Saturday, January 10, 2009

Review: My Sister Keeper - Jodi Picoult



Spoiler Alert!!!

Ketika anak – anak seusianya bertanya bagaimana bayi dibuat, Anna kecil malah bertanya kenapa. Ia telah memikirkan beratus alasan mengapa seorang bayi dilahirkan. Anna mulai memikirkan berbagai alternatif seperti hasil dari sebotol anggur murahan, bulan purnama, karena gejolak gairah semata atau yang paling buruk karena alat kontrasepsi yang tidak seratus persen berhasil. Yang jelas ia tahu bahwa tak satupun dari semua hal – hal konyol itu yang melatarbelakangi kehadirannya di keluarga Fitzgerald.

Anna lahir tak lepas dari tangan – tangan para ilmuwan. Mereka berhasil menggabungkan sel telur ibunya dan sperma ayahnya untuk menciptakan kombinasi spesifik. Kombinasi yang nantinya akan melahirkan seorang yang sangat mereka butuhkan untuk menjadi donor. Ya, Anna tahu satu – satunya alasan ia dilahirkan untuk menyelamatkan kakak perempuannya Kate, yang mengidap luekimia sejak kanak – kanak. Bahkan paham bahwa setiap sel dalam tubuhnya sangat berarti untuk mempertahankan satu tarikan nafas Kate.

Tak terhitung berapa kali ia harus menahan rasa sakit ketika jarum suntik itu masuk ke dalam tubuhnya. Menjalani beberapa operasi, transfusi darah, pengambilan sum-sum tulang belakang seakan menjadi hal yang biasa. Semua itu tidak lain hanya untuk Kate ketika penyakit kakak perempuannya itu kambuh ataupun terkena infeksi. Bahkan tak perlu heran saat Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk Kate beberapa jam setelah lahir. Ketika mengetahui fakta itu, ia semakin yakin bahwa ia dilahirkan memang untuk menyelamatkan Kate. Hanya itu, tidak lebih.

Ia benci setiap kali harus ke rumah sakit. Ia benci setiap kali harus menahan rasa sakit. Tapi ia tak pernah sekalipun mengutarakan pada siapa pun. Karena Anna juga tak mau kehilangan satu – satunya kakak perempuan yang ia miliki. Satu – satunya sahabat yang ia miliki. Sampai saat usianya yang ketiga belas, ketika Sara, ibunya, sekali lagi meminta Anna menjadi donor bagi Kate. Tak tanggung - tanggung, kali kini yang diminta adalah ginjal dan untuk pertama kalinya Anna menolak untuk melakukannya.

Melalui Campbell Alexander, pengacaranya, Anna mengajukan gugatan kepada kedua orang tuanya untuk memperoleh kebebasan medis. Anna tahu keputusannya ini akan membuat orang tua terutama ibunya akan berang, keluarganya semakin berantakan dan yang paling fatal, Anna akan kehilangan Kate untuk selamanya.

Kisah yang sangat mengejutkan. Namun disitulah yang menjadi daya tarik buku ini. Terlepas dari beberapa istilah kedokteran yang membingungkan. Saya sangat menyukai cara Jodi Picoult menuliskan kisah ini dengan membuat setiap tokoh di dalam buku ini menyampaikan semua yang mereka rasakan. Dari Anna, Sara sang Ibu, Brian sang Ayah, Campbell sang pengacara,Julia, wali ad litem Anna. sampai Jesse, kakak laki-laki Anna yang nyaris dilupakan oleh kedua orang tuanya.Sehingga tidak hanya mengetahui masalah dari satu sudut pandang saja.Walau begitu, saya tetap tidak habis pikir akan semua hal yang dilakukan oleh Sara. Mungkin karena tidak benar-benar merasakan posisinya sebagai ibu. Entahlah

Dari awal buku ini dimulai dengan cerita yang mengejutkan dan juga diakhiri dengan sesuatu yang membuat saya nyaris tidak percaya dengan apa yang saya baca. Rasa sedih ketika membaca kisah Anna semakin terasa di bagian terakhir. Bahkan saya berharap akan menemukan akhir yang berbeda.

Selesai melahap My Sister Keeper yang mengejutkan terlebih pada akhir ceritanya, saya jadi penasaran dengan buku - buku Jodi Picoult yang lainnya.

Dari Wikipedia, kisah Anna ini akan diangkat ke layar lebar. Rencananya akan dirilis akhir Juni tahun ini. Cameron Diaz, Alec Baldwin, Abigail Breslin akan menjadi bintang di film ini. Semoga saja filmnya nanti akan semenarik bukunya.

My Sister Keeper
Penulis: Jodi Picoult
Judul Indonesia: Penyelamat Kakakku

Penerjemah: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2007
Tebal: 528 hlm

3 comments:

yanti said...

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

Salam kenal yah...
Saya sehobby dengan mu..
Baca , baca dan baca....

Kutunggu kunjungan balikmu ya

storilicious said...

yang ini keren.. filmnya maksudku. hehhehee.... bener2 menyentuh. ngga kalah sama novelnya.
Keep Reading and Sharing :)

Aleetha said...

Aku malah blom nonton filmnya
nanti nyari di torrent