Monday, January 9, 2012

Review: Diary Si Bocah Tengil: Kenyataan Pahit - Jeff Kinney


Sejak dulu, Greg Heffley selalu ingin cepat-cepat dewasa. Namun, apakah bertambah usia memang seenak yang dia bayangkan?

Greg mendadak harus berurusan dengan berbagai macam tekanan, yang disebabkan oleh pesta menginap di sekolah, bertambahnya tanggung jawab, dan bahkan oleh perubahan-perubahan canggung yang biasa timbul seiring dengan bertambahnya usia.

Dia terpaksa menghadapi semua itu tanpa kehadiran sang sahabat baik, Rowley, di sisinya.

Dapatkah Greg melewatinya seorang diri? Ataukah dia harus berhadapan dengan “kenyataan pahit”?

“Diary si Bocah Tengil kelihatannya akan mendominasi dunia.”
Majalah Time

Salah satu buku bacaan berseri untuk anak-anak tersukses yang pernah diterbitkan.”
Washington Post

“Kalau anak-anak Anda suka membaca … dan lebih-lebih jika mereka tidak suka membaca, maka ini adalah buku yang tepat untuk mereka.”
Whoopi Goldberg, The View
~~~

The Ugly Truth - Kenyataan Pahit, masih berkisah tentang kehidupan Greg Heffley, di rumah maupun sekolah. Banyak hal yang terjadi selepas musim panas usai. Sesuai judulnya, Greg kali ini harus mengalami banyak hal yang tidak menyenangkan. Dari hubungannya yang tidak juga membaik dengan Rowley, tidak lulus audisi iklan Peachy Breeze,  sampai ketika ia harus menghadiri pesta pernikahan Paman Gary yang menyebabkannya tidak dapat menghadiri pesta yang diadakan oleh Jordan, anak populer di sekolah. Tidak berhenti sampai di situ, Greg juga harus berhadapan dengan masalah-masalah baru yang muncul ketika ibunya memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah. Hanya dalam beberapa hari tanpa kehadiran ibu  di rumah, keadaan menjadi kacau berantakan. Dari masalah sarapan sampai urusan membantu mengerjakan PR. Greg sungguh dibuat frustrasi karenanya. Malang bagi Greg karena deretan kenyataan pahit tidak berhenti sampai di situ.

Berbicara tentang orang-orang di sekitar Greg, gelar tokoh paling menyebalkan di buku ini tidak lagi saya berikan pada Rodrick. Kali ini Rowley lah yang pantas menerimanya. Senang banget pas tahu apa yang terjadi pada Rowley di pesta Jordan. Rasain!!! Setelah Rowley, Manny menempati urutan kedua. Walau tidak lagi menimbulkan banyak masalah bagi Greg, namun saya tetap tidak suka ketika ilustrasi adik bungsu Rodrick ini muncul. Isabella, asisten rumah tangga yang dipekerjakan oleh ibu Greg untuk membersihkan rumah, berada di urutan ketiga. Keberadaan wanita ini hanya menambah daftar kesialan Greg.

Seperti buku-buku sebelumnya tidak butuh lama untuk  melahap habis buku ini. Namun ketika sampai di halaman terakhir saya sadar bahwa kisah Greg di buku kelima ini tidak lagi mengundang banyak senyum ataupun tawa kecil. Bahkan ketika sang tokoh utama masih sama konyolnya. Kalau diingat lagi, hanya lembaran yang memuat tentang Rowley yang lucu. Itu pun hanya sebagian kecil. Mungkin "Kenyataan Pahit" memang tidak dimaksudkan itu. Di buku kelima ini, saya cenderung kasihan pada Greg.

Walau tidak begitu terkesan dengan kisah Greg di buku kelima, Saya tetap ingin membaca Diary of a Wimpy Kid: Cabin Fever. Semoga terjemahannya bisa terbit tahun ini.

Cover dan Ilustrasi
Dari buku pertama sampai buku kelima, Ilustrasi masih memegang peran penting. Lucu ngeliatnya. Mengenai cover, Dibanding empat buku yang telah terbit sebelumnya, warna Kenyataan Pahit yang paling menarik. Ekspresi Greg di sampul depan mewakili hampir semua kejadian yang dialaminya. Pas banget.

Penulis: Jeff Kinney
Judul Asli: Diary of a Wimpy Kid #5: The Ugly Truth
Penerjemah: Ferry Halim
Editor: Jia Effenfi, Ida Wajdi
Penerbit: Atria
Tebal: 218 hal
Cetakan: I, Agustus 2011