarahan Greg memuncak. Pertengkaran dengan Maura tak terelakan lagi. Perselisihan mereka terus berlanjut. Bahkan membuat guru Mate-Matika mereka Mr Z turun tangan. Namun awal Mr Z tak membuahkan hasil karena keduanya sama sama ngotot. Tak dapat dicegah, masalah Mura Dan greg akhirnya terdengar oleh Kepala Sekolah, Bu Davenport. Untuk kesekian kalinya Greg harus berhadapan dengan wanita ini.

***

Uang, uang dan uang. Hanya kata itulah yang ada di benak Greg. Serasa hanya benda itulah yang paling penting dalam hidupnya. Yah tak kan habis waktu untuk membahas masalah yang satu ini. Untungnya, Greg sadar bahwa ada yang lebih penting dari semua pundi pundi emas itu.

Saya benar-benar iri dengan bakat yang dimiliki Greg. Apalagi dengan kemampuannya menggambar dan membuat komik. Sudah dari jaman SD saya selalu berusaha agar nilai yang diberikan guru kesenian berubah dari angka 5 ke angka 6. Sayangnya sampai saya lulus SD nilai itu bahkan tidak beranjak dari posisinya. Apa mungkin karena otak kiri saya mengambil alih semuanya sehingga tak ada satu pun ruang untuk otak kanan.


Lunch Money

Judul Indonesia: Uang Jajan
Penulis: Andrew Clements
Penerjemah : Mukti Mulyana
PT Serambi Ilmu Semesta

Cetakan I, Desember 2006