Thursday, June 30, 2011

Review: Prophecy Of The Sisters - Michelle Zink



Satu ramalan kuno dan dua saudara kembar terangkum menjadi satu dalam kisah gelap dan misterius. 

Lia dan Alice Milthrope terlahir sebagai dua saudara kembar. Walau berasal dari sel telur yang sama, lahir pada hari yang sama, berparas yang nyaris tak dapat dibedakan, tidak menjadikan keduanya memiliki ikatan yang kuat. Entah sejak kapan. Namun mereka bukan dua saudara yang betah menghabiskan waktu bersama. Tidak hanya di rumah, bahkan di Wycliffe, sekolah yang mereka datangi setiap dua kali seminggu pun, semua terlihat dengan jelas. Alice terlihat lebih sering menarik diri dan menjauh dari Lia. Bahkan ia lebih memilih orang lain untuk dijadikan teman. 

Hubungan mereka pun semakin renggang sejak sang ayah meninggal. Perubahan dalam sikap Alice juga semakin terlihat. Suatu kali Lia mendapati saudara kembarnya berada di Kamar Gelap. Tak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa Alice sedang melakukan sebuah upacara  aneh. Duduk di atas lingkaran yang terpahat di lantai sambil terus mengucapkan sesuatu yang sama sekali tak dipahami Lia. Walaupun penasaran namun Lia tak sekalipun menanyakan hal itu pada Alice. 

Rentetan kejanggalan pun terjadi.  Tanda di lengan Lia semakin jelas. Tanda yang berupa lingkaran itu didapatkan beberapa hari setelah kematian ayahnya yang misterius. Yang paling mengejutkan adalah ketika The Book of Chaos - Buku Kekacauan ditemukan. Walau sempat diterjemahkan oleh James, namun semuanya masih membingungkan. Untung saja, waktu segera mempertemukannya dengan Sonia dan Luiasa. Satu demi satu terungkap. Semua petunjuk mengungkapkan keberadaan ramalan kuno. Di dalamnya tersirat dua peran, Gerbang dan Garda, yang memiliki pengaruh besar  dan penting atas malapetaka yang akan terjadi. Terungkapnya ramalan ini juga membuat garis yang jelas bahwa kini Alice dan Lia berada di pihak yang bersebrangan. Ramalan kuno ini ternyata tidak hanya melibatkan Lia ataupun Alice. Namun masih ada empat orang lainnya yang harus segera ditemukan sebelum semuanya terlambat. Pencarian harus segera dimulai!.

Prophecy of the Sisters telah lama saya tunggu sejak buku ini untuk pertama kalinya disebut oleh Matahati. Tidak hanya sinopsis, covernya juga bikin penasaran. Oleh beberapa blogger buku luar, mereka memberi rating yang lumayan untuk buku ini. Rekomendasi memang tidak salah. Bagi penggemar genre fantasi, Prophecy of the Sisters tidak boleh dilewatkan begitu saja. 

Walau sempat bingung dengan isi ramalan begitu pula dengan istilah Gerbang, Garda, dan proses mengembara di atas Daratan, namun semakin lama arah ceritanya makin jelas. Banyaknya rahasia di dalam buku  yang gelap dan suram ini juga jadi bagian yang paling menarik. Saya berharap buku ini ditulis tidak hanya mengambil dari sudut pandang Lia namun juga saudara kembarnya. Sosok Alice yang misterius sungguh buat saya gemas dan geram bersamaan. 

Sayangnya semua pembaca harus menunggu kelanjutan kisah Lia dan Alice yang ditulis Michelle Zank ini di buku Guardian of the Gate dan Circle of Fire. Semoga oleh Matahati kedua buku ini akan segera di terbitkan. 

Cover
Suka banget ngeliat cover yang dipilih Matahati kali ini. Cover yang sama juga dipake untuk paperback di US. Modelnya yang dipilih pun pantas untuk mewakili Lia dan Alice. Walau kesan gelap yang ditinggalkan oleh versi hardcover menurut saya lebih terasa.

4/5

Prophecy of The Sisters
Penulis: Michelle Zink
Penerjemah: Ida Wadji
Penyunting: Aisyah
Penerbit: Matahati
Cetakan : I, Maret 2011
Tebal: 360