Thursday, October 25, 2007

Review: The Second Summer Of the Sisterhood - Ann Brashares


The Second Summer Of the Sisterhood


Musim panas kembali menghampiri Lena, Tibby, Bee dan Carmen. Tentu saja Celana Persaudaraan masih menyertai petualangan mereka yang baru. Tulisan mereka di musim panas tahun lalu telah menghiasi beberapa bagian dari celana biru itu. dan tentunya akan bertambah lagi setelah liburan musim panas kedua ini berakhir.

Lena
Ia merasa tindakannya memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Kostos adalah kesalahan besar. Bukannya melupakan tetangga kesayangan Valia di Yunani sebaliknya setiap hari bayangan Kostos terus membayangi dirinya. Dan tentu saja Lena tidak lagi berbohong pada diri sendiri bahwa dirinya membutuhkan kostos ketika pria ini datang ke Washington DC. Sayangnya semua mimpi yang dirajutnya kembali harus terurai ketika suatu masalah berat tiba tiba membuat kostos harus kembali ke Washington DC. Tak hanay satu bahakn dua orang yang disayangi Lena harus meninggalkannya dalam waktu yang hampir bersamaan

Tibby
Musim panas ini Tibby mengikuti sekolah perfilman. Di sana ia beberapa teman baru. Namun hanya dua orang yang menarik perhatiannya. Bahkan ketika pertama kali melihat Alex dan Maura di kelas, Tibby berharap akan menjadi bagian dari mereka. Semua uluran tangan dari beberapa orang ditepisnya. Bahkan Tibby mulai bertingkah sesuai dengan persetujuan Alex dan Maura. Termasuk saat harus menentukan film dokumenter yang dibuatnya. Semua akan dilakukan sepanjang dianggap keren oleh kedua teman barunya ini.

Bee
Musim panas taun ini Bee tidak lagi mengikuti kamp sepak bola. Padahal semua orang tau bahwa ia sangat mencintai ola raga yang satu itu. Bee punya alasan yang kuat untuk tidak berpartisipasi. Ia belum sanggup untuk berjumpa lagi dengan Erik. Pelatih yang membuatnya patah hati setahun yang lalu.

Alabama adalah kota tujuannya kali ini. Ia bermaksud menemui nenek dari pihak ibu nya. Keputusan itu diambilnya ketika mengetahui bahwa selama ini ada rahasia yang disembunyikan oleh ayahnya. Untuk mewujudkan keinginannya, ia nekat berpura pura menjadi orang yang hendak membantu Greta, neneknya membersihkan rumah. Perjuangannya tak sia sia, satu demi satu rahasia tentang mendiang ibunya pun terungkap.

Carmen
Jika tahun lalu ia tak dapat menerima begitu saja keputusan ayahnya untuk menikah dengan Lydia, kali ini Carmen membuat ibunya pusing dengan tingkah lakunya yang kekanak-kanakan. Walau ingin ibunya bahagia, namun ia tak ingin ada pria yang masuk di kehidupan mereka. Lagi lagi satu kesalahan kecil dibuat oleh Carmen. Pria itu akhirnya memutuskan mundur dan itu membuat ibunya menjadi sangat murung.

Sekali lagi Celana Persaudaraan membagikan keajaibannya.

**

Buku kedua Celana Persaudaraan ini membuat saya ingin melihat wujud keempat sahabat ini. Bagaimana wajah Lena yang cantik, gaya Tibby yang cuek, rambut pirang bee dan tingkah Carmen yang selalu saja bertindak sekehendak hatinya. Sayangnya sampai tulisan ini diposting, saya belum ketemu ma DVDnya.


Friend in deed is a friend in need


The Second Summer Of the Sisterhood

Judul Indonesia: Celana Persaudaraan Musim Panas Kedua

Penulis: Ann Brashares

Penerjemah : Monica Dwi Chrenayani

Penerbit: PT Grameda Pustaka Utama

Cetakan: I, Juli 2004

Tebal: 416 hlm